Site icon savanaparadise.com

SIAGA Tata Kelola, Momentum Reformasi Birokrasi dan Tata Kelola Pemerintahan

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>KUPANG&comma;<strong>Savanaparadise&period;Com<&sol;strong>-Provinsi Nusa Tenggara Timur &lpar;NTT&rpar; selalu mendapat stigma termiskin dan tertinggal di Indonesia meskipun memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Karena itu&comma; Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT nomor urut 3&comma; Simon Petrus Kamlasi dan Adrianus Garu atau Paket SIAGA secara sadar menetapkan SIAGA Tata Kelola sebagai salah satu dari Nawa Aksi SIAGA untuk mencapai visi &OpenCurlyDoubleQuote;Mewujudkan masyarakat NTT yang bermartabat&comma; maju&comma; mandiri&comma; adil dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045”&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ketika diwawancarai terkait tata kelola pemerintahan&comma; Calon Gubernur nomor urut 3&comma; Simon Petrus Kamlasi mengemukakan bahwa perlu ada kesadaran dan kemauan politik pemimpin untuk membangun sistem tata kelola pemerintahan yang inklusif dan berkelanjutan sesuai prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik &lpar;good governance&rpar;&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Sosok yang akrab disapa SPK itu membeberkan&comma; SIAGA Tata Kelola akan mentransformasi Tata Kelola Pemerintahan yang akuntabel&comma; berintegritas&comma; inovatif&comma; dan adaptif dengan perkembangan zaman&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Dengan SIAGA Tata Kelola&comma; kita mengharapkan agar birokrasi di NTT bisa menjadi birokrasi yang andal dan berkelas dunia&comma; marena didukung oleh ASN yang cerdas&comma; disiplin&comma; dan sejahtera&period; Untuk itu kita juga harus meningkatkan SDM ASN kita&comma;&&num;8221&semi; terangnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Purnawirawan TNI yang kerap disebut Jenderal Air itu menegaskan bahwa penerapan prinsip-prinsip Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik &lpar;Good Governance&rpar; merupakan landasan bagi terbentuknya sistem&comma; struktur&comma; dan budaya organisasi yang fleksibel serta adaptif atas perubahan lingkungan yang kompetitif serta mampu membangun sistem pengendalian internal dan manajemen risiko yang handal&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Jika terpilih menjadi Gubernur NTT&comma; kata SPK&comma; dirinya bersama Andre Garu berkomitmen untuk melaksanakan prinsip-prinsip Tata Kelola Pemerintahan yang Baik sesuai dengan maklumat Komite Nasional Kebijakan Governance&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ia menyebut&comma; ada lima unsur Good Governance&comma; yang akan diterapkan jika Paket SIAGA memimpin NTT&comma; yakni&comma; transparansi&comma; akuntabilitas&comma; responsif&comma; independen&comma; dan kewajaran atau fairness&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Meningkatkan Kesejahteraan ASN<&sol;p>&NewLine;<p>Salah satu aspek yang ditekankan oleh SPK berkaitan dengan reformasi birokrasi atau tata kelola pemerintahan ini adalah kesejahteraan ASN&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Kita semua tentu sepakat bahwa kita tak bisa bekerja dalam keadaan perut lapar&period; Karena itu kesejahteraan bagi semua yang bekerja keras&comma; bekerja dengan baik harus diperhatikan&period; ASN adalah ujung tombak&period; Jika mereka bekerja dengan baik&comma; maka roda pemerintahan bisa melaju dengan kencang pula&comma;&&num;8221&semi; bebernya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>SPK mengatakan bahwa Paket SIAGA tak ingin ASN bekerja sambil mengeluh karena gaji yang telat atau tunjangan yang tidak dibayar&period; Menurut dia&comma; dibutuhkan kerja sama yang baik antar semua elemen&comma; semua tingkatan birokrasi&comma; juga semua pemangku kepentingan untuk bergerak bersama&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Kalau kita bergerak bersama dalam kegembiraan&comma; dalam niat tulus untuk mengabdi dan melayani&comma; saya pikir tidak sulit untuk menata pemerintahan ini agar bekerja lebih maksimal&comma;&&num;8221&semi; tekadnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Reformasi Birokrasi Tematik<&sol;p>&NewLine;<p>Ada gagasan menarik yang juga dikemukakan terkait reformasi birokrasi&period; SPK menyebutnya Reformasi Birokrasi Tematik&period; Reformasi birokrasi tematik dimaksudkan untuk meningkatkan sinergi dan tata cara kerja ASN atau pegawai agar semakin efisien dan profesional&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Menurut SPK&comma; hal ini selaras dengan program pemerintah pusat melalui Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia &lpar;PANRB&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ia menjelaskan&comma; implementasi reformasi birokrasi tematik ini khususnya dalam penanganan stunting dan pengentasan kemiskinan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Penanganan stunting dan pengentasan kemiskinan perlu didorong melalui lintas sektor&period; Angka stunting di Provinsi NTT masih sangat tinggi&period; Berdasarkan data SKI yang dirilis Kementerian Kesehatan&comma; prevalensi stunting NTT pada tahun 2023 mencapai 37&comma;9 persen&period; Sementara itu&comma; berdasarkan data e-PPBGM&comma; per Februari 2024&comma; prevelensi stunting di NTT sebesar 15&comma;2 persen atau sebanyak 61&period;961 anak stunting&comma;&&num;8221&semi; sebut SPK&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Untuk itu&comma; tata kelola dalam penanganan stunting ini&comma; menurut SPK&comma; harus pake pola-pola yang khusus pula&comma; sehingga percepatan penuruan angka stunting bisa segera terwujud&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Selain untuk menangani stunting&comma; persoalan yang juga krusial adalah kemiskinan&comma; terutama kemiskinan ekstrim&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Jika dipercayakan untuk memimpin&comma; melalui tata kelola yang baik&comma; kita akan berusaha untuk menekan angka kemiskinan menuju di bawah 10 persen&comma;&&num;8221&semi; tegas SPK&period;<&sol;p>&NewLine;<p>SPK menyebut&comma; berdasarkan data Badan Pusat Statistik &lpar;BPS&rpar; 2024&comma; NTT menjadi salah satu provinsi dengan persentase penduduk miskin tertinggi di Indonesia&comma; yaitu sebesar 19&comma;48 persen&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Angka ini jauh di atas rata-rata kemiskinan nasional sebesar 9&comma;54 persen&comma;&&num;8221&semi; imbuhnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Karena itu&comma; lanjut SPK&comma; arah kebijakan reformasi birokrasi ke depan adalah birokrasi yang bersih&comma; efektif&comma; dan berdaya saing dengan Digital Governance&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Guna mencapai tujuan itu&comma; diperlukan digital structure&comma; digital competence&comma; dan digital culture agar selaras dengan tekad transformasi digital di pemerintahan&comma;&&num;8221&semi; paparnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Paket SIAGA akan menjadikan 19 ribuan ASN sebagai pasukan SIAGA yang mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi&comma; termasuk untuk diterapkan pada pelayanan kemasyarakatan dan pembangunan&comma;&&num;8221&semi; tandasnya&period;&ast;&ast;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version