Site icon savanaparadise.com

Senator Ibrahim Medah Bangkitkan Semangat Pengamalan Empat Pilar di Rote Ndao

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p><img src&equals;"http&colon;&sol;&sol;www&period;savanaparadise&period;com&sol;wp-content&sol;uploads&sol;2016&sol;06&sol;medah-empat-pilar&period;jpg" alt&equals;"medah empat pilar" width&equals;"700" height&equals;"466" class&equals;"aligncenter size-full wp-image-215973" &sol;> &NewLine; &NewLine;<&sol;p>&NewLine;<p>Ba’a&comma; Savanaparadise&period;com&comma;- Senator&sol;Anggota MPR dari DPD asal NTT Drs&period; Ibrahim Agustinus Medah berkesempatan untuk membangkitkan semangat penghayatan dan pengamalan nilai-nilai yang terkandung dalam Empat Pilar Kebangsaan bagi masyarakat di Desa Mukekuku&comma; Kecamatan Rote Timur&comma; Kabupaten Rote Ndao&period; Keempat Pilar Kebangsaan itu adalah Pancasila&comma; Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945&comma; Negara Kesatuan Republik Indonesia&comma; dan Bhinneka Tunggal Ika&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Acara yang dikemas dalam bentuk Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan itu berlangsung di Gedung Gereja Laharoi Danalon&comma; Desa Mukekuku&comma; Kecamatan Rote Timur&comma; Kabupaten Rote Ndao&comma; Jumad &lpar;3&sol;6&sol;2016&rpar; itu dihadiri sekitar 150 orang yang terdiri dari aparat pemerintah desa&comma; tokoh masyarakat&comma; tokoh agama&comma; tokoh pemuda&comma; petani dan nelayan&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Ibrahim Medah saat itu menjelaskan&comma; MPR terdiri atas Anggota DPR dan Anggota DPD yang dipilih melalui pemilihan umum dan merupakan lembaga permusyawaratan rakyat yang berkedudukan sebagai lembaga negara&period; &OpenCurlyDoubleQuote;Dan saya yang bapa mama pilih waktu Pemilu menjadi salah satu anggotanya yang bertugas memasyarakatkan ketetapan MPR&comma; Memasyarakatkan Pancasila&comma; Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945&comma; Negara Kesatuan Republik Indonesia&comma; dan Bhinneka Tunggal Ika&comma; Mengkaji sistem ketatanegaraan&comma; Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945&comma; serta pelaksanaannya dan Menyerap aspirasi masyarakat berkaitan dengan pelaksanaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945&comma;” jelas Medah&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dikatakannya&comma; tujuan diselenggarakan sosialisasi itu diantaranya untuk meningkatakan pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap Pancasila&comma; Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945&comma; Negara Kesatuan Republik Indonesia&comma; Bhinneka Tunggal Ika dan Ketetepan MPR&period; Juga untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya seluruh penyelenggara pemerintah dan masyarakat memahami serta menerapkan nilai-nilai luhur bangsa dalam kehidupan sehari-hari&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kepala Desa Mukekuku&comma; Johanis Th&period; Latumanase pada kesempatan itu mengatakan&comma; sebagai masyarakat di pedesaan merasa aneh dengan Bangsa Indoensia karena meskipun memiliki Empat Pilar Kebangsaan tetapi masih terjadi penindasana terhadap bangsa sendiri yang dilakukan oleh kelompok-kelompok yang mengatasnamakan suku&comma; agama dan RAS&period; <&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Kami harapkan agar Bapak Senator Medah bisa menyuarakan aspirasi kami ini di pusat agar pemerintah bisa lebih tegas terhadap orang-orang yang melakukan penindasan&comma;” katanya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Tokoh masyarakat di Desa Mukekuku Win Lango&comma; saat itu mempertanyakan tentang komitmen dan tanggungjawab pemerintah pusat terhadap masyarakt di Kabupaten Rote Ndao yang berbatasan dengan Australia&comma; karena perlindungan terhadap warga negara Indonesia di Rote Ndao belum maksimal&period; &OpenCurlyDoubleQuote;Banyak nelayan kita dari Papela&comma; Rote Timur yang ditangkap sepihak oleh Australia ketika sedang melaut&comma; padahal itu masih di wilayah Indonesia&comma;” katanya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Terhadap masukan yang dikemukakan itu Senator Ibrahim Agustinus Medah berkomitmen untuk memperjuangkannya di tingkat pusat agar menjadi perhatian serius&comma; karena mengingat wilayah Rote Ndao merupakan daerah terdepan yang berbatasan dengan Australia&period;&lpar;LTL&sol;SP&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version