Site icon savanaparadise.com

Wagub Ajak Peserta Cari Solusi Bagi Masyarakat

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>Kupang&comma; Savanaparadise&period;com&comma;- Wakil Gubernur NTT&comma; Ir&period; Esthon L&period; Foenay&comma; M&period;Si meminta agar seluruh stake holder yang ada di daerah ini untuk memikirkan dan mencari solusi yang cocok dan dinamis bagi kebutuhan masyarakat khususnya masyarakat yang ada di wilayah Timor Barat&period;<&sol;p>&NewLine;<p> ”Mari cari solusi yang cocok untuk masyarakat&period; Sehingga dari awal bisa mencegah pencemaran lingkungan&comma;” tandas Wagub saat membuka dengan resmi kegiatan Lokakarya Monitoring Dampak dan Risiko Pertambangan Mangan di Pulau Timor&comma; di Hotel Maya Kupang&comma; Selasa &lpar;28&sol;8&rpar;&period; <&sol;p>&NewLine;<p>Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Pemerintah Australia dalam hal ini Charles Darwin University &lpar;CHU&rpar; dengan Pemerintah Republik Indonesia dalam hal ini Badan Lingkungan Hidup Daerah &lpar;BLHD&rpar; Provinsi NTT&semi; yang menghadirkan nara sumber dari Kementerian Lingkungan Hidup RI&comma; CHU&comma; BLDH NTT dan pihak Undana Kupang&period; <&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p> Menurut Wagub&comma; dengan melihat potret nara sumber dan para peserta Lokakarya&comma; diharapkan dapat membangun suasana diskusi yang dialog dan saling belajar di antara sesama perserta&period; ”Saya harap di antara sesama peserta bisa saling belajar bagaimana mengetahui manajemen keberhasilan dan kegagalan dalam mengurus dan mengelola kegiatan pertambangan&period; Mari belajar dari Australia&comma; Mexico dan China&comma;” ucap Wagub&comma; sembari menceritakan pengalamannya saat studi banding di China tahun 2011 lalu&period; <&sol;p>&NewLine;<p> Hasil dari kegiatan lokakarya ini sebut Wagub&comma; harus bisa diaplikasikan di tengah masyarakat&period; ”Lokakarya ini harus bisa menghasilkan rekomendasi yang aplikatif jangan terlalu ilmiah&period; Rekomendasi yang aplikatif bisa ditindaklanjuti secara terpadu antar pemerintahan baik Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten&sol;Kota&period; <&sol;p>&NewLine;<p>Sementara itu di tempat yang sama panitia pelaksana&comma; Elisabeth Udut dalam laporan mengatakan&comma; kegiatan lokakarya ini diharapkan dapat memberi pemahaman terhadap isu-isu sosial yang berkaitan dengan kegiatan penambangan mangan khususnya di wilayah Timor Barat&period; <&sol;p>&NewLine;<p>Kegiatan berlangsung selama dua &lpar;2&rpar; hari dan diikuti 40 peserta yang berasal dari unsur yakni Bappeda&comma; Dinas Kehutanan&comma; BLHD&comma; Dinas Pertambangan&comma; LSM&comma; Undana Kupang dan utusan yang berasal dari Kota Kupang&comma; Kabupaten Kupang&comma; TTS&comma; TTU dan Belu&period; &NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version