Site icon savanaparadise.com

Sebanyak 5 Dari 16 KK Korban Bencana Sosial di Ende Mengungsi di Hutan

Tenda Pengungsi Korban Bencana Sosial di Desa Woloara, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende (Foto: Kepala Desa Woloara, Robertus Riwu)

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p><strong>Ende&comma; Savanaparadise&period;com<&sol;strong>&comma;- Tidak sedikitnya 16 Kepala Keluarga &lpar;KK&rpar; korban eksekusi lahan mengungsi ke Desa Woloara&comma; Kecamatan Kelimutu&comma; Kabupaten Ende&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sebelumnya&comma; ke 16 KK ini merupakan warga yang berdomisili di kampung Potu&comma; Desa Koanara&comma; Kecamatan Kelimutu&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Namun&comma; pasca eksekusi lahan yang terjadi pada Rabu &lpar;26&sol;01&sol;22&rpar;&comma; ke 16 KK terpaksa harus mengungsi karena seluruh rumah milik mereka di gusur oleh pihak yang memenangkan perkara secara berturut-turut hingga sampai di tingkat PK&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Kepala Desa Woloara&comma; Robertus Riwu&comma; ketika dihubungi Savanaparadise&period;com melalui via telepon&comma; Selasa &lpar;01&sol;02&sol;22&rpar; membenarkan hal tersebut&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Menurutnya&comma; korban bencana sosial ini mengungsi sejak pertama kali lahan dan rumah mereka tinggal digusur oleh pihak yang memenangkan perkara&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Sejak pertama tempat tinggal mereka di eksekusi&comma; mereka langsung melakukan pendekatan dengan keluarganya yang ada di Desa Woloara dan mereka langsung pindah&period; Soalnya tidak ada rumah&&num;8221&semi;&comma; terang Kades Rebertus&period;<&sol;p>&NewLine;<figure id&equals;"attachment&lowbar;382717" aria-describedby&equals;"caption-attachment-382717" style&equals;"width&colon; 917px" class&equals;"wp-caption aligncenter"><a href&equals;"https&colon;&sol;&sol;www&period;savanaparadise&period;com&sol;wp-content&sol;uploads&sol;2022&sol;02&sol;IMG&lowbar;20220201&lowbar;171621&period;jpg"><img class&equals;"size-full wp-image-382717" src&equals;"https&colon;&sol;&sol;www&period;savanaparadise&period;com&sol;wp-content&sol;uploads&sol;2022&sol;02&sol;IMG&lowbar;20220201&lowbar;171621&period;jpg" alt&equals;"" width&equals;"917" height&equals;"492" &sol;><&sol;a><figcaption id&equals;"caption-attachment-382717" class&equals;"wp-caption-text">Pemdes Desa Woloara bersama Pengungsi Korban Bencana Sosial<&sol;figcaption><&sol;figure>&NewLine;<p>Kades Robert menyebutkan jumlah mereka semua sebanyak 16 KK 57 Jiwa yang terdiri dari 40 orang dewasa dan 17 Anak-anak&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dikatakan dari 16 KK&comma; 2 KK nya memilih tinggal di Desa tetangga bersama keluarganya dan yang lainnya memilih tinggal di Desa Woloara&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Untuk yang ditinggal di Desa Woloara&comma; urai Robert&comma; sebanyak 5 KK tinggal di hutan dengan membangun tenda darurat beratapkan terpal yang dibantu oleh sebagian warga Desa Woloara&period; Sedangkan yang lainnya memilih tinggal bersama keluarganya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Ada 5 KK yang tinggal di hutan&period; Kita sudah mengajak mereka untuk pindah&period; Tapi mereka bilang &&num;8220&semi;biar sudah kami tinggal di sini&period; Karena kami merasa nyaman di sini&&num;8221&semi;&&num;8221&semi;&comma; tutur Robert&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Menurut Robert sejauh ini dirinya sudah berkonsultasi dengan Dinas Sosial terkait keadaan korban bencana sosial termasuk membantu warga ini dalam bentuk tenda&period; Namun pihak Dinas Sosial meminta kami untuk bersurat ke Bupati&comma; DPRD&comma; dan BPBD&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Kemarin sudah ada yang memberikan bantuan&comma; itu dari SLB dan Bruder&period; Hari ini dari DPD RI Angelo Wake Kako dan itu disaksikan langsung oleh kami dari Pemerintah Desa Woloara&&num;8221&semi;&comma; tandasnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kepala Dinas Sosial Kabupaten Ende&comma; Okto Suna kepada SP mengatakan saat ini pihak sudah meminta Kepala Desa Woloara untuk mendata secara riil korban bencana sosial&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Selain itu&comma; jelas Okto&comma; Ia juga meminta Kepala Desa untuk membuat surat ke Bupati tembusan Dinas Sosial&comma; BPBD&comma; dan juga DPRD Ende&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Inikan masuk kategori bencana sosial&period; Misalnya besok suratnya masuk&period; Kita langsung eksekusi&period; Tapi kalau soal tenda kami di sini tidak ada&period; Kalau terpal mungkin ada&&num;8221&semi;&comma; jelasnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p><strong>Penulis&colon; Chen Rasi<&sol;strong><&sol;p>&NewLine;<p><strong>Editor&colon; Yuven Abi<&sol;strong>&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version