Site icon savanaparadise.com

Tokoh Masyarakat Satar Mese Utara Kerja Sama Menangkan Victori Joss

Ruteng, Savanaparadise.com,- Beberapa tokoh masyarakat desa di Kecamatan Satar Mese utara, Kabupaten Manggarai menyatakan dukungannya untuk paket Viktor Bungtilu Laiskodat- Joseph Nae Soi (Victory Joss).  Dukungan ini disampaikan oleh beberapa tokoh masyarakat desa ketika calon Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat ketika melakukan kampanye terbatas di desa Ruang, Jumad, 20/04/18.

Karolus Jehati, Tokoh Masyarakat asal desa ruang mengatakan akan bekerja keras memenangkan paket Victory Joss di desanya. Menurutnya saat ini NTT membutuhkan sosok pemimpin dan program kerja yang terukur untuk merubah kehidupan masyarakat.

” Kehadiran pak Victor telah menjadikan tempat  ini seperti taman eden tandingan. Bapam telah membawa suasana baru bagi keluarga di Satar Mese Utara. Kami Pantang pulang sebelum Victory Joss  menang,” kata Jehati.

Dukungan serupa juga disampaikan Petrus Asnin. Menurutnya Laiskodat merupakan sosok pemimpin yang dibutuhkan oleh Masyarakat NTT. Dia mengaku tertarik dengan sejumlah program kerja Victory Joss yang berkaitan dengan pemanfaatan lahan tidur.

Dia bahkan memuji penampilan Laiskodat pada acara  debat kandidat yang diselenggarakan KPU NTT pada beberapa waktu yang lalu. Menurutnya pemaparan Laiskodat tentang tidak ada lahan yang tidur tapi orangnya yang tidur telah menggugah batin orang NTT.

” di Manggarai banyak lahan tidur seperti yang bapak bilang di debat televisi.kami minta , kalau bapak terpilih tolong perhatikan.sperti yang bapa bilang tidak ada lahan yang tidur hanya orangnya yang tidur,” ujar Asnin.

Asnin juga membenarkan penanganan gizi buruk di NTT dengan kiat yang disampaikan Laiskodat pada acara debat kandidat. Mengkonsumsi daun kelor seperti yang disampaikan pada acara debat kata Asnin merupakan cara yang murah.

” di NTT banyak yang gisi buruk. Bapak bilang makan saja daun kelor makanya bisa  selesaikan gizi buruk. Bapak juga makan daun kelor makanya seperti ini. Kami doakan supaya jadi Gubernur NTT,” kata Asnin.

Abun Herman,Tokoh Muda asal Rokoe, juga menyatakan dukungannya untuk Victory Joss. Abun mengatakan memilih pemimpin NTT bukan  lagi menggunakan pertimbangan karena suku dan agama yang sama. Memilih pemimpin kata Abun harus berdasarkan kemampuan personal kandidat yang didukung.

” sebelumnya kami pilih yang seasal juga tidak perubahan.jadi ke depan berharap kami berharap bapak terpilih dan membangun NTT. saya melihat ada program untuk meningkatkan produktifitas lokal seperti tenun ikat dan potensi lokal desa. Saya minta bapak perhatikan itu kalau terpilih,” ujarnya.

Dukungan serupa juga datang dari kalanga. perempuan. Evita Nganur warga desa Cireng meminta Laiskodat meminta Laiskodat memberikan modal kerja bagi kelompok usaha yang ada didesanya kalau terpilih jadi Gubernur NTT.

” keadaan didesa kami, ibu ibu punya usaha dan kelompok ternak babi, tenun ikat dan sayur sayuran.kami kekurangan modal usaha untuk berjalan.sebelumnya ada LSM yang bantu kami itu hanya tidak seberapa.jadi kami berharap kalau terpilih bisa diperhatikan,” ungkap Evita.

Sementara itu Yohanes Sukar warga desa Cireng menyatakan dukungannya. Ia merasa miris dengan kelakuan para politisi yang sering lupa janji kampanye ketika sudah terpilih. Ia meminta Victory Joss memperhatikan kebutuhan listrik bagi masyarakat desa Cireng.

Pada kesempatan itu Laiskodat dalam orasi politiknya mengatakan Ia membutuhkan otoritas dari rakyat NTT untuk melakukan perubahan pembangunan untuk kebangkitan dan kesejahteraan. Ia mengatakan sebelumnya ia tidak punya niat untuk maju namun Alam dan Ilahi telah memanggilnya pulang ke NTT.

”  pada usia 37 tahun saya pernah maju Pilgub namun kalah satu suara dari  almarhum pak Piet Tallo. Setelah itu saya tidak pernah punya niat lagi maju.saya sudah punya karier politik yang bagus di jakarta.saya merupakan salah satu patner diskusi dengan presiden. Tapi alam dan tuhan punya kemauan lain,” jelasnya.

Laiskodat mengatakan NTT punya potensi yang luar biasa namun tidak diolah untuk rakyat.hal itu terjadi karena pemimpinnya kurang peduli dengan rakyat dan tidak berani mengambil resiko.

” kalau pemimpin mampu memdesain dengan baik maka kita bangkit.bicara tentang peternakan maka kita harus tahu ternak apa yang cocok di NTT. di NTT tidak ada pemimpin yang cinta rakyatnya tapi pemimpin lebih mencintai kekuasaanya,” ungkap Laiskodat.(S13)

Exit mobile version