Site icon savanaparadise.com

Senator Paul Liyanto Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan Bagi Guru Di Maumere

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>Maumere&comma; Savanaparadise&period;com&comma;- Senator atau Anggota Dewan perwakilan Daerah &lpar;DPD&rpar; RI&comma; Abraham paul Liyanto terus melakukan sosialisasi empat pilar ke berbagai pelosok di NTT&period; dalam salah satu lawatannya Ke Kabupaten Sikka&comma; Paul Liyanto menyempatkan diri untuk bertemu dengan pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia &lpar;PGRI&rpar; dan Para Guru sekaligus menjadi pembicara pada seminar yang bertajuk Sosialisasi empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara &period; <&sol;p>&NewLine;<p>Sosilisasi yang berlangsung Aula SMAK St&period; Gabriel Maumere&comma; sabtu&comma; 20 Juni 2015 ini dihadiri oleh Pengurus PGRI Kabupaten Sikka dan guru-guru dari 50 sekolah di Maumere&period; Dalam kesempata tersebut Paul Liyanto banyak menjelaskankan soal Pancasila dan perubahan konstitusi&period; <&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote; UUD 1945 sudah mengalami perubaham sebanyak empat kali perubahan&period; Perubahan pertama dilakukan pasca reformasi lahir yakni periode MPR tahun 1999-2002&comma;” Jelasnya&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Dijelaskannya Perubahan UUD 1945 yang telah dilakukan mengatur 3 hal penting yakni&comma; pertama&comma; Pembatasan kekuasaan organ-organ negara&period; Kedua&comma; untuk mrengatur hubungan antar lembaga-lembaga negara dan Ketiga&comma; untuk mengatur hubungan kekuasaan antar lembaga-lembaga negara dengan warga negara&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Pada sesi tanya jawab peserta lebih banyak bertanya soal kendala yang mereka alami sehari-hari&period; salah seorang guru SMA&comma; Mikael Ladur bertanya soal amanat Pasal 31&comma; ayat 4 UU Pendidikan Nasional disyaratkan bahwa anggaran pendidikan harus dialokasikan sebesar 20&percnt; dari total APBN yang ada&comma; namun pada kenyataannya saat ini baru mencapai 11 &percnt; saja&period; Kapan baru bisa mencapai 20 &percnt;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ladur Juga bertanya soal Tentang wacana pembangunan gedung DPR-RI&comma; perlu diperhatikan agar jangan sampai banyak pejabat negara yang masuk penjara akibat adanya proyek2 besar&period; Karena itu perlu merancang kembali UU anti Korupsi &lpar;KKN&rpar; bagi para pejabat negara&comma; agar jangan sampai mereka masuk penjara semua&period; Ladur juga meminta dukungan Paul Liyanto Untuk pemekaran Provinsi Flores&period;<&sol;p>&NewLine;<p><a href&equals;"http&colon;&sol;&sol;www&period;savanaparadise&period;com&sol;wp-content&sol;uploads&sol;2015&sol;06&sol;paul-liyanto-maumere&period;jpg"><img src&equals;"http&colon;&sol;&sol;www&period;savanaparadise&period;com&sol;wp-content&sol;uploads&sol;2015&sol;06&sol;paul-liyanto-maumere&period;jpg" alt&equals;"paul liyanto maumere" width&equals;"500" height&equals;"281" class&equals;"aligncenter size-full wp-image-130249" &sol;><&sol;a> &NewLine; &NewLine;<&sol;p>&NewLine;<p>Dalam jawabannya&comma; Paul Liyanto mengatakan Tentang proporsi anggaran pendidikan sebesar 20 &percnt; dan di Sikka baru mencapai 11 &percnt; saja&comma; perlu ditanyakan kepada DPRD Kabupaten&period; karena secara nasional aturannya harus 20 &percnt;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Terkait pemekaran provinsi Flores&comma; Paul Liyanto mengatakan Untuk Daerah Otonomi Baru &lpar;DOB&rpar; yang belum selesai saat ini maka tetap akan dibahas&comma; namun sudah harus mengikuti kebijakan didalam UU yang baru yaitu paling cepat di uji coba selama 3 tahun&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dalam kesempatan itu juga Paul Liyanto menjelaskan soal akan Pembangunan gedung kantor di daerah&period; Pembangunan tersebut menurutnya karena DPD-RI berkantor di daerah dan bersidang di Jakarta&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote; DPD-RI mewakili daerah sehingga kantor didaerah akan berfungsi untuk menyerap berbagai aspirasi masyarakat daerah&period; Kantor DPD-RI di NTT diharapkan tahun 2015 ini selesai dibangun&comma;” Jelasnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ketua PGRI Sikka&comma; Robert Lodan kepada paul LIyanto melaporkan tentang surat edaran Menpan yang melarang guru negeri ditempatkan di sekolah swasta&period; Lodan meminta bantuan Paul Liyanto untuk memperjuangkan agar edaran ini jangan sampai diterapkan karena sangat merugikan sekolah swasta di Sikka&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Terkait laporan tersebut Paul Liyanto berjanji akan akan diperhatikan untuk disampaikan kepada pihak yang berwenang di pusat&period;&lpar;Adv&sol;SP&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version