Site icon savanaparadise.com

Usai Sebar Informasi Hoaks Ransomware BRI, Mr Bert Dihujat Warganet lalu Hapus Konten

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>Jakarta&comma; Savanaparadise&period;com&comma;- Pada Rabu 18 Desember 2024 malam&comma; Bank Rakyat Indonesia &lpar;BRI&rpar; diduga menjadi target serangan Bashe ransomware&period; Awalnya kasus ini bermula ketika postingan di media sosial X memperlihatkan akun BRI&period;co&period;id diduga diretas dan semua data personal&comma; klien dan keuangan bisa dihapus dengan mudah dengan mengklik &OpenCurlyQuote;Remove Data’&period; Bahkan semua data-data tersebut bisa diunduh secara gratis melalui link-link yang tersedia&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Si peretas itu juga membagikan tangkapan layar yang menunjukkan hitung mundur batas waktu yang diberikan Bashe kepada BRI untuk menebus data-datanya&comma; yakni pada 24 Desember 2024&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Ransomware Alert Bank Rakyat Indonesia&comma; telah menjadi korban Bashe Ransomware&comma;” tulis akun X bercentang biru asal Amerika &commat;falconfeeds&period;io&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Cuitan ini kemudian dibagikan ulang oleh beberapa pemilik akun X asal Indonesia&period; Sontak postingan-postingan tersebut membuat kehebohan lini masa&period; Namun satu hari kemudian&comma; akun FalconFeeds&period;id memberikan klarifikasi kalau ternyata isu ransomware BRI itu adalah hoaks berdasarkan data-data dan bukti&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Klarifikasi Klaim Terkait Serangan Bank Rakyat Indonesia&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Postingan ini membahas klaim bahwa serangan yang dilaporkan terhadap Bank Rakyat Indonesia adalah berita palsu atau hoaks&period; Untuk memberikan konteks lebih lanjut&comma; berikut adalah detail tentang kelompok ransomware Bashe&comma; beserta beberapa contoh yang dibagikan oleh kelompok tersebut&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Gambaran Umum Kelompok Ransomware Bashe&colon; •Alias&colon; Bashe juga dikenal sebagai APT73 atau Eraleig&period; •Kemunculan&colon; Kelompok ini pertama kali muncul pada pertengahan April 2024&period; •Asal&colon; Bukti menunjukkan bahwa Bashe adalah kelompok sempalan dari operasi ransomware LockBit&comma; mengingat kesamaan yang mencolok dalam taktik&comma; teknik&comma; dan infrastruktur mereka&period; Kami tidak mengonfirmasi validitas klaim terkait serangan Bank Rakyat Indonesia&period; Namun&comma; kelompok ransomware tersebut telah menyatakan bahwa mereka berencana untuk merilis data dalam empat hari sambil menawarkannya untuk dijual secara bersamaan&period; Mereka juga telah menerbitkan contoh data untuk mendukung klaim mereka&comma;” tulisnya yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Seorang warganet dengan akun X &commat;secgron pun membuktikan kalau isu ransomware BRI itu terbukti hoaks&period; &OpenCurlyDoubleQuote;Setelah tenggat waktunya udah habis&comma; akhirnya datanya dirilis oleh pelaku&period; Isi datanya cuma 1 file excel yang isinya cuma 100 row data yang match dengan salah satu dokumen di scribd dan pdfcoffee&period; Mari tepuk tangan untuk Bashe&comma; group ransomware terkocak sepanjang masa&comma;” ujarnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Meski sudah melampirkan bukti-bukti valid&comma; pengamat IT dengan akun Mr Bert ini tetap bersikukuh menyebut isu ransomeware itu disebarkan oleh buzzer dan bukan hoaks belaka&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Perhatikan komen di bawah&comma; banyak yang bilang hoaks&period; Cona lihat berapa jumlah followernya&comma; wkwkwk&period; Selamat bekerja buzzer&comma;” tulisnya sambil melampirkan emoji tertawa&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Menanggapi cuitan sang pengamat IT&comma; Pratama Dahlian Persadha dari lembaga riset keamanan siber Communication and Information System Security Research Center &lpar;CISSReC&rpar; dalam keterangan yang dibagikannya menegaskan&comma; isu ransomware BRI itu adalah hoaks&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;informasi serangan ransomware ini hanya upaya coba-coba memeras BRI&period; Karena&comma; jika memang grup Bashe Ransomware memiliki data asli dari BRI hasil serangan malware mereka&comma; seharusnya mereka menggunggah data tersebut dan bukannya mengunggah data yang sudah pernah di-pos di Scribd&period; Kalau pakai logika yang benar&comma; ngapain kasih sampel data yang sudah ada sejak lama di internet&comma;&&num;8221&semi; kata Pratama&period; &&num;8220&semi;Kalau memang dapat semua data Bank BRI dan nasabah BRI yang puluhan juta&comma; kasih saja sampel 100 ribu data&comma; bukan hanya 100 data&comma;” lanjutnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Setelah melihat tanggapan tersebut&comma; akun media sosial pengamat IT Mr Bert itu pun langsung digeruduk warganet&period; Warganet menyebut Mr Bert sengaja menyebarkan informasi salah terhadap masyarakat&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Berikut beberapa komentar warganet yang menyerbu akun &commat;realmrbert&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Alfon nyebut dirinya pakar IT&comma; tapi ngomong kayak netizen biasa&period;”<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Ninuninu&period; Ada error detected di akun &commat;realmrbert&period; Update system otak dulu lah sebekum koar-koar&period;”<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Mr Bert&comma; lu kira bikin hoaks terus kabur itu gak ada konsekuensi hukum&quest; Salah besar bro&period;”<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Mr Bert&comma; bedain cookies sama kue kering aja bingung&period; Ini sok-sokan ngomongin cyber security&quest; Hadeeuh&period;”<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Mendapatkan serangan masif dari warganet&comma; Mr Bert kemudian menghapus cuitannya&period; Meski begitu&comma; warganet hingga kini masih tetap menyerbu akun Instagramnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Awas yang bilang hoaks dibilang buzzer sama mr bert&period; Tpi postingan terbarunya di hapus&comma; setelah muncul berita ini&period; Kalo penasaran sama isi komentar di postingan terbarunya Tuh udah sempet discreenrecord&period;”&period;&lpar;SP&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version