Site icon savanaparadise.com

Sidang Kedua Terdakwa Direktur PT. ADS, JPU: Agendanya Hadirkan Para Saksi

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p><strong>Ende&comma; Savanaparadise&period;com<&sol;strong>&comma;- Pengadilan Negeri Ende kembali menggelar sidang kedua atas kasus investasi bodong yang menyeret Direktur PT&period; ADS&comma; Muhamad Badrun&comma; pada esok hari&comma; Rabu 1 September 2021&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Informasi ini disampaikan oleh Kepala Seksi Tindak Pidana Umum &lpar;Kasi Pidum&rpar; Kejaksaan Negeri Ende&comma; Ema D&period; Prihantono&comma; SH&comma; saat ditemui Savanaparadise&period;com diruang kerjanya&comma; Selasa &lpar;31&sol;8&sol;21&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Menurutnya dalam sidang perdana yang digelar beberapa pekan lalu&comma; tanggal 25 Agustus 2021 berjalan aman dan tertib&comma; dengan agenda sidang pembacaan surat dakwaan&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Tidak ada eksepsi atau keberataan&comma; baik dari terdakwa ataupun penasehat hukumnya&period; Sidangnya digelar secara offline&&num;8221&semi;&comma; jelas Prihantono&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Jadi&comma; kata Prihantono&comma; nanti akan memudahkan kita untuk memanggil para-para saksi&comma; pada sidang lanjutan &lpar;sidang kedua-Red&rpar;&comma; yang digelar besok&comma; 1 September 2021&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Prihantono menjelaskan dalam surat dakwaan&comma; si Badrun kita dakwa dengan pasal 36 ayat 1 UU nomor 10 Tahun 1998 tentang perubahan UU Nomor 7 Tahun 1992 Tentang Perbankan&period; Selanjutnya pasal 69 ayat 1 UU Nomor 21 Tahun 2011 Tentang OJK&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Prihantono juga menjelaskan pada sidang kedua nanti&comma; kita belum tahu&comma; apakah sidangnya dilakukan secara offline atau online karena kita masih menunggu petunjuk dari Ketua Pengadilan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dikatakannya sedangkan untuk sidang esok akan dilanjutkan dengan agenda menghadirkan para saksi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Karena banyaknya saksi dalam berkas perkara&comma; Jelas Prihantono&comma; sehingga pada sidang kedua nanti tidak semua saksi yang akan dipanggil pada persidangan tersebut&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Rencananya&comma; besok kita akan memanggil tiga orang saksi&&num;8221&semi;&comma; bebernya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sementara mengenai aset yang sita&comma; Kasi Pidum Prihantono menyebutkan ada satu buku rekening yang kita terima dari penyidik polda NTT&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Lebih lanjut ia menjelaskan untuk penyitaan sendiri adalah kewenangan penyidik pada waktu proses penyidikan&period; Kita dari tim kejaksaan Negeri Ende hanya menerima satu rekening&comma; sesuai sprin penyitaan&comma; biaya penyitaan&comma; dan penetapan penyitaannya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Buku rekening yang di sita dan diserahkan ke kejaksaan Negeri Ende atas nama PT&period; ADS&&num;8221&semi;&comma; ungkapnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Untuk diketahui&comma; sebelumnya&comma; Jaksa Penuntut Umum &lpar;JPU&rpar; Kejaksaan Negeri Ende pernah memperpanjang masa tahanan terhadap tersangka&comma; Muhamad Badrun&comma; sebanyak 2 kali dengan kurun waktu 30 hari&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dan waktu perpanjang masa tahanan kedua sendiri&comma; selama 30 hari&comma; telah berakhir pada 21 Agustus 2021 kemarin&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Perpanjang masa tahanan terhadap Direktur PT&period; ADS&comma; Muhamad Badrun pada waktu itu&comma; dikatakan Tim JPU karena masing-masing tim ingin menyamakan persepsi untuk mematangkan bagaimana proses penyusunan surat dakwaan&period;<&sol;p>&NewLine;<p><strong>Penulis&colon; Chen Rasi<&sol;strong>&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version