Site icon savanaparadise.com

Winston Rondo Sesalkan Pemprov NTT Tutup SMAN 3 Amabi Oefeto Timur

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<figure id&equals;"attachment&lowbar;235658" aria-describedby&equals;"caption-attachment-235658" style&equals;"width&colon; 1280px" class&equals;"wp-caption aligncenter"><img src&equals;"http&colon;&sol;&sol;www&period;savanaparadise&period;com&sol;wp-content&sol;uploads&sol;2016&sol;07&sol;kom-v&period;jpg" alt&equals;"" width&equals;"1280" height&equals;"960" class&equals;"size-full wp-image-235658" &sol;><figcaption id&equals;"caption-attachment-235658" class&equals;"wp-caption-text">Winston Rondo<&sol;figcaption><&sol;figure>&NewLine;<p>Kupang&comma; Savanaparadise&period;com&comma;- Anggota Komisi V DPRD NTT&comma; Winston Rondo mengecam tindakan Dinas Pendidakan NTT menutup SMA Negeri 3 yang terletak di Desa Oemofa kecamatan Amabi Oefeto Timur Kabupaten Kupang&period;<&sol;p>&NewLine;<p> Dinas Pendidikan beralasan sekolah tersebut tidak memenuhi persyaratan dan tidak memiliki ijin operasional&period; <&sol;p>&NewLine;<p>Menurut Winston penutupan tersebut menyusahkan anak-anak untuk mengenyam pendidikan&period; karena setelah dialihkan anak-anak harus jalan kaki lagi ketempat sekolah filial yang jaraknya sangat jauh&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>&&num;8221&semi; ini kabid nya tidak becus karena mereka berlindung dengan Permendiknas nomor 36 tahun 2014&period; ketika masih diurus oleh kabupaten masih luwes tapi diurus pemprov mereka langsung mau tutup&&num;8221&semi; kata Winston Rondo kepada Wartawan&comma; Rabu&comma; 30&sol;08 di ruang Fraksi Demokrat DPRD NTT&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Winston menuding Dinas Pendidikan NTT bermain kuda kayu dalam mengurus SMAN Amabi Oefeto Timur&period; karena dalam proses pengurusan adminstrasi oleh pihak Dinas Pendidikan NTT mengabaikan proses konsultasi dan pembinaaan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8221&semi; mereka Dinas kirim waktu hanya satu minggu saja<&sol;p>&NewLine;<p>Keputusan Dinas Pendidikan NTT kata Winstona tidak mempertimbangkan aspek sosial dan topografi di wilayah itu&period; menurutnya antusiasme anak anak untuk bersekolah sangat tinggi tidak boleh dimatikan oleh hal-hal yang tidak substantif&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Winston mengatakan Faktanya yang saya dengar dari pihak sekolah bahwa&comma; proses itu belum sampai satu minggu&comma; dan pada waktu surat dari dinas pendidikan itu datang&comma; ketua panitia pembangunan sekolah sedang mengalami kedukaan&comma; sehingga dia izin dua hari&period; Dan ketika dia masuk kembali&comma; sudah ada surat dari dinas untuk tutup sekolah itu&comma;&&num;8221&semi; terangnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Karena itu&comma; Winston menduga ada sesuatu yang tidak beres dan bermuatan kepentingan dibalik proses penutupan sekolah dimaksud&period; Menurut Winston&comma; semestinya pemerintah memikirkan nasib dari 120-an siswa yang ada di sekolah itu&period; <&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Ini luar biasa&comma; karena kalau baru buka sekolah begitu dan jumlah siswanya diatas 100 itu sangat sulit&comma; sehingga ini sebenarnya sebuah prestasi atau rekor&period; Artinya&comma; minat siswa untuk sekolah sangat tinggi&comma;&&num;8221&semi; tegasnya&period; <&sol;p>&NewLine;<p>Dia menegaskan&comma; pemerintah perlu mempertimbangkan berbagai aspek untuk menutup sekolah tersebut&period; Pasalnya&comma; ratusan siswa yang bersekolah pada sekolah tersebut tidak semuanya berasal dari wilayah Amabi Oefeto&period; Karena sebagaian datang dari wilayah Amarasi Timur dan juga Kabupaten TTS&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Anak- anak ini harus menempuh jarak 15 kilometer untuk bersekolah di situ&comma; sehingga kalau pindah ke SMA 1&comma; itu jaraknya 20 kilometer&comma; dan dapat dipastikan mereka tidak akan sekolah di situ yang ujung- ujungnya anak- anak ini akan putus sekolah&comma;&&num;8221&semi; tegasnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Winston menambahkan&comma; DPRD meminta dinas pendidikan provinsi untuk lebih bijaksana dalam mengambil keputusan yang menyangkut nasib anak bangsa&period; Jangan sampai&comma; pemerintah sendiri yang justru mematikan antusiasme anak didik dengan hal- hal yang tidak substantif&period; Karena pemerintah hadir untuk memberikan solusi&comma; bukan menjadi ancaman&period;&lpar;SP&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version