Site icon savanaparadise.com

Walaupun Ditunda, Event Kelimutu Tetap Diselenggarakan Dengan Menerapkan Pariwisata Berbasis CHSE

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p><strong>Ende&comma; Savanaparadise&period;com<&sol;strong>&comma;- Wabah Covid-19 telah melumpuhkan berbagai sektor kehidupan masyarakat&period; Selain sektor ekonomi yang terkena dampak pandemi Covid-19&comma; sektor pariwisata juga ikut terdampak pula&period; Akibatnya&comma; disektor pariwisata itu sendiri sempat lesu akhir-akhir ini&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Untuk menggeliatkan kembali sektor pariwisata yang sempat lesu akibat pandemi Covid-19&comma; Pemerintah Kabupaten Ende berencana menggelar kembali festival sepekan di danau kelimutu&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Festival Kelimutu merupakan event nasional yang sudah menjadi agenda tahunan dari Kementrian Pariwisata dan Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia&&num;8221&semi;&comma; kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ende&comma; Martinus Satban kepada Savanaparadise&period;com ketika ditemui di ruang kerja&comma; Kamis &lpar;5&sol;8&sol;21&rpar;&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Sebagai event nasional dan menjadi agenda tahunan&comma; Martinus menyebutkan di tahun ini ada 3 agenda tahunan nasional yang sudah tercatat dan akan tetap dilaksanakan pada bulan Agustus yaitu&comma; antraksi pertama taga kamba&comma; &lpar;potong kerbau&rpar;&comma; pati ka du&&num;8217&semi;a bapu ata mata &lpar;kasih makan leluhur&rpar;&comma; dan festival budaya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Akan tetapi&comma; jelas Martinus berdasarkan instruksi Mentri Dalam Negeri No&period; 29 Tahun 2021&comma; dan di perjelas dengan Surat Edaran &lpar;SE&rpar; Bupati bahwa mengenai PPKM Kabupaten Ende masuk di level 3&period; Sehingga&comma; berdasarkan proposal yang sudah kita ajukan ke Kementrian dan Provinsi&comma; rencana festival akan digelar pada tanggal 11 Sampai 14 Agustus 2021&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Untuk itu&comma; dengan mempertimbangkan kondisi&comma; instruksi Mentri dan penegasan Bupati&comma; tegas Martinus akhirnya kegiatan ini kita matangkan dulu&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Pertama sesuai kesepakatan rapat dengan Bapak Bupati kemarin&comma; taga kamba dan pati ka tetap dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Artinya&comma; paling tidak mempertegas pembatasan orang&comma; pembatasan ruang dan pembatasan waktu&&num;8221&semi;&comma; tuturnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Yang kedua&comma; untuk Festival budaya karena melibatkan banyak orang&comma; kecendrungannya akan terjadi pengerumunan massa&comma; maka dari itu kita memutuskan Festival kelimutu kita tunda&comma; bukan di batalkan&period; Dan itupun disepakati oleh Kementrian&comma; paling tidak ada rekomemdasi penundaan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Kita rencanakan setelah angka Covid-19 menurun dratis dan selepas instruksi Mendagri mengenai PPKM ini&comma; mudah-mudahan kita selenggarakan di minggu ke empat bulan ini&comma; dari tanggal 24 sampai 26 Agustus 2021&&num;8221&semi;&comma; jelasnya<&sol;p>&NewLine;<p>Martinus menegaskan jadi ini bukan dibatalkan melainkan di tunda karena pertimbangan&comma; pertama kita tetap menggeliatkan kembali pariwisata dan menghidupkan dengan semangat atau spirit bahwa ekonomi tidak boleh macet dengan menerapkan sistem &&num;8220&semi;Gas atau Rem&&num;8221&semi;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Sebab kita belum mengetahui secara pasti bahwa pandemi ini akan berkahir kapan&quest;&&num;8221&semi;&comma; ucapnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Mudah-mudahan hari ini kita dapatkan rekomendasi dari gugus tugas&period; Karena untuk menghidupkan pariwisata kita harus semangat menghadapi pandemi sambil kita mensosialisasikan berpariwisata dengan standar prokes dan CHSE&&num;8221&semi;&comma; smbungnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Yang kedua&comma; jelas dia pariwisata yang sedang kita gelorakan ini berbasis Sustainable Tourism &lpar;Pariwisata berkelanjutan&rpar; yang menuju kepada pola-pola baru dan standar baru yaitu pariwisata yang berstandar CHSE&period;<&sol;p>&NewLine;<p><strong>Pariwisata Berstandar CHSE<&sol;strong><&sol;p>&NewLine;<p>Menurut Martinus Satban Standar sebuah pariwisata yang berbasis CHSE yakni meliputi &colon; Cleanliness &lpar;kebersihan&rpar;&comma; Health &lpar;kesehatan&rpar;&comma; Safety &lpar;keamanan&rpar;&comma; dan Environment &lpar;ramah lingkungan&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Model atau desain kita adalah pertama ingin memperkuat ekonomi kreatif dengan melibatkan masyarakat secara penuh terutama bagi ekonomi kreatif&period; Yang kedua kita bagi lokasi demi menghindari kerumunan&&num;8221&semi;&comma; jelasnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ia menambahkan di Moni karena kita konsepkan CBT &lpar;Community Based Tourism&rpar; tetap mengutamakan masyarakat menjadi aktor utamanya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Karena konsepnya adalah Community Based Tourism &lpar;Pariwisata berbasis masyarakat&rpar; papar dia&comma; ada tiga lokasi yang kita bagi untuk di Moni sendiri&comma; hal ini demi menghindari kerumunan sehingga kita batasi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Prokesnya jalan&comma; kunjungan offline juga tetap jalan&&num;8221&semi;&comma; pungkasnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dengan adanya pola bagi lokasi&comma; terang dia maka mau tidak mau kita juga harus menerapkan pola digitalisasi&comma; virtual dan live streaming&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Jadi konsepnya diwaktu bersamaan&comma; teman-teman digital itu akan di beckup oleh Kominfo untuk di lakukan live streaming pada saat kegiatan berlangsung dan paska event kita akan tonton kembali&&num;8221&semi;&comma; ujarnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Memang ada beberapa dikotomi yang berkembang di kampung&comma; ada yang berpikir jangan sampai event ini tidak jadi&period; Ada juga yang mempertanyakan soal waktu ini telah di ulur-ulur&comma; apalagi ada yang mempertanyakan soal pelibatan masyarakat&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Atas dasar itu&comma; Martinus menegaskan pariwisata kita berbasis komunitas&comma; jadi mau tidak mau event itu tetap dilakukan di tengah komunitas masyarakat dengan mengikuti tren seperti yang pernah dilakukan pada tahun kemarin&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Yang kedua&comma; spirit dan semangat pariwisata kita sedang anjlok gara-gara pandemi&period; Jadi spirit ini kita bangun kembali dan hadir diantara mereka karena mereka adalah pelaku utama &period;<&sol;p>&NewLine;<p>Mengenai soal pelibatan masyarakat&comma; ujarnya ini salah satu dalam upaya mempromosikan&comma; membina&comma; dan memperdayakan masyarakat&comma; baik secara personal maupun secara kelembagaan dan ekonomi kreatif masyarakat sebagai pelaku industri ekonomi pariwisata perlu di libatkan untuk bergeliat dengan mengikuti standar baru CHSE seperti pola hidup bersih&comma; pola hidup sehat&comma; terus kenyamanan pengunjung dan pengelola&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Oleh karenanya&comma; beber dia kita juga agendakan di H-7 di lokasi tersebut akan dilakukan vaksinasi masal&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Kita akan bekerjasama dan melibatkan P3MK untuk sama-sama membangkitkan kembali pariwisata kita ditengah pandemi yang agak sedikit lesu dan memperdayakan ekonomi masyarakat disekitarnya&&num;8221&semi;&comma; ucapnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Kita berharap karena eventnya juga bersifat virtual agar adanya kerjasama dari berbagai pihak termasuk teman-teman media untuk membantu kita dalam mempromosikan pariwisata di wilayah ini secara bersama-sama&&num;8221&semi;&comma; tutupnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p><strong>Penulis&colon; Chen Rasi<&sol;strong>&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version