Site icon savanaparadise.com

Warga Amarasi Desak Pemerintah Tindak Tegas Radikalisme

Anggota MPR/DPD RI asal NTT Drs. Ibrahim Agustinus Medah ketika membawakan materi pada acara sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bagi Masyarakat di Desa Nubraen Merbaun, Kecamatan Amarasi Barat Kabupaten Kupang, Kamis (8/7/2017).

Kupang, Savanaparadise.com,- Masyarakat Desa Nubraen Merbaun, Kecamatan Amarasi Barat Kabupaten Kupang mendesak pemerintah melalui aparat TNI dan Polri agar menindak tegas kelompok-kelompok yang tengah menyebarluaskan ajaran radikalisme di masyarakat terutama di NTT.

Desakan itu disampaikan Aprianus Arnoldus Adu ketika acara Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang dilakukan Anggota MPR/DPD RI Drs. Ibrahim Agustinus Medah bersama masyarakat Amarasi Barat di Desa Nubraen Merbaun, Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang, Kamis (8/6/2017).

“Kami minta pemerintah agar menindak tegas dan menumpas habis seluruh jaringan yang menganut faham radikalisme yang mau menggantikan dasar dan falsafah Negara Indonesia yaitu Pancasila, karena akan merusak persatuan dan kesatuan Bangsa,” ujar Arnoldus.

Dikatakannya, Intelejen negara harus lebih aktif bekerja memantau dan mengintai pergerakan kaum radikalisme di Indonesia agar jangan sampai merusak tatanan kehidupan masyarakat. Dia juga meminta agar upaya untuk memasyarakatkan nilai-nilai yang terkandung dalam Empat Pilar Kebangsaan harus lebih sering dilakukan agar pemahaman terhadap rasa kebangsaan lebih ditingkatkan.

Selain itu, Arnlodus juga meminta agar pelajaran dan Penataran P4 yang dulu pernah dilakukan bagi siswa-siswi di sekolah kembali dimunculkan agar para generasi muda lebih dini memahami Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara dan lebih mencintai bangsa Indonesia.

Anggota MPR/DPD RI asal NTT Drs. Ibrahim Agustinus Medah pada kesempatan itu mengatakan, bangsa Indonesia sangat bersykur dan berterimakasih kepada Presiden Jokowi karena memiliki sikap tegas dan tidak ingin adanya kelompok-kelompok yang dikatakan berada pada jalur kiri dan jalur kanan yang memecah belah bangsa.

“Kita bersykur punya Presiden Jokowi yang mengkampanyekan Saya Indonesia, Saya Pancasila. Ini menggambarkan bahwa Presiden Jokowi tetap menjaga keutuhan bangsa, tidak ingin membela yang kiri dan menindas yang kanan,” kata Medah.

Dikatakan Medah, ia akan memperjuangkan di tingkat pusat agar Empat Pilar Kebangsaan harus dimasukan kembali dalam kurikulum pendidikan sejak SD-SLTA bahkan sampai ke Perguruan Tinggi. Hal ini penting agar para generasi muda lebih dini memahami Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara dan lebih mencintai bangsa Indonesia.

Acara Sosialisasi itu diikuti ratusan orang yang terdiri dari tokoh agama, tokoh masyarakat, petani, nelayan dan pemuda. (SP)

Exit mobile version