Site icon savanaparadise.com

Tekan Sunting, DP3AP2KB NTT Dampingi 35 Calon Pengantin

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p><strong>Savanaparadise&comma; Kupang &&num;8211&semi;<&sol;strong> Salah satu isu yang menjadi sorotan dalam Focus Group Discussion &lpar;FGD&rpar; yang digelar Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak &lpar;KemenPPPA&rpar; adalah masalah Sunting di Provinsi NTT&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Berdasarkan data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Balita Berbasis Masyarakat &lpar;e-PPGBM&rpar; sunting di NTT sebesar 15&comma;2 persen&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Menanggapi isu tersebut&comma; Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan&comma; Perlindungan Anak&comma; dan Pengendalian Penduduk &lpar;DP3AP2KB&rpar; Provinsi NTT&comma; Ruth Diana Laiskodat mengatakan bahwa saat ini &lpar;DP3AP2KB&rpar; NTT fokus menekan angka sunting dengan membuat inovasi&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Salah satu inovasi yang digagas adalah inovasi Akar Cendana dan One Time One Familiy Inovasi &&num;8220&semi;Akar Cendana&&num;8221&semi; dan &&num;8220&semi;One Team One Family&&num;8221&semi;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Inovasi ini memiliki fokus dan tujuan yang spesifik dalam meningkatkan kualitas keluarga di NTT dengan memberikan edukasi kepada Masyarakat dan Calon Pengantin &lpar;Catin&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Program ini berfokus memberikan edukasi kepada calon keluarga baru dan masyarakat tentang ketahanan keluarga dan pentingnya pemenuhan lima dimensi kualitas keluarga untuk mencegah stunting&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Kolaborasi dengan lembaga agama dan perguruan tinggi &&num;8220&semi;Akar Cendana&&num;8221&semi; melibatkan lembaga agama dalam kegiatan seperti katekisasi dan kursus calon pengantin&comma; serta perguruan tinggi dalam Kuliah Kerja Nyata &lpar;KKN&rpar; untuk memperkuat pemahaman dan praktik baik dalam membangun keluarga berkualitas&comma;&&num;8221&semi; jelas Ruth<&sol;p>&NewLine;<p>Inovasi lainnya adalah inovasi &&num;8220&semi;<em>One Team One Family<&sol;em>&&num;8221&semi; dengan pendekatan Kolaboratif yang menekankan pentingnya kerja sama antara berbagai pihak&comma; termasuk lembaga pemerintah&comma; masyarakat&comma; dan akademisi&comma; untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pembentukan keluarga berkualitas berfokus pada ketahanan keluarga&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dengan slogan ini&comma; kata Ruth&comma; DP3AP2KB NTT berupaya membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya ketahanan keluarga&comma; di mana setiap individu dan kelompok berperan aktif dalam mendukung satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama dalam meningkatkan kualitas keluarga&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Inovasi ini juga bertujuan untuk menciptakan sinergi dalam upaya meningkatkan kualitas keluarga di NTT&comma; dengan pendekatan yang inklusif dan berbasis komunitas&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dalam materinya&comma; Ruth menekankan pentingnya peran keluarga dalam mencegah masalah sosial&comma; termasuk stunting&period; Karena menurutnya&comma; keluarga yang berkualitas adalah fondasi bagi masyarakat yang sehat dan produktif&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Oleh karena itu&comma; kita perlu bersama-sama meningkatkan pemahaman dan keterampilan calon pengantin serta masyarakat tentang pentingnya ketahanan keluarga&comma;&&num;8221&semi; ujarnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Peningkatan kualitas keluarga tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik&comma; tetapi juga pada kesehatan mental dan sosial anggota keluarga&period;<&sol;p>&NewLine;<p>FGD ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Dinas DP3AP2KB NTT mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kualitas keluarga&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Pasalnya&comma; keluarga berkualitas adalah fondasi bagi pembangunan masyarakat yang sejahtera&period; Karena itu&comma; melalui FGD ini&comma; ia berharap dapat mengidentifikasi potensi dan permasalahan dalam penyelenggaraan kualitas keluarga serta merumuskan strategi yang efektif untuk meningkatkan capaian Indeks Kualitas Keluarga &lpar;IKK&rpar; di daerah kita&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Selain isu Sunting&comma; FGD yang digelar KemenPPA pada Jumat&comma; 19 Juli 2024&comma; di Hotel Novotel Cikini&comma; Jakarta yang diadakan secara hybrid ini melibatkan DP3AP2KB dari provinsi lain&comma; akademisi&comma; LSM dan masyarakat&period; FGD ini juga membahas berbagai isu terkait&comma; seperti pendidikan&comma; kesehatan&comma; dan perlindungan anak&period;<&sol;p>&NewLine;<p>FGD ini&comma; menghadirkan narasumber&comma; Plt&period; Deputi Bidang Kesetaraan Gender&comma; Asisten Deputi PUG Bidang Sosial dan Budaya&comma; Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak &lpar;P3A&rpar; Provinsi Bali&comma; Kepala Dinas P3AP2KB Provinsi NTT&comma; Kepala Dinas Sosial P3A Kota Madiun&comma; Asisten Deputi PUG Bidang Sosial dan Budaya&period; <strong>&lpar;&ast;&sol;&rpar;<&sol;strong>&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version