Site icon savanaparadise.com

Sonaf Tamkesi, Desa Adat Yang Belum Terkontaminasi Budaya Asing

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>Oleh &colon; Juven Nitano<br &sol;>&NewLine;<figure id&equals;"attachment&lowbar;68188" aria-describedby&equals;"caption-attachment-68188" style&equals;"width&colon; 150px" class&equals;"wp-caption alignright"><a href&equals;"http&colon;&sol;&sol;www&period;savanaparadise&period;com&sol;wp-content&sol;uploads&sol;2014&sol;06&sol;juven-nitano&period;jpg"><img src&equals;"http&colon;&sol;&sol;www&period;savanaparadise&period;com&sol;wp-content&sol;uploads&sol;2014&sol;06&sol;juven-nitano-150x150&period;jpg" alt&equals;"juven nitano&sol;wartawan radio madika " width&equals;"150" height&equals;"150" class&equals;"size-thumbnail wp-image-68188" &sol;><&sol;a><figcaption id&equals;"caption-attachment-68188" class&equals;"wp-caption-text">juven nitano&sol;wartawan radio madika<&sol;figcaption><&sol;figure><br &sol;>&NewLine;Di tengah derasnya arus moderinisasi&comma; rumah-rumah tradisional mulai ditinggalkan karena dianggap kuno&period; Padahal&comma; arsitektur yang tumbuh di masyarakat secara turun temurun itu telah teruji selama berabad-abad mampu mengharmonisasikan dirinya dengan lingkungannya&period; Sayangnya&comma; belum semua kekayaan itu dapat dipelajari dan diaplikasikan dalam dunia arsitektur kekinian karena belum tergali dan terdokumentasi secara optimal&period; Ironisnya&comma; dokumentasi malah lebih sering dilakukan oleh peneliti asing&period; Hal ini menjadi sebuah tantangan bagi Arsitek Indonesia sebab sebenarnya kita masih belum tahu banyak tentang kekayaan arsitektur nusantara yang sebenarnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Pulau Timor memiliki sejuta pesona yang belum dijelajahi&comma; dan bahkan oleh sebagian besar penduduk Indonesia sendiri&period; Pulau Timor masih memiliki banyak kampung tradisional yang menyimpan nilai-nilai sejarah dan budaya yang kental&period; Salah satu kampung tersebut adalah Sonaf Tamkesi&period; Banyak rumor beredar mengenai Sonaf ini&comma; seperti banyaknya pantangan&comma; adat yang sangat ketat&comma; serta pencapaian yang tidak mudah&period; Sonaf Tamkesi terletak di Kecamatan Biboki Selatan&comma; Kabupaten Timor Tengah Utara&comma; Provinsi Nusa Tenggara Timor&period; Perjalanan ke Sonaf Tamkesi bisa menggunakan kendaraan umum dari Kupang menuju ke Kefamenanu &comma; dilanjutkan motor atau mobil ke arah Sonaf Tamkesi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dalam istilah setempat&comma; bahasa Dawan&comma; Tamkesi berarti sudah terikat kuat pada porosnya dan kokoh tidak tergoyahkan &lpar;namanun&comma; nate aben&comma; karna kekonten&comma;karna helonten&rpar;&period; Penamaan Tamkesi tidak terlepas dari sejarah panjang kehidupan nomaden yang mewarnai kultur rakyat Biboki dahulu untuk menemukan pusat bumi dengan bantuan Besi Tnais&period; Besi Tnais adalah benda keramat kerajaan Biboki berbentuk timbangan&period; Lokasi Tamkesi dipercaya menjadi pusat bumi sehingga dijadikan pusat kerajaan Biboki yang dipimpin oleh seorang raja yang disebut Usif Kokoh&sol;Kaiser&period; Selain itu&comma; lokasi Tamkesi dianggap sempurna karena lengkap dengan unsur alam seperti batu&comma; air&comma; kayu&comma; tanah karena dianggap memiliki kesakralan&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Warga Tamkesi yang merupakan Klan Usboko dari Suku Dawan atau dalam istilah setempat disebut Atoin Meto&period; Etnis Atoin Meto ini tinggal menyebar di Timor bagian Barat&period; Etnis ini mencakup kerajaan Biboki&comma; Insana&comma; Oenam &lpar;Miomaffo dan Mollo&rpar;&comma; Amanuban&comma; Amanatun&comma; Amarasi&comma; Amfoang dan Ambenu&period; Atoin Meto secara harafiah berasal dari kata Atoni yang berarti manusia atau seorang laki laki dan meto yang bermakna kering&comma; tandus&comma; kritis&comma; berdebu&period; Sebutan ini relevan karena jika kita melihat keadaan alam di pulau Timor didominasi oleh hamparan sabana dan stepa&period;<br &sol;>&NewLine;Warga setempat umumnya menggunakan bahasa Dawan Kromo yang memiliki tingkatan seni sastra lebih tinggi dibandingkan bahasa Dawan rakyat biasa&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Umumnya warga mengenakan kain tenun khas motif biboki dan pria memakai tutup kepala khas bangsawan yang disebut pilu atau destar&period;<br &sol;>&NewLine;Kehidupan masyarakatnya bersifat sosial kolektif yang mengutamakan kekeluargaan yang diatur dalam hukum adat setempat&period; Secara umum&comma; suku-suku ini digolongkan menjadi 2 suku besar yakni&colon; Ama Naek Paisanaunu dan Ama Naek Belsikone&period; Masing-masing amaf menjadi semacam dewan perwakilan suku-suku kecil untuk menghimpun aspirasi rakyat dan mempermudah koordinasi misalnya pembangunan sonaf dan penyerahan upeti&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Upeti ini dimaksudkan sebagai ucapan syukur rakyat kepada kaisar yang mampu memberi kesejahteraan pada rakyat berkat restu ainu uis neno &lpar;Tuhan dalam tradisi lokal&rpar; dan leluhur&period; Penyerahan Upeti tahunan biasanya diadakan setiap bulan November dalam upacara tama maus&period; Tama maus adalah acara adat yang amat menarik wisatawan lokal dan mancanegara karena berbagai atraksi budaya seperti seperti tari likurai&comma; tari bonet&comma; tari gong digelar disana&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Lokasi Kompleks Sonaf Tamkesi berada di bukit yang dirimbuni hutan adat&period; Kumpulan vegetasi berupa hutan ini menciptakan ruang kampung Tamkesi yang terlingkup secara definitif melalui jajaran batang dan tajuk pohon sehingga tersembunyi dari serangan musuh dimasa lampau&period; Hal ini juga ditunjang dengan keberadaan benteng dari susunan batu dan tanaman kese penyebab gatal yang sengaja ditanam disekeliling kampung&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Vegetasi di hutan ini selain sebagai tempat tinggal berbagai flora dan fauna endemik juga bermanfaat untuk menahan hembusan angin dan mencegah longsor&period; Selain itu&comma; kehadiran hutan ini menciptakan iklim mikro yang nyaman dengan udara relatif sejuk di sekitar Tamkesi dan sekaligus memunculkan beberapa titik mata air&period; Karena peran hutan adat sangat penting untuk kelangsungan hidup warga Tamkesi Hutan adat di sekitar Tamkesi tidak boleh ditebang sejak dulu&period; Bila ada pelanggaran terhadap hutan ini&comma; ada sanksi adat berupa 1 ekor babi dan uang Rp500&period;000&period; Hal ini menjadi kearifan lokal warga Tamkesi dalam upaya menjaga alam tetap lestari&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Teknik konstruksi yang sangat luar biasa bisa ditemukan pada bangunan di kompleks sonaf Tamkesi yang dihubungkan tanpa paku&period; Masing-masing material bangunan dihubungkan dengan sistem pasak dan taji serta ikatan dengan tali hutan atau ijuk&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Karena keunikan tradisi&comma; budaya dan arsitekturnya&comma; otoritas setempat menetapkan status kampung cagar budaya sejak 2005&period; Dulu penduduk Tamkesi berjumlah 81KK tetapi pasca terbentuk desa adat Tamkesi&comma; warga yang tinggal hanya 6 KK&period; Hal ini disebabkan sebagian besar warga direlokasi di permukiman rumah sosial dan sebagian besar merupakan penjaga sonaf&period; Tujuan relokasi ini untuk memberi kesempatan warga mengembangkan diri mengikuti perkembangan zaman sekaligus melestarikan adat yang dimilikinya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Arsitektur Tamkesi merupakan sebuah warisan budaya yang amat berharga yang patut dilestarikan&period; Hendaknya penetapan kompleks sonaf Tamkesi sebagai cagar budaya tidak mematikan hakekat arsitektur vernakular yang selalu berkembang dinamis mengikuti perkembangan manusia yang diwadahinya&period; Perkembangan di dalam arsitektur vernakular tetap memungkinkan dilakukan sejauh tidak melepas nilai-nilai yang terkandung di dalamnya selama ini&period; Dengan begitu&comma; arsitektur vernakular khususnya Tamkesi tidak sekedar menjadi sebuah museum yang bisu&comma; tetapi tetap menjadi bagian yang terus dihidupi oleh masyarakat&period;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version