Site icon savanaparadise.com

SMAN 9 Kota Kupang Tolak Siswa Miskin

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p><figure id&equals;"attachment&lowbar;236979" aria-describedby&equals;"caption-attachment-236979" style&equals;"width&colon; 700px" class&equals;"wp-caption aligncenter"><img src&equals;"http&colon;&sol;&sol;www&period;savanaparadise&period;com&sol;wp-content&sol;uploads&sol;2016&sol;07&sol;sonaf-maneka&period;jpg" alt&equals;"Blasius Umbu Manna ketika bertemu wartawan di press Room DPRD NTT" width&equals;"700" height&equals;"525" class&equals;"size-full wp-image-236979" &sol;><figcaption id&equals;"caption-attachment-236979" class&equals;"wp-caption-text">Blasius Umbu Manna ketika bertemu wartawan di press Room DPRD NTT<&sol;figcaption><&sol;figure><br &sol;>&NewLine;Kupang&comma; Savanaparadise&period;com&comma;- Pihak Sekolah Menengah Atas Negeri &lpar;SMAN&rpar; 9 menolak siswa miskin yang hendak melanjutkan pendidikan disekolah tersebut&period; Siswa miskin ini merupakan binaan Panti Asuhan katolik Sonaf Maneka&comma; kota Kupang&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Pengelolah Panti Asuhan&comma; Blasius Umbu Manna mengatakan hal itu ketika hendak menemui anggota DPRD NTT&comma; Selasa&comma; 26&sol;07&period; Namun sayangnya Blasius yang membawa 12 orang siswa ini&comma; tidak bisa bertemu anggota DPRD NTT&period; <&sol;p>&NewLine;<p>Pihak sekretariat DPRD beralasan&comma; para anggota sudah turun kedaerah untuk melakukan kunjungan kerja&period; Gagal bertemu anggota DPRD&comma; Blasius akhirnya menemui wartawan peliput yang sehari-hari meliput di kompleks DPRD NTT&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Umbu Manna mengatakan pihaknya sudah berusaha untuk melakukan berbagai pendekatan ke berbagai pihak agar anak-anak binaannya bisa melanjutkan pendidikan di sekolah tersebut&period; Namun usahanya tersebut tidak membuahkan hasil&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dia mengatakan 12 anak binaannya tersebut merupakan anak-anak kurang mampu dan yatim piatu&period; Dia merincikan anak-anak tersebut berasal dari kabupaten Timor Tengah Utara sebanyak 9 orang&comma; Kabupaten Timor Tengah Selatan &lpar;TTS&rpar; sebanyak satu orang dan kabupaten Kupang ada dua anak&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Pihak SMAN 9 kota Kupang menurut Umbu Manna&comma; meminta pihaknya untuk melengkapi surat rekomendasi dari Dinas Pendidikan dari kabupaten asal masing-masing siswa&period; Namun hal tersebut belum bisa dipenuhinya lantaran saat ini kegiatan belajar mengajar sudah mulai berjalan&period; <&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote; ini memang mereka siswa miskin tapi tidak menggangu gaji mereka yang mengajar disitu&period; Karena Negara sudah bayar mereka punya gaji untuk melakukan pencerdasan anak bangsa&period; Sampai saat ini mereka tetap ditolak&period; Mungkin anak-anak miskin dilarang sekolah di Kota Kupang&comma;” jelasnya dengan suara terbatah-batah&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dilain sisi kata Umbu Manna syarat tersebut juga belum bisa dipenuhi karena ketiadaan biaya untuk mengurus persayaratan tersebut di kabupaten asal siswa binaanya&period; Untuk itu dia menghubungi kadis Pendidikan dan kebudayaan untuk bisa membantu siswa agar bisa bersekolah&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote; saya sudah bertemu dengan bapak Piter Manuk Kadis Pendidikan provinsi&period; Pak Piter sudah berusaha menghubungi pihak sekolah untuk memberikan kebijakan&comma; agar anak-anak bisa bersekolah&period; Sambil mereka bersekolah saya akan berusaha untuk melengkapi persayaratan tersebut&comma;” kata Umbu Manna&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Namun permintaan keringanan itu tidak mau diindahkan oleh pihak sekolah&period; Pihak sekolah tetap bersikeras dengan persayaratan tersebut&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Wakil Kepala Sekolah SMAN 9&comma; Adelgina Liu ketika dikonfirmasi wartawan membenarkan penolakan sekolah terhadap anak-anak dari Panti Asuhan Sonaf Maneka&period; Adelgina beralasan penolakan tersebut berdasarkan petunjuk teknis penerimaan siswa baru&period; <&sol;p>&NewLine;<p>Iya mengaku sekolahnya mempunya kuota rombongan belajar ada enam untuk 204 siswa&period; yang sudah daftar ulang kata Adelgina ada 177 siswa sehingga masih tersisa kuota 34 siswa&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote; juknis tersebut dibahas bersama dengan DPRD Kota Kupang bahwa siswa dari luar daerah harus mengantongi keterangan dari dinas pendidikan kabupaten setempat&comma;” jelasnya&period;&lpar;SP&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version