Site icon savanaparadise.com

Berkat Program Pemberdayaan BRI Klasterku Hidupku, Petani Ini Berhasil Kembangkan Budidaya Alpukat

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Jakarta&comma; Savanaparadise&period;com&comma; – Pemerintah terus mendorong para pelaku usaha di Indonesia untuk memperkuat sektor pertanian sehingga menjadi pondasi bagi pembangunan negara&period; Selaras dengan hal tersebut&comma; PT&period; Bank Rakyat Indonesia &lpar;Persero&rpar; Tbk berkomitmen untuk terus memberdayakan pelaku Usaha Mikro&comma; Kecil Dan Menengah &lpar;UMKM&rpar; di sektor pertanian melalui Program Klasterku Hidupku&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Salah satu cerita menarik pun datang dari Klaster Usaha binaan BRI&comma; yakni Pusbikat Ungaran yang merupakan klaster budidaya buah alpukat&period; Ketua Klaster Pusbikat Agus Riyadi mengungkapkan bahwa nama Pusbikat merupakan singkatan dari Pusat Pemasaran dan Edukasi Budidaya Alpukat &lpar;Pusbikat&rpar; di Desa Baran Gembongan&comma; Semarang&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>”Pusbikat ini awalnya hanya mencakup satu wilayah&comma; satu RT di satu lingkungan&period; Tapi kemudian berkembang menjadi satu kampung&comma;” ujarnya saat mengikuti Bazaar Klasterku Hidupku di Taman BRI pada 15 November 2024 lalu&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Di wilayahnya sendiri&comma; Desa Baran Gembongan&comma; Kelurahan Baran&comma; Kecamatan Ambarawa terdapat 20 petani alpukat&period; Para petani tersebut terkenal mampu menghasilkan alpukat unggulan lokal yang dikenal dengan kualitasnya yang tinggi&period; Buah alpukat dari daerah ini memiliki tekstur daging yang lembut&comma; rasa yang gurih&comma; dan kandungan gizi yang tinggi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Agus bercerita&comma; pada mulanya pada 2011 Agus hanya menanam 2 pohon alpukat yang digarap dan diberdayakan sendiri&period; Ketika pada akhirnya berhasil panen&comma; orang-orang di sekitarnya tertarik untuk menjadi petani alpukat pula&period; Agus berperen meningkatkan kesadaran masyarakat tentang manfaat alpukat&comma; serta menyediakan informasi seputar budidaya dan perawatan tanaman&period; Dengan keberadaan Pusbikat&comma; Desa Baran Gembongan diharapkan bisa menjadikan alpukat sebagai ikon desa yang berdaya saing tinggi dan diminati masyarakat luas&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kisahnya dengan BRI sendiri dimulai pada 2020 saat ia mengakses permodalan Kredit Usaha Rakyat &lpar;KUR&rpar;&period; Modal tersebut ia gunakan untuk memperluas usaha dan mengembangkan penanaman alpukatnya&period; Agus pun belajar dari nol&comma; mulai menyiapkan biji&comma; bibit&comma; penanaman&comma; perawatan&comma; hingga pemasaran&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Hasilnya&comma; budidaya pohon alpukatnya bisa menghasilkan produk panen berlimpah&comma; meskipun hasil panen tidak selalu dapat diprediksi&period; Dengan harga jual rata-rata Rp30 ribu sampai Rp40 ribu per kilogram&comma; apabila sedang bagus hasil panen bisa berlimpah mencapai 1-2 ton per hari&period; Panen buah alpukat sendiri biasanya terjadi 3 kali dalam setahun&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Setelah mengikuti pemberdayaan di program Klasterku Hidupku dari BRI&comma; Agus mengaku mendapatkan banyak manfaat&comma; yaitu membantunya dalam memperluas networking&period;<&sol;p>&NewLine;<p>”Tentunya kami mendapat banyak pengalaman&comma; relasi dan semakin termotivasi&period; Soal keuntungan sendiri tidak selalu bentuk uang&comma; tetapi juga promosi dan branding produk yang akan bisa menghasilkan koneksi untuk keberlanjutan usaha&comma;” ujarnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ke depan&comma; Agus akan terus mengembangkan Klaster Pusbikat dengan memperluas mitra baik dari pengusaha lokal maupun petani-petani daerah&period; ”Karena memang tujuan kami ingin mengangkat ekonomi masyarakat&comma; dengan mengajari budi daya tanaman alpukat yang bisa dilakukan di depan rumah&comma; belakang rumah&comma; dan tidak harus skala perkebunan&comma;” ungkapnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ia juga berharap kepada BRI untuk terus memperluas dukungan kepada para petani&comma; khususnya dalam hal permodalan sehingga dapat dimanfaatkan untuk mempermudah pengiriman jangkauan produk alpukat ke daerah-daerah di Indoneisa&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Pada kesempatan lain&comma; Direktur Bisnis Mikro BRI Supari mengungkapkan bahwa BRI memiliki komitmen untuk terus mendampingi dan memberdayakan pelaku UMKM lewat program Klasterku Hidupku&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Kami berkomitmen untuk terus mendampingi dan membantu pelaku UMKM&comma; tidak hanya berupa modal usaha saja tapi juga melalui pelatihan-pelatihan usaha dan program pemberdayaan lainnya&comma; sehingga UMKM dapat terus tumbuh dan semakin tangguh&comma;” ungkapnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Menurutnya&comma; kehadiran Klasterku Hidupku sangat bermanfaat bagi kelompok usaha dalam mendapatkan dukungan program pemberdayaan&period; &OpenCurlyDoubleQuote;Semoga apa yang ditunjukkan klaster usaha ini menjadi motivasi dan cerita inspiratif dapat ditiru oleh kelompok-kelompok usaha lainnya di berbagai daerah&comma;” ungkap Supari&period;&lpar;SP&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version