Site icon savanaparadise.com

Sepatu Ulat Sutra Samia, UMKM BRI Naik Kelas Hingga ke Mancanegara

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Jakarta&comma; Savanaparadise&period;com&comma; – Membantu pelaku usaha memperluas pasar dan branding menjadi salah satu komitmen berkelanjutan BRI dalam mendorong para pelaku UMKM naik kelas dalam meningkatkan skala usahanya&period; Seperti yang terjadi pada Koperasi KUPU Sutera atau Koperasi Karya Usaha Petani Unggul Sutera asal Malang&comma; Jawa Timur&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Produk unggulan KUPU Sutera adalah sepatu serat alam awal berbahan sutra dari pengolahan ulat sutra samia&period; Pemilik KUPU Sutera Arianto Nugroho &lpar;47&rpar; menceritakan bahwa dirinya menekuni budidaya ulat sutra pada tahun 2015&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Saat itu&comma; dia dikenalkan salah seorang kolega kepada seorang akademisi asal Taiwan&comma; Profesor Zhang&period; Zhang sedang mencari potensi di negara-negara berkembang dengan kondisi alam yang mendukung untuk budidaya ulat sutra samia guna keperluan industri kain sutra di negaranya&period; Selain Indonesia&comma; kata Arianto&comma; Zhang juga membidik Thailand&comma; Vietnam dan Ethiopia&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Di Indonesia&comma; Zhang melakukan seleksi&period; Arianto bukan calon tunggal&period; Namun&comma; Arianto terpilih karena mampu mengembangkan ulat sutera dengan baik serta memenuhi kualitas yang dibutuhkan&period; Setelah terpilih Arianto meninggalkan usaha lamanya sebagai petani lobak yang diekspor ke Jepang&period; Dia pun merekrut beberapa petani dan anak muda untuk merintis usaha sutera yang awalnya baru berjumlah sekitar 30 orang&period; Arianto pun mengekspor kepompong ulat sutra ke Taiwan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sayangnya&comma; usaha tersebut tidak bertahan lama karena terbentur regulasi&comma; di mana pemerintah Indonesia menetapkan ekspor harus dalam bentuk barang setengah jadi atau barang jadi&comma; bukan bahan baku industri&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Saya tidak bisa kirim &lpar;ekspor&rpar; dan Taiwan tidak bisa nerima&period; Sempat bingung mau ngapain akhirnya kami riset dan dijadikan benang&period; Dan sampai sekarang kami inovasi terus jadi kain&comma;” ujarnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ternyata&comma; ada banyak hal yang mendorong Arianto untuk terus berkembang&period; Sutra dari ulat sutra samia sangat diminati oleh negara luar karena termasuk eco friendly&period; Dalam pemanfaatannya tidak membunuh bakal ngengat dari ulat&period; Kemudian&comma; bisa dicampur dengan bahan lain seperti kapas&comma; rayon dan sebagainya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Selain itu&comma; melalui pengembangan ulat sutra Arianto dapat membentuk ekosistem ekonomi yang kuat&period; Seperti pemberdayaan komunitas penyandang disabilitas dalam proses produksi sepatu serat alam miliknya&period; Pihaknya pun sudah melakukan kolaborasi usaha dengan kelompok usaha tenun kain songket di Lombok&period; Pada 21 April&comma; dia pun akan menjajaki kerja sama dengan pelaku UMKM lainnya di Sulawesi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Kami terus melakukan edukasi kepada masyarakat lokal setempat&comma; agar mereka dapat memanfaatkan kearifan lokal&comma; jadi tidak hanya bergantung pada impor&period; Kami berdayakan masyarakat dari budidaya&comma; pintal tenun&comma; menjadi produk sepatu dan sebagainya dalam satu lingkaran menjadi satu ekosistem usaha&period; Di sini kami melibatkan komunitas disabilitas&period; Dari petani&comma; dari ibu-ibu setiap daerah kami bagi peran jadi satu lingkaran ekosistem usaha&period; Setelah kita tenun kami kembalikan ke teman artisan&comma; semua produk fashion dan tidak hanya sepatu&comma;” ujarnya menjelaskan&period;<&sol;p>&NewLine;<p><strong>Diberdayakan BRI<&sol;strong><&sol;p>&NewLine;<p>Ketika usahanya mulai menanjak&comma; Arianto pun mengakui mendapat sokongan dari BRI sejak 2021&period; &OpenCurlyDoubleQuote;Untuk pemasaran BRI mendukung kami karena ini melibatkan padat karya&period; Terus dari segi branding BRI juga mendukung kami&period; Selain itu&comma; kedepan ketika kami ingin memperluas usaha&comma; BRI sudah siap untuk akses permodalan” ujarnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Pembinaan yang dilakukan BRI yakni melalui pelatihan yang diadakan bagi para pelaku UMKM&period; Bahkan pada 21 April mendatang pihaknya akan kembali mendapatkan pelatihan bagi komunitas disabilitas yang terlibat dengan usaha Arianto&period; Pihaknya pun kerap diundang BRI dalam berbagai acara yang melibatkan pelaku UMKM&comma; salah satunya BRI UMKM EXPO&lpar;RT&rpar; BRILIANPRENEUR&period; Hingga saat ini&comma; komunitas usahanya telah melibatkan sekitar 200 orang&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Jumlah itu menurun akibat pandemi dari sekitar 800 orang&period; Melalui pembinaan dari BRI&comma; Arianto berharap dapat memperbesar usahanya untuk lebih memberdayakan masyarakat lokal dan memperkuat ekonomi di daerah&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Terkait hal tersebut Direktur Bisnis Mikro BRI Supari mengatakan pemberdayaan memang tidak hanya melalui akses permodalan&period; Perluasan akses pasar dan branding melalui pembinaan&comma; pelatihan serta memfasilitas seperti melalui event BRI UMKM EXPO&lpar;RT&rpar; BRILIANPRENEUR juga merupakan komitmen berkelanjutan dari pihaknya untuk mendorong pelaku UMKM naik kelas dan memperbesar skala usahanya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Ini merupakan salah satu langkah nyata sekaligus komitmen BRI sebagai agent of development untuk memajukan UMKM Indonesia&period; Melalui berbagai pelatihan dan workshop&comma; ditambah dengan pembinaan lainnya&comma; saya yakin pelaku UMKM Indonesia akan lebih siap dan mampu bersaing di kancah internasional&period; Kami pun mendukung secara langsung upaya peningkatan kapasitas produksi dan kualitas pelaku UMKM yang terus ditingkatkan&comma;” ujarnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dengan demikian&comma; tambah Supari&comma; pelaku usaha diharapkan memiliki semangat untuk terus mengembangkan usahanya dan memberdayakan masyarakat sekitar&period; Sehingga ekonomi masyarakat di wilayah usaha binaan BRI lebih berdaya melalui pemanfaatan potensi dari sumber daya lokal&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Karena sejatinya pemberdayaan UMKM yang merupakan upaya inklusi keuangan adalah salah satu jalan pengentasan kemiskinan dan pemerataan ekonomi&comma;” pungkasnya menegaskan&period;&lpar;SP&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version