Site icon savanaparadise.com

Transisi Energi Penting Dilakukan Sejalan dengan Fenomena Krisis Iklim.

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Jakarta&comma; Savanaparadise&period;com&comma;- Deputi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Rachmat Kaimuddin mengungkapkan&comma; transisi energi merupakan isu strategis bagi Indonesia&period; Pasalnya&comma; dari perspektif lingkungan&comma; posisi geografis Indonesia di khatulistiwa membuat negeri ini rentan terhadap perubahan iklim&period; Sementara dari sisi kesehatan&comma; polusi udara akibat masifnya penggunaan energi fosil memerlukan perhatian khusus&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Rachmat mengungkapkan&comma; urgensi transisi energi adalah murni demi pelestarian lingkungan yang turut dipengaruhi dinamika geopolitik&period; Dia sependapat dengan pandangan yang meyakini transisi energi penting dilakukan sejalan dengan fenomena krisis iklim&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Secara sains&comma; memang benar &lpar;transisi energi dibutuhkan&rpar;&period; Tapi&comma; tantangan selanjutnya adalah&comma; bagaimana cara terbaik untuk melakukan transisi energi tersebut&quest;” ucap Rachmat di sesi Energy Transition as A Driver of Economic Growth pada acara Indonesian Data Economic and Conference &lpar;IDE&rpar; Katadata 2024&comma; di Jakarta&comma; Selasa &lpar;5&sol;3&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sesi ini juga diikuti oleh oleh Senior Fellow PYC Evita Legowo&comma; Direktur Eksekutif Reforminer Institute Komaidi Notonegoro&comma; Direktur Eksplorasi PT Pertamina Hulu Energi Muharram Jaya Panguriseng&comma; dan Ketua Satuan Tugas Transisi Energi Kamar Dagang dan Industri Indonesia &lpar;KADIN&rpar; Anthony Utomo&period; Sesi dimoderatori oleh pengamat energi Ahmad Yuniarto&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Lebih lanjut&comma; Rahmat menjelaskan&comma; ada empat hal yang harus tercakup di dalam strategi transisi energi&period; Antara lain efisiensi penggunaan energi&comma; elektrifikasi&comma; pemanfaatan energi ramah lingkungan&comma; serta penggunaan carbon capture&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Masing-masing &lpar;dari empat poin&rpar; ini peluang ekonominya cukup besar&period; Kalau dari sisi energi efisiensi kita banyak room for improvement&comma; efisiensi energi ini PR kita di pemerintah&period; Kita juga bisa dorong teknologi-teknologi yang sekaligus bisa untuk menghemat energi&comma; tapi juga mengelektrifikasi&period; Contohnya mobil listrik&comma;” kata Rachmat&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sementara itu&comma; Evita mengutarakan&comma; proses transisi energi akan memengaruhi posisi Indonesia di dalam geopolitik energi global&period; Dengan kata lain&comma; transisi energi akan berpengaruh terhadap posisi negara-negara produsen dan konsumen&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Akan bergeser mengenai siapa yang suplier siapa yang konsumen&comma; dan Indonesia harus siap untuk itu&comma;” ucap Evita&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Evita mengimbuhkan&comma; energi baru terbarukan berpotensi memposisikan RI pada titik strategis sebagai pemasok&period; &OpenCurlyDoubleQuote;Salah satu potensi EBT yang cukup besar dimiliki Indonesia adalah panas bumi dan bioenergi&period; Panas bumi dan bioenergi sangat potensial untuk Indonesia sebagai pemasok&comma;” katanya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Mengutip Katadata&period;co&period;id&comma; istilah transisi energi sebetulnya merujuk kepada perubahan sistematis dari satu sumber energi ke sumber energi yang berbeda atau perubahan dalam cara energi dihasilkan&comma; disimpan&comma; didistribusikan&comma; dan digunakan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Hal tersebut mencakup pergeseran dari sumber energi konvensional yang bersifat tidak terbarukan dan berpotensi merugikan lingkungan&comma; seperti bahan bakar fosil&comma; menuju sumber energi yang lebih bersih&comma; terbarukan&comma; dan berkelanjutan&period; Contohnya&comma; energi matahari&comma; angin&comma; hidro&comma; biomassa&comma; dan lain-lain&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Adapun Komaidi mengingatkan agar pemerintah harus menggunakan sudut pandang helikopter yang lebih menyeluruh di dalam menjalankan transisi energi ini&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Pemerintah harus tepat mengetahui kapan harus injak gas dan kapan injak rem&period; Sehingga&comma; lebih bijaksana dalam memberikan wadah dan fasilitas atau insentif&comma;” tutur Komaidi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ia mencontohkan&comma; pondasi pembangunan ekonomi Indonesia yang cukup kuat dan mendasar adalah sektor minyak dan gas&period; Berdasarkan tabel input-output publikasi terbaru&comma; industri hulu migas tercatat memiliki keterkaitan dengan sekitar 84 sektor pendukung dan 45 sektor pengguna&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Berdasarkan data tersebut&comma; industri hulu migas memiliki keterkaitan dengan 129 sektor ekonomi dari sekitar 185 total sektor ekonomi yang ada di dalam struktur ekonomi Indonesia&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Indonesia mempunyai 185 sektor ekonomi yang terkait dengan sektor hilir migas ada 183&period; Sementara yang di hulunya itu hampir 80 persen terkait dengan &lpar;industri minyak dan gas&rpar;&comma;” ujar Komaidi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Berkaca pada realitas tersebut&comma; Komaidi menyatakan bahwa apabila industri migas mandek&comma; maka hal itu akan menimbulkan dampak terhadap industri-industri lain yang berkaitan dengan mereka&period;&lpar;SP&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version