Site icon savanaparadise.com

Wagub Fasilitasi Pemkab Sumteng Dengan Investor Ternak

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>Waibakul&comma;Savanaparadise&period;com&comma;-Wakil Gubernur NTT&comma; Ir&period; Esthon L&period; Foenay&comma; M&period;Si memfasilitasi pertemuan antara Pemerintah Kabupaten &lpar;Pemkab&rpar; Sumba Tengah &lpar;Sumteng&rpar; dengan investor ternak yang dipimpin DR&period; Anton Apriyantono dan rombongan&period; &OpenCurlyDoubleQuote;Kenapa sudah 3 tahun Hak Guna Usaha &lpar;HGU&rpar; belum juga diterbitkan&quest; NTT ini tidak akan maju jika tidak ada investasi swasta&period; Kita tidak bisa harap APBN dan APBD saja dalam membangun daerah ini&comma;” tandas Wagub saat memimpin rapat bersama Pemkab Sumteng dan investor ternak di ruang kerja Wakil Bupati Sumba Tengah di Waibakul&comma; Selasa &lpar;4&sol;9&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Menurut Wagub&comma; untuk mendukung tekad menjadikan NTT sebagai Provinsi Ternak&comma; Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah dua kali datang NTT untuk memastikan ketersediaan lahan dalam kaitan dengan kerjasama pemerintah dengan investor&period; &OpenCurlyDoubleQuote;Mustinya kita malu&comma; karena sudah dua kali Presiden SBY datang ke NTT hanya untuk memastikan urusan ternak&period; Karena Provinsi NTT telah ditetapkan menjadi salah satu provinsi penyedia daging sapi di Indonesia&comma;” ujar Wagub&comma; memberi alasan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Wakil Bupati Sumteng&comma; Umbu Dondu menjelaskan&comma; pihaknya sudah melakukan sosialisasi berulang kali kepada masyarakat&period; &OpenCurlyDoubleQuote;Kami sudah sosialisasi ulang kali kepada masyarakat&period; Tahun ini diharapkan bisa selesai&period; Tahun 2013 sarana perkantoran sudah dibangun dan diharapkan tahun 2014 sudah bisa dioperasionalisasikan&comma;” kata Wabup&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Wabup mengaku&comma; proses penerbitan HGU masih terkendala administrasi tapi langkah-langkahnya sedang diatur&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Hal senada diungkapkan Kepala Badan Pertanahan Kabupaten Sumteng&comma; Julius Manao&period; &OpenCurlyDoubleQuote;Selama ini kami hanya menerima berkas foto copi yang belum dilegalisir&period; Tapi kami sudah komit dengan perwakilan investor untuk secepatnya dituntaskan&comma;” janji Manao&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sedangkan Anton Apriyantono yang juga mantan Menteri Pertanian RI menuturkan&comma; pihaknya berharap agar tidak lama lagi HGU segera diterbitkan&period; &OpenCurlyDoubleQuote;Hari ini kami datang terakhir&period; Kami datang lagi tinggal realisasi&period; Jangan terlalu lama lagi&comma;” tandas Apriyantono dan menambahkan&comma; proyek ini akan diintegrasikan bersama dengan investor asal Australia&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Menurut dia&comma; kalau masih ada persoalan segera disampaikan dan dicari jalan keluar&period; &OpenCurlyDoubleQuote;Kita tunggu realisasi saja&period; Kalau ada persoalan cepat kita selesaikan&period; Saya pikir tinggal political will dari BPN saja&period; Kalau nggak selesai-selesai&comma; kita bisa alihkan ke tempat lain&comma;” ucapnya&comma; sedikit mengancam&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Mendengar hal itu&comma; Wagub Esthon Feonay menegaskan&comma; agar pihak BPN Sumteng segera selesaikan&period; &OpenCurlyDoubleQuote;Saya putuskan dalam bulan ini HGU harus tuntas&period; Sebagai Wakil Kepala Daerah hari ini terakhir saya urus&period; Apabila ada hal-hal yang berkaitan dengan hal teknis&comma; saya&comma; bupati&comma; wakil bupati dan Sekda Sumteng siap bertanggungjawab&period; Ada apa sudah 3 tahun tidak beres&period; Ini memalukan&comma; sebagai aparatur tidak boleh ada pekerjaan yang ditunda&comma;” tegas Wagub&comma; dengan nada suara tinggi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Wagub menambahkan&comma; kehadirannya di Sumteng ini bukan untuk mencari siapa yang salah dan siapa yang benar&period; &OpenCurlyDoubleQuote;Kami datang untuk cari solusi bukan cari kambing hitam&comma;” kata Wagub&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ikut hadir dalam pertemuan tersebut Kadis Peternakan NTT&comma; Ir&period; Semuel Rebi&comma; Kadis Pertanian dan Perkebunan NTT&comma; Ir&period; Yohanes Tay Ruba&comma; MM&comma; Kadis Perindustrian dan Perdagangan NTT&comma; Ir&period; Frederik Tielman&comma; Kepala Badan Pengelola Wilayah Perbatasan NTT&comma; Drs&period; Eduard Gana&comma; M&period;Si&comma; Sekda Sumteng&comma; Drs&period; Umbu Puda&comma; M&period;Si&comma; Kepala Bappeda Sumteng&comma; Drs&period; Umbu Sorung dan sejumlah pejabat lingkup Pemkab Sumteng&period;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version