Site icon savanaparadise.com

Semakin Berkembang Diberdayakan BRI, Warung Legendaris di Pasar Beringharjo Ini Laris Manis Pada Saat Libur Lebaran

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>Yogyakarta&comma; Savanaparadise&period;com&comma; – Setiap kunjungan ke Yogyakarta terasa kurang lengkap rasanya tanpa mencicipi kuliner khas di sana&period; Salah satu yang tak boleh dilewatkan adalah Warung Bu Sum&comma; tempat makan legendaris di Pasar Beringharjo yang telah melayani pelanggan selama lebih dari enam puluh tahun&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Meski telah berdiri sejak lama&comma; warung ini tetap mempertahankan eksistensinya dan selalu dipadati oleh pengunjung&period; Semuanya berkat keunikan cita rasa dan konsistensi kualitas yang membuatnya menjadi destinasi kuliner favorit bagi para pelanggan setia&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Udiyanti&comma; penerus generasi ketiga dari Warung Bu Sum&comma; menceritakan bahwa usaha ini dulunya merupakan tempat makan kecil biasa yang bahkan tidak memiliki nama&period; Namun&comma; seiring berjalannya waktu&comma; Warung Bu Sum kini semakin berkembang dan sukses meraih omzet hingga belasan juta rupiah&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Warung Bu Sum ini terkenal akan kuliner &OpenCurlyQuote;Sate Kere’ yang terbuat dari sandung lamur &lpar;daging sapi dengan lapisan lemak&rpar; yang dibakar dengan bumbu rempah dan kecap&period; Selain itu&comma; ada juga menu lainnya yang tak kalah menggiurkan dan diminati oleh para pelanggan yang berkunjung&comma; seperti gulai sapi hingga soto daging&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Di sini memang makanannya khas Jawa semua&period; Kalau yang favorit ada sate kere yang terbuat dari daging sapi&comma; tapi ada juga sate ayam&comma; nasi gudeg&comma; mangut lele&comma; dan lainnya&period; Untuk jam operasionalnya sendiri mulai dari jam 6 pagi hingga 4 sore setiap harinya&comma; karena kita masih ikut jam buka-tutup pasar&comma;” ujar Udiyanti&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Menariknya&comma; tempat makan yang satu ini masih mempertahankan cara memasak yang tradisional&comma; yakni dengan menggunakan anglo kecuali untuk kuahnya&period; Jika makan langsung di warung&comma; para konsumen akan bisa mencium sendiri aroma rempah yang gurih dan nikmat yang bisa menambah selera makan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Udiyanti juga bercerita bahwa usaha turun-temurun yang ditekuninya tersebut kini menghasilkan omzet hingga jutaan rupiah setiap harinya&comma; tak terkecuali ketika momen Lebaran tiba&period; &OpenCurlyDoubleQuote;Selama Lebaran&comma; kami tutup 2 hari&period; Di hari ke-3 baru buka kembali&period; Dan mulai dari hari ke-3 ini sudah kembali ramai dan bisa bertahan sampai libur sekolah anak-anak selesai&comma;” tuturnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p><strong>Semakin Berkembang dengan Pendanaan dari BRI<&sol;strong><&sol;p>&NewLine;<p>Udiyanti mengakui bahwa berkembangnya Warung Bu Sum hingga sebesar sekarang bukan hanya hasil dari kerja keras semata&period; Dukungan pendanaan UMKM dari BRI juga menjadi salah satu faktor penting yang membantu warung legendaris ini tumbuh dan bertahan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dirinya pertama kali mengetahui program pendanaan UMKM dari BRI saat bank tersebut mengadakan Grebek Pasar di Pasar Beringharjo&period; Saat itu&comma; Warung Bu Sum mendapat tawaran untuk mengajukan pendanaan&period; Awalnya&comma; ia sempat ragu dan khawatir&comma; takut prosesnya rumit atau pinjamannya tidak disetujui&period; Namun&comma; kekhawatiran itu sirna setelah ia merasakan sendiri betapa mudah dan cepatnya proses pengajuan pinjaman di BRI&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Pertama kali saya pinjam KUR BRI itu totalnya sekitar Rp50 juta&period; Lalu&comma; saya ajukan pinjaman lagi sebesar Rp100 juta&comma; Rp150 juta&comma; dan terakhir Rp250 juta&period; Jadi totalnya ada empat kali pengajuan pinjaman&period; Kebanyakan digunakan untuk mengembangkan usaha warung saya&comma; seperti membeli etalase yang lebih besar dan bagus&comma; menambah meja dan kursi&comma; membeli kulkas dan freezer&comma; dan sekaligus jadi modal tambahan juga&comma;” lanjutnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Hadirnya program pendanaan UMKM dari BRI ini tentunya membuat Udiyanti sangat terbantu&period; Pasalnya&comma; warung makan yang dulu hanya kecil-kecilan&comma; kini bisa semakin besar dan dikenal semenjak mendapatkan bantuan dana dari BRI&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Program ini sangat membantu&comma; karena pelayanan dari BRI juga lancar dan mempermudah&period; Kalau ada kebutuhan tertentu juga prosesnya cepat dan langsung ditolong&period; Saya cukup puas dan senang dengan kehadiran dari program pendanaan untuk UMKM dari BRI&period; Saya harap&comma; program ini tetap bisa membantu para UMKM kecil sampai bisa sesukses usaha saya&comma;” tutupnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Pada kesempatan terpisah&comma; Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi mengungkapkan bahwa BRI terus menunjukkan komitmennya dalam mengimplementasikan Asta Cita guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat &lpar;KUR&rpar; kepada UMKM&period; Dengan semakin luas akses pembiayaan melalui KUR&comma; semakin banyak pelaku usaha yang dapat bertumbuh&comma; berkembang&comma; dan berkontribusi lebih besar dalam mendukung ketahanan ekonomi nasional&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Kisah warung legendaris Bu Sum di Yogyakarta dapat menjadi cerita inspiratif&comma; bagaimana pendanaan KUR BRI dapat membantu pengusaha UMKM untuk dapat terus mengembangkan dan memperluas usaha&comma;” imbuhnya&period;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version