Site icon savanaparadise.com

Usai di laporkan Istri Bupati Ende ,Ketua PMKRI Ende : Resiko Jadi Aktivis adalah keteguhan prinsip 

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p><strong>Ende&comma;Savanaparadise&period;com&comma;-<&sol;strong> Ketua PMKRI Cabang Ende&comma; Daniel Turot&comma; angkat bicara usai dirinya dilaporkan dan dipanggil oleh Satreskrim Polres Ende terkait dugaan pengancaman anak di bawah umur dalam peristiwa di rumah jabatan Bupati Ende beberapa waktu lalu&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Daniel menegaskan dirinya tidak gentar menghadapi proses hukum yang kini berjalan&period; Ia bahkan menyebut risiko menjadi aktivis sudah menjadi hal prinsip dan sudah dipahaminya sejak awal&comma; termasuk kemungkinan dipenjara atau kehilangan nyawa&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8221&semi; Pilihan saya jadi aktivis itu hanya dua&comma; mati atau penjara&comma;” ujar Daniel ketika dihubungi awak Media pada Senin&comma; 11&sol;05&sol;2026 melalui layanan pesan whatsapp&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Menurutnya&comma; konsekuensi tersebut merupakan bagian dari perjuangan membela masyarakat kecil dan kelompok yang mengalami ketidakadilan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Karena masuk penjara atau mati demi kaum tertindas itu keuntungan&comma;”lanjutnya<&sol;p>&NewLine;<p>Pernyataan itu disampaikan setelah dirinya menerima surat undangan klarifikasi dari Unit PPA Satreskrim Polres Ende&period; Dalam surat bernomor B&sol;368&sol;V&sol;RES&period;1&period;24&sol;2026&sol;Satreskrim tertanggal 9 Mei 2026&comma; Daniel diminta hadir memberikan keterangan sebagai saksi pada Senin&comma; 11 Mei 2026&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Penyidik menyebut klarifikasi dilakukan dalam rangka penyelidikan dugaan tindak pidana pengancaman terhadap anak di bawah umur sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Perlindungan Anak&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kasus tersebut disebut berkaitan dengan peristiwa yang terjadi di rumah jabatan Bupati Ende pada 8 April 2026 saat berlangsungnya dinamika aksi dan audiensi mahasiswa&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Meski tengah menghadapi laporan polisi&comma; Daniel menilai perjuangan aktivis tidak boleh berhenti karena tekanan ataupun ancaman proses hukum&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ia menegaskan akan tetap menyuarakan kepentingan rakyat dan kelompok yang menurutnya mengalami ketidakadilan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sementara itu&comma; hingga berita ini diturunkan&comma; pihak Polres Ende belum memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai substansi dugaan pengancaman yang sedang diselidiki&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ketua PMKRI Cabang Ende&comma; Daniel Turot&comma; menyatakan siap menghadapi risiko penjara atau mati usai dilaporkan ke Polres Ende terkait dugaan pengancaman anak di rumah jabatan Bupati Ende&period;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version