Site icon savanaparadise.com

Senator Medah Mantapkan Komitmen Empat Pilar di Amabi Oefeto

Kupang, Savanaparadise.com,- Senator/Anggota MPR/DPD RI dari Provinsi Nusa Tenggara Timur Drs. Ibrahim Agustinus Medah memantapkan komitmen Empat Pilar Kebangsaan di pedalaman Pulau Timor tepatnya di Gedung Jemaat Betesda Sufa, Desa Fatukanutu Kecamatan Amabi Oefeto Kabupaten Kupang, Selasa (11/8/2015).

Tampil dalam acara sosialisasi yang dihadiri sekitar 200 orang itu Ibrahim Medah mengatakan, Empat Pilar Kebangsaan merupakan tonggak penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, karena di dalam Pancasila terdapat landasan atau dasar dari nilai-nilai luhur Bangsa Indonesia yang sampai sekarang menjadi panutan. Sedangkan UUD 1945, dijelaskannya, mengatur norma-norma atau sebagai aturan Hukum dalam kehidupan bermasyarakat.

“NKRI adalah wilayah yang bangsa Indonesia tempati dari Sabang sampai Merauke, dari Sangir Talaut samapi Rote adalah harga mati untuk dijaga dan dipertahankan oleh seluruh lapisan masyarakat dan Bhinneka Tunggal Ika adalah sebagai lambang pemersatu Bangsa Indonesia yang beraneka ragam perbedaannya,” kata Medah.

Mantan Bupati Kupang dua periode itu mengingatkan warga di Desa Fatukanutu Kecamatan Amabi Oefeto Kabupaten Kupang untuk tetap mempertahankan dan melesatrikan nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan diantaranya Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika. Pasalnya, empat pilar itu terkandung tradisi-tradisi posetif yang diwarisakan oleh para pendahulu.

“Seperti kerja sama, gotong royong, serta toleransi antar umat beragama, dan ini perlu kita lestarikan kepada semua kita dan anak cucu kita,” kata anggota Komite II DPD RI itu. Nara sumber lainnya dalam sosialisasi itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kupang Jerry Manafe mengatakan, para aparat pemerintah dan penyelenggara negara mesti lebih intens diberikan pemahaman yang lebih baik tentang Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara untuk meminimalisir tindakan koruptif yang merugikan masyarakat.

“Selain sosialisasi itu dilakukan kepada masyarakat, sangat penting juga dilakukan bagi aparat kemanan kita untuk lebih tegas bersikap ketika muncul ancaman terhadap keutuhan Negara baik dari dalam maupun dari luar,” katanya.

Pimpinan Jemaat Betesda Sufa Desa Fatukanutu, Pdt. Daud Tari mengatakan, Pancasila dan Agama adalah dua prinsip hidup manusia yang paralel, karena prinsip-prinsip Pancasila, merupakan juga prinsip-prinsip Agama sehingga jika menjalankan Agama dengan benar maka sama halnya dengan menjalankan Pancasila dengan benar pula.

Ia menyarankan agar, Penataran P4 yang dulu pernah dilakukan bagi siswa-siswi di sekolah kembali dimunculkan agar para generasi muda lebih dini memahami Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara dan lebih mencintai bangsa Indonesia.

Warga Desa Fatukanutu, Yohanis Ton pada kesempatan itu mengatakan, sangat urgen untuk membentuk Kelembagaan di Daerah untuk mambantu MPR RI dalam mensosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan sehingga efektif sampai ke seluruh lapisan masyarakat. Ia juga menyoroti masuknya generasi muda Indonesia dalam organisasi radikal seperti ISIS.

“Itu terjadi karena faktor ekonomi yang menuntutnya bergabung dengan ISIS. Pemerintah mesti menyediakan lapangan-lapangan kerja untuk menampung generasi muda Indonesia,” katanya.(SP)

Exit mobile version