Site icon savanaparadise.com

10 Sekolah MBS Percontohan di Nagekeo Dievaluasi

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>Mbay&comma; Savanaparadise&period;com&comma;- Tim Manajemen Berbasis Sekolah &lpar;MBS&rpar; Kabupaten Nagekeo bersama Dinas Pendidikan&comma; Pemuda dan Olahraga &lpar;PPO&rpar; setempat dan Plan Indonesia Program Unit Nagekeo melakukan monitoring dan evaluasi bersama terhadap 10 sekolah MBS percontohan&period; Hal ini dilakukan untuk mengetahui sejauhmana penerapan MBS di sekolah-sekolah tersebut selama setahun terakhir&period; <&sol;p>&NewLine;<p>Menurut Manajer Plan Indonesia Program Unit Nagekeo&comma; Yahya Ado&comma; hasil evaluasi ini menjadi acuan untuk mengambil langkah-langkah pengembangan program di 10 sekolah tersebut&period;<&sol;p>&NewLine;<p> &OpenCurlyDoubleQuote;Kesepuluh sekolah itu akan menjadi model MBS di Nagekeo&comma;” katanya&period;<br &sol;>&NewLine;Kesepuluh sekolah itu adalah Sekolah Dasar &lpar;SD&rpar; Inpres Marapokot&comma; SD Katolik St&period; Stefanus&comma; MIS Nanggadhero&comma; SD Katolik Stela Maris&comma; SD Inpres Towak&comma; SD Inpres Waemburung&comma; SD Katolik Nggolonio&comma; SD Katolik Dhawe&comma; SD Katolik Munde dan SD Inpres Malabai&period; <&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Monitoring dan evaluasi dilakukan menyeluruh terhadap sejauhmana penerapan tiga pilar MBS yang meliputi Manajemen Sekolah&comma; Pembelajaran Aktif&comma; Inovatif&comma; Kreatif&comma; Efektif dan Menyenangkan &lpar;PAIKEM&rpar; serta Peran Serta Masyarakat &lpar;PSM&rpar;&period; <&sol;p>&NewLine;<p>Dari hasil monitoring dan evaluasi tersebut&comma; diperoleh gambaran bahwa belum semua sekolah percontohan itu menjalankan pilar-pilar MBS secara baik&period; Padahal&comma; sebelumnya telah dilakukan sosialisasi beberapa tahap pelatihan bagi para kepala sekolah&comma; guru dan pengurus komite sekolah tersebut&period; <&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Mungkin ini karena masih terbatasnya sumber daya&comma; sarana dan prasarana&comma; baik di tingkat sekolah maupun di tingkat gugus&comma;” kata Yahya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Hasil monitoring dan evaluasi yang telah dibahas dalam sebuah workshop yang dibuka Sekretaris Dinas PPO Nagekeo&comma; Melkior Meke&comma; SE&comma; mewakili Kepala Dinas PPO&comma; Drs&period; Lukas Mere di Mbay&comma; Jumat &lpar;24&sol;11&sol;2012&rpar; lalu&period; Workshop itu diikuti oleh Tim MBS Kabupaten Nagekeo&comma; Dinas PPO&comma; para kesepala sekolah&comma; perwakilan guru dan ketua komite dari masing-masing sekolah&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Salah satu unsur dalam manajemen sekolah&comma; adalah menyangkut pembuatan Rencana Kerja Sekolah &lpar;RKS&rpar; dan pembuatan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah &lpar;RKAS&rpar;&period; Ternyata&comma; kepala sekolah&comma; guru dan masyarakat masih belum memiliki pemahaman yang memadai dalam pembuatan Rencana Kerja Sekolah &lpar;RKS&rpar; serta Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah &lpar;RKAS&rpar;&period; Bahkan ada sekolah yang tidak memenuhi standart minimal RKAS&period;<br &sol;>&NewLine;Begitupun dalam penyusunan kurikulum sekolah&comma; umumnya belum lengkap&period; Kurikulum yang baik&comma; minimal dilengkapi analisa daya serap dan ada pemisahan untuk Anak-anak yang Berkebutuhan Khusus &lpar;ABK&rpar;&period; Namun kedua hal tersebut tidak terlihat dalam kurikulum sekolah-sekolah tersebut&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dari segi sarana dan prasarana perpustakaan&comma; ternyata masih sangat terbatas&period; Bahkan ada sekolah yang tidak memiliki ruang perpustakaan&period; Sekretariat Komite juga tersedia di hamper semua sekolah tersebut&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Menyangkut PAIKEM&comma; jelas Yahya&comma; menunjukkan masih perlu pembenahan menyangkut metode pembelajaran&comma; ketrampilan menyampaikan pertanyaan atau pendapat&comma; pelayanan individual&comma; pengelolaan kelas&period; Juga perlu pembenahan menyangkut sumber belajar dan alat bantu&comma; komunikasi dan reflesi&period; <&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Begitupun menyangkut Peran Serta Masyarakat &lpar;PMS&rpar;&comma; masih perlu peningkatan kapasitas dan kepedulian masyarakat&period; Terutama bagi komite sekolah mengenai tugas dan tanggungjawabnya di sekolah&comma;” jelas Yahya sembari menambahkan&comma; Plan Indonesia sebagai mitra pemerintah &period;<&sol;p>&NewLine;<p>khususnya di Kabupaten Nagekeo yang selalu memfokuskan programnya bagi kepentingan terbaik anak-anak akan terus berusaha untuk mendukung peningkatan mutu sekolah-sekolah dasar di daerah ini&period;&lpar;SP&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version