Site icon savanaparadise.com

Selidiki Penyebab Kematian TKW Dolfina, Bupati TTU Pergi ke Malaysia

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<figure id&equals;"attachment&lowbar;254798" aria-describedby&equals;"caption-attachment-254798" style&equals;"width&colon; 700px" class&equals;"wp-caption aligncenter"><img class&equals;"size-full wp-image-254798" src&equals;"http&colon;&sol;&sol;www&period;savanaparadise&period;com&sol;wp-content&sol;uploads&sol;2016&sol;11&sol;bupati-ttu-kapolda&period;jpg" alt&equals;"Bupati TTU raymundus Sau Fernandez" width&equals;"700" height&equals;"393" &sol;><figcaption id&equals;"caption-attachment-254798" class&equals;"wp-caption-text">Bupati TTU raymundus Sau Fernandez<&sol;figcaption><&sol;figure>&NewLine;<p>Kupang&comma; Savanaparadise&period;com&comma;- Bupati Timor Tengah Utara &lpar;TTU&rpar;&comma; Nusa Tenggara Timur &lpar;NTT&rpar;&comma; Raymundus Sau Fernandez dan tim Satuan Tugas anti-perdagangan manusia akan berangkat ke Malaysia untuk mengecek penyebab kematian tenaga kerja wanita &lpar;TKW&rpar; Dolfina Abuk&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Hal itu disampaikan Bupati Raymundus saat menggelar audiens dengan Kapolda NTT Brigjen Estasius Widyo Sunaryo di Markas Polda NTT&comma; Selasa &lpar;1&sol;11&sol;2016&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Raymundus yang datang bersama tim Satgas yang terdiri dari unsur pemerintah&comma; TNI&comma; polisi&comma; jaksa&comma; LSM dan wartawan ini ingin mengetahui lebih lanjut apakah otopsi ulang terhadap jenazah Dolfina bisa dilakukan lagi&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Jadi keluarga Dolfina mencurigai hilangnya organ tubuh bagian dalam Dolfina sehingga mereka meminta kalau bisa pemerintah mengecek kembali organ tubuh bagian dalam&comma; apakah masih ada atau tidak&comma;&&num;8221&semi; kata Raymundus&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Sehingga hari ini kami beraudiensi dengan Kapolda NTT agar kami mengetahui lebih lanjut prosedur apakah otopsi bisa dilakukan atau tidak&comma;” lanjut dia&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Raymundus mengaku&comma; secara hukum ia masih awam soal otopsi&period; Oleh karena itu&comma; pihaknya ingin mendapatkan informasi soal otopsi ini dari kepolisian&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Terkait penanganan kasus Dolfina Abuk di TTU&comma; saat ini sedang berproses di Pengadilan Negeri Kefamenanu&period; Raymundus berharap&comma; para pihak yang melanggar hukum mendapat hukuman berat&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kapolda NTT Brigjen Polisi EstasiusWidiyo Sunaryo mengatakan&comma; soal otopsi merupakan kewenangan Kepolisian Diraja Malaysia&comma; karena Polda NTT tidak menangani dugaan pembunuhan Dolfina Abuk&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Bila pihak keluarga korban ingin mengetahui apakah masih ada organ tubuh dalam jasad korban&comma; mungkin masih bisa dilakukan otopsi ulang oleh Polda NTT&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Namun saat ini tentu akan semakin sulit melakukan otopsi mengingat kondisi jasad yang sudah hancur&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Ini sudah enam bulan&comma; saya khawatir kondisi jasad sudah hancur&period; Penjelasan dari dokter forensik kepolisian mengatakan&comma; kalau sudah lebih dari satu bulan mungkin masih bisa&period; Tapi kalau sudah enam bulan akan sulit karena kondisi jasad yang sudah hancur&comma;” kata Sunaryo&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Untuk hasil otopsi jasad Dolfina&comma; lanjut Sunaryo&comma; tidak ditemukan sebaran penjualan organ tubuh seperti yang diberitakan oleh media-media di Indonesia&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Surat ini tertanggal 10 Mei 2016 disampaikan kepada ibu Kartika dari pihak Konsulat Indonesia di Kuala Lumpur&period; Salah satu kesimpulan hasil otopsi adalah Pending Laboratorium Investigasi&comma;” jelas Sunaryo&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Sunaryo menerangkan&comma; berdasarkan hasil otopsi tersebut tidak ditemukan luka-luka fatal yang menyebabkan kematian bagi korban Dolfina Abuk&period; Namun penyebab kematian Dolfina tidak disebutkan dengan jelas&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Mendengar penjelasan itu&comma; Raymundus bersama tim akhirnya sepakat untuk pergi ke Malaysia mengecek penyebab kematian Dolfina&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Kalau otopsi ulang merupakan pilihan yang sangat sulit karena kondisi jasad yang sudah hancur&period; Jadi pilihan kita yakni berangkat ke Malaysia bersama tim dan penyidik Polda NTT untuk kita mengecek penyebab kematian Dolfina&comma;” ujar Raymundus&period;&lpar;SP&sol;Hmsttu&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version