Site icon savanaparadise.com

Sari Kofi, Sang Orator Yang Diwisuda Dengan Predikat Lulusan Terbaik

Maria Rosari Kofi, SP Wisudawati terbaik yang sempat viral karena orasinya pada saat aksi Cipayung TTU beberapa waktu lalu (Foto: Yuven Abi/Savanaparadise.com)

Kefamenanu, Savanaparadise.com,-Acungan jempol patut diberikan kepada Maria Rosari Kofi, mahasiswa program studi Agribisnis, Fakultas pertanian, Universitas Timor (Unimor).

Wanita asal Desa Oenak, Kecamatan Noemuti yang akrab disapa Sari ini, hari ini Kamis (02/12) dinobatkan menjadi seorang Sarjana Pertanian, lulusan terbaik dengan IPK 3,53.

Dengan nada terbata-bata bercampur linangan air mata Sang orator yang sempat viral di media sosial pada saat Cipayung TTU melakukan aksi demonstrasi beberapa waktu lalu mengungkapkan jika prestasi yang diraih bukanlah hal yang mudah didapatkan, melainkan diperoleh dengan tekad dan kerja keras yang kuat dan tak kenal lelah untuk menjadi seorang yang sukses.

“Saya bersyukur kepada Tuhan, karena saya mendapatkan kesempatan untuk belajar di dunia perguruan tinggi. Semua proses saya ikuti dengan baik, dan saya dapat membagi waktu antara kuliah,  belajar dan berorganisasi” ucap Putri ke-5 pasangan Bapak Albertus Kofi dan Mama Helena Tilis (Almh) sambil berlinangan air mata.

Sari yang sangat mengidolakan Tokoh Proklamator Bung Karno ini mengatakan, baginya, dunia mahasiswa adalah dunia belajar, tempat dimana Ia dapat menemukan jati diri sesungguhnya, karena selain belajar di kampus, Ia  juga mendapatkan kesempatan belajar di organisasi ekstra kampus yang mempunyai pengaruh besar dalam pembentukan karakter dirinya.

“Selain kuliah, saya menggunakan sisa waktu luang saya untuk menempa diri di organisasi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) cabang Kefamenanu, karena tokoh idola saya adalah Bung Karno yang sangat terkenal dengan ideologi marhaenismenya.  Di sini saya turut dibentuk menjadi pribadi yang tangguh dan mandiri, dan siap tampil kapan dan di mana saja” ucapnya.

“Banyak orang menganggap, masuk organisasi hanya membuang waktu. Tapi bagi saya kuliah sambil berorganisasi adalah kesempatan emas karena menguji diri kita untuk bisa melakukan managemen waktu dengan baik, sehingga antara kuliah dan organisasi dua-duanya sukses” lanjutnya.

Sari mengungkapkan, selepas wisudanya ini dirinya akan terus berkarya, dan akan berusaha sebaik mungkin untuk menjadikan dirinya bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat.

“Saya dilahirkan dan dibesarkan dari keluarga petani. Tentu setelah ini, saya akan terus berkarya, karena tantangan besar ke depan adalah bagaimana menciptakan lapangan kerja, minimal untuk diri sendiri. Saya tidak mau untuk terus menerus menjadi beban orangtua dan keluarga. Dengan bekal ilmu yang saya miliki, saya akan berusaha menjadikan diri saya bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat” tutup Sari.

Penulis : Yuven Abi

Editor    : Chen Rasi

Exit mobile version