Site icon savanaparadise.com

Sidik Jari Mantan Menakertrans, Yacob Nuwa Wea di Paroki St Yakobus Rasul di Nagekeo, Umat Beri Apresiasi 

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>Mbay&comma; Savanaparadise&period;com&comma;&&num;8211&semi; Gedung Gereja baru di Paroki Santo Yakobus Rasul Kotakeo di Nagekeo&comma; Keuskupan Agung Ende segera diresmikan pada Minggu &lpar;28&sol;09&sol;2026&rpar;&period; Sejumlah tokoh setempat mengapresiasi jasa besar mantan Menakertrans Yakob Nuwa Wea dan keluarga besar atas jasa besar mereka dari awal pembangunan hingga saat ini&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Apresiasi itu datang dari sekretaris DPP Paroki Santo Yakobus Rasul Kotakeo Yakobus Redemptus Mbusa&comma; Ketua Panitia Peresmian Gereja Paroki Santo Yakobus Rasul Kotakeo Ambrosius Piatu&comma; tokoh umat Katolik Paroki Kotakeo Hendrikus Mada&comma; dan Kepala Desa Kotakeo I &lpar;Satu&rpar; Simon Nuwa&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Yakobus Redemptus Mbusa berkisah tentang sejarah awal terbentuknya gereja Kotakeo&period; Pada 29 Mei 2004&comma; menteri tenaga kerja dan transmigrasi &lpar;Menakertrans&rpar; Yakob Nuwa Wea menjadi pencetus dan donatur utama pembangunan gedung gereja untuk Kotakeo Raya di Wolopau berkapasitas seribu &lpar;1&period;000&rpar; umat&period; Saat itu bertepatan dengan pesta 100 tahun SDK Kota di Kotakeo&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Pembangunan gereja ini memakan waktu 10 tahun&comma; sejak 2004 hingga 2014&period; Uskup agung Ende Mgr Vinsen Sensi Potokota memberkati gereja ini pada 1 Juli 2014&period; Kemudian&comma; sejak 2019&comma; wacana kuasi-paroki Kotakeo didukung penuh umat Paroki Raja sebagai paroki induk&comma;&&num;8221&semi; kisah Yakobus Redemptus Mbusa di Kotakeo&comma; Nagekeo&comma; belum lama ini&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dia menyatakan&comma; komitmen Yakob Nuwa Wea dilanjutkan oleh keluarga besarnya untuk memastikan keberlanjutan pembangunan paroki baru&period; Hati dan pikiran mereka tercurah penuh untuk kampung halaman&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Istri dan anak-anak Yakob Nuwa Wea&comma; ada Mama Ami&comma; Willy&comma; Andi&comma; Audy dan Lusi secara rutin memberikan sumbangan untuk pembangunan&comma;&&num;8221&semi; jelas dia&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Yakobus Redemptus Mbusa yang sebelumnya menjabat sebagai ketua stasi Kotakeo ini menyatakan&comma; paroki Kotakeo mulai diakui sejak 9 Januari 2022&period; Hal itu berlanjut hingga uskup agung Ende Mgr Paulus Budi Kleden SVD menerbitkan SK pada 1 Juni 2025 tentang peresmian gereja baru Kotakeo berpelindung Santo Yakobus Rasul&comma; yang sebelumnya berpelindung Santo Petrus Martir&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Peresmian dengan misa meriam digelar pada Minggu 28 September 2025&comma;&&num;8221&semi; ungkapnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ketua Panitia Ambrosius Piatu mengaku&comma; umat menyambut antusias peresmian gereja baru&period; Inilah titip pelayanan baru untuk umat di Kotakeo Raya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Kami berterima kasih kepada keluarga besar Pak Yakob Nuwa Wea dan semua donatur&comma; termasuk para pastor yang sslama ini membimbing kami&comma;&&num;8221&semi; ujar Ambrosius&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Hal senada diungkapkan Hendrikus Mada&period; Menurut dia&comma; sudah lama umat menunggu paroki dan gereja baru ini&period; Kotakeo adalah daerah yang sangat potensial&comma; baik dari sisi hasil bumi maupun dari sisi sumber daya manusia &lpar;SDM&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Terima kasih untuk keluarga besar Yakob Nuwa Wea&period; Kami bangga&comma; karena anak-anaknya seperti Andi dan Willy selalu ingat kampung halaman&period; Mereka tidak hanya bangun gedung gereja&comma; mereka membantu umat membangun hidup iman&comma;&&num;8221&semi; jelas Hendrikus&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Hendrikus menyatakan&comma; saat ini umat berniat melengkapi gereja dengan bangku kayu dan merias gereja dengan patung Santo Yakobus Rasul&period; &&num;8220&semi;Anak-anak Pak Yakob akan membantu kami dalam pengadaan bangku dan material untuk patung&period; Kami senang sekali&comma;&&num;8221&semi; kata Hendrikus&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Apresiasi juga datang dari Kepala Desa Simon Nuwa yang juga menjadi Penasihat Paroki Kotakeo&period; Kebanggaan sebagai pemimpin lokal membuatnya terharu&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Sangat membanggakan bahwa ada tokoh nasional mampu meyakinkan anak-anaknya membantu kampung halaman&period; Pak Yakob Nuwa Wea jadi inspirasi bagi kita semua&comma;&&num;8221&semi; kata Simon&period;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version