Site icon savanaparadise.com

3 Warga di NTT Terpapar Covid-19 Varian Delta, Masyarakat Diminta Jangan Panik

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p><strong>Kupang&comma; Savanaparadise&period;com<&sol;strong>&comma;- Virus Covid-19 Varian Delta mulai menyebar masuk di Provinsi Nusa Tenggara Timur &lpar;NTT&rpar; &period; Kini diketahui terdapat tiga warga yang berdomisili di Kota Kupang yang terpapar virus varian delta tersebut&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Hal tersebut diungkapkan Kepala Instalasi Patalogi Klinik RSUD Prof&period; Dr&period; W&period;Z&period; Johannes Kupang dr&period; Hermi Indita Malewa&comma; Sp&period;PK saat memberikan keterangan Pers bersama Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT Dr&period; Marius Jelamu M&period;Si&comma; di Kantor Gubernur NTT pada Senin &lpar;21&sol;07&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kepala Instalasi Patalogi Klinik RSUD Prof&period; Dr&period; W&period;Z&period; Johannes Kupang dr&period; Hermi Indita Malewa&comma; Sp&period;PK yang juga penanggung jawab laboratorium PCR RSUD Johanes Kupang mengatakan&comma; varian delta tersebut diketahui pada sampel spesimen yang dicurigai bermutasi kemudian dikirimkan ke Badan Penelitian Pengembangan Kesehatan &lpar;Balitbangkes&rpar; Kemenkes RI untuk diperiksa&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Kami sebagai laboratorium rujukan di NTT untuk pemeriksan PCR covid 19 memang kita ditugaskan oleh Kemenkes untuk secara berkala mengirimkan spesimen-spesimen yang dicurigai memiliki mutasi atau varian&period; Dari kemenkes mengeluarkan kriteria untuk kita kirimkan spesimen yang namanya Whole Genome Sequencing &lpar;WGS&rpar;&period; Tidak semua spesimen yang positif kita krimkan  tetapi yang masuk dalam kriteria saja&period; Dari 310 sampel yang kami kirimkan pertama pada bulan April itu hasilnya tadi malam diinfokan oleh Balitbangkes bahwa dari 310 sampel spesimen tersebut terdapat 3 diantaranya yang mengalami mutasi varian delta&comma;” ujar dr&period; Hermi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Untuk tiga sampel tersebut berasal dari pasien di Kota Kupang&period; Diantaranya seorang anak berusia 12 tahun&comma; lansia berusia 70 tahun dan orang dewasa berusia 33 tahun&period; Kami rutin setiap bulan kami kirimkan  sampel sejak bulan april  dari semua sampel per kabupaten yang dicurigai bermutasi&period; dan memang kalau dilakukan WGS ini prosesnya lama dan minimal dikirim 2 minggu&comma;” tambahnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>dr&period; Hermi juga menuturkan&comma; diperkirakan akan ada tambahan varian delta dari sampel yang dikirim ke Balitbangkes kemenkes RI mengingat jumlah sampel yang dikirim terhitung April – Juli 2021&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Kira-kira sekarang sudah 500 sampel yang dikirim&period; Varian delta ini sangat progresif dan cepat penularannya&period; Itulah mengapa kita sekarang diminta untuk vaksinasi karena vaksin terbukti sangat keliatan sekali manfaatnya&period; Saat ini di RSUD W&period;Z&period; Johannes Kupang terdapat banyak tenagak kesehatan yang terpapar covid 19 namun gejaanya lebih ringan ini artinya manfaat vaksin ini memang sangat membantu menekan gejala covid 19 serta penyembuhan lebih cepat&comma;” jelasnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sementara itu&comma; Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT sekaligus Juru Bicara Tim Percepatan Penanganan Covid 19 NTT Dr&period; Marius Jelamu M&period;Si mengatakan untuk masyarakat agar jangan panik&comma; namun tetap taat prokes serta taat melaksanakan vaksinasi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Kita minta agar masyarakat jangan panik dan juga tetap menjaga protokol kesehatan&period; Juga saya minta agar tidak mengalami stres bagi para penderita atau pasien yang terpapar&period; Harus lakukan vaksinasi dengan benar karena vaksni sangat membantu kita meningkatkan kekebalan tubuh terhadap paparan virus&comma;” ujar beliau&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Kita harapkan masyarakat taat melakukan vaksinasi&period; Pengalaman saya yang terpapar covid19  dan saya sudah dinyatakan negatif&period; Gejala yang saya alami pada saat terpapar itu tidak terlalu berat karena sebelumnya sudah divaksin&period; dan juga saya melakukan isolasi mandiri dengan benar dan menjaga proses pemulihan dengan baik&period; Untuk yang terpaparagar  jangan stres berat dan lakukan pemulihan&comma;” tambah Marius&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Kita berharap target itu seluruh 3&comma;8 juta penduduk NTT harus divaksin namun kita baru menyentuh angka 700ribu&period; Kita sudah minta pempus untuk tambahan vaksin&comma;” ungkap beliau&period; &lpar;&ast;&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version