Site icon savanaparadise.com

Tata Niaga Sapi Dan Ikan di NTT dikuasai Mafia Kartel Politik Jakarta

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>Jakarta&comma; Savanaparadise&period;com&comma;- Tata niaga ternak sapi dalam rangka kerja sama dagang antar Pemda NTT dengan Pemda DKI sertatata niaga ikan dengan Pemda Jawa Tengah&comma; sepertinya hanya enak didengar untuk komsumsi politik&comma; tetapi sulit dipraktekan bahkan mulai menyulitkan peternak dan nelayan tradisional di seluruh NTT&period;<&sol;p>&NewLine;<p> &OpenCurlyDoubleQuote; Khusus untuk peternak sapi tradisonal sudah banyak keluhan karena para peternak tradisional tidak bisa lagi menjual secara bebas hasil ternaknya untuk menutupi kebutuhannya sehari-sehari&comma; lantaran karena harus menjual dengan mengikuti tata niaga sapi yang berbelit-belit yang hanya menguntungkan pundi pundi pedagang besar&comma;&&num;8221&semi; Kata Koordinator TPDi&comma; Petrus Salestinus&comma; dalam rilis yang diterima Savanaparadise&period;com dari jakarta&comma; Minggu&comma; 12&sol;07&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Padahal peternak sapi NTT Kata Salestinus adalah peternak tradisional yang menggantungkan hidup sehari-harinya antara lain dari menjual sapi di pasar&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Ia menduga&comma; saat ini NTT sudah dikuasai oleh kartel-kartel politik dari Jakarta&comma; sementara pejabat-pejabat pemerintah baik di Provinsi maupun di Partai Politik di NTT patut diduga telah menjadi agen-agen dan kaki tangan kartel-kartel politik di Jakarta&period;<&sol;p>&NewLine;<p>sehingga apa yang dikerjakan Pemerintah Provinsi atau apa yang dikatakan sebagai pemerintah sedang membangun NTT sesungguhnya sebuah proses pembangunan yang tidak untuk rakyat&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8221&semi; tetapi untuk kartel-kartel politik dan kroninya&comma; sementara masyarakat hanya ketiban limbah pembangunan&comma; sisa-sisa proyek yang berlangsung secara masif dan terstruktur&comma;&&num;8221&semi; Jelasnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>ika demikian kenyataannya&comma; Kata Salestinus&comma; masyarakat NTT hanya mendapatkan angin surga dan janji janji kosong&comma; sementara yang menikmati kesejahteraan sosial adalah pejabat-pejabat dan kroni-kroninya&period;&lpar;SP&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version