Site icon savanaparadise.com

Rombongan Belajar Penerimaan Siswa Baru Dibatasi

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p><figure id&equals;"attachment&lowbar;237212" aria-describedby&equals;"caption-attachment-237212" style&equals;"width&colon; 600px" class&equals;"wp-caption aligncenter"><img src&equals;"http&colon;&sol;&sol;www&period;savanaparadise&period;com&sol;wp-content&sol;uploads&sol;2016&sol;07&sol;kadis-pendidikan-dan-kebudayaan-NTT&period;jpg" alt&equals;"" width&equals;"600" height&equals;"450" class&equals;"size-full wp-image-237212" &sol;><figcaption id&equals;"caption-attachment-237212" class&equals;"wp-caption-text">kadis Pendidikan dan Kebudayaan NTT&comma; Sinun Petrus Manuk<&sol;figcaption><&sol;figure><br &sol;>&NewLine;Kupang&comma; Savanaparadise&period;com&comma;- Dinas pendidikan NTT membatasi maksimal rombongan belajar &lpar;Rombel&rpar; penerimaan siswa baru untuk sebuah lembaga pendidikan SMA dan SMK&period; Hal ini bermaksud tidak terjadi penumpukan siswa pada sekolah tertentu dan sekolah lainnya mengalami kekurangan siswa&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kepala Dinas Pendidikan NTT&comma; Piter Manuk mengatakan salah satu persoalan yang dihadapi sekolah- sekolah saat penerimaan siswa pada awal tahun pelajaran adalah penyebaran siswa yang tidak merata&period; Dimana sejumlah sekolah yang dinilai lebih favorit&comma; jumlah siswanya membludak hingga melampaui jumlah rombel&period;<&sol;p>&NewLine;<p> Akibatnya&comma; ruang perpustakaan dan laboratorium difungsikan menjadi rombel&period; Kebijakan yang diambil tersebut tentunya merugikan sekolah dan para siswa karena tidak lagi memiliki ruangan perpustakaan atau laboratorium yang memadai&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Sementara di sisi lain&comma; lanjut Piter&comma; sejumlah sekolah yang dinilai tidak favorit&comma; baik sekolah swasta maupun negeri&comma; sangat kekurangan siswa&period; Padahal kualitas guru yang mengajar di sekolah- sekolah tersebut tidak kalah dengan sekolah- sekolah yang dinilai lebih favorit&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Menyikapi persoalan itu&comma; kita sudah keluarkan petunjuk teknis &lpar;Juknis&rpar; untuk membatasi jumlah rombel&comma; maksimal 12 rombel untuk SMA dan 20 rombel untuk SMK dengan jumlah maksimal siswa setiap rombel 36 orang&comma;” kata Piter&comma; Selasa&comma; 20&sol;06&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dengan pembatasan rombel&comma; lanjut mantan Penjabat Bupati Lembata ini&comma; maka ada sejumlah sekolah yang selama ini menerima siswa baru melampaui jumlah rombel&comma; tidak terjadi lagi&period; Dampak lainnya&comma; akan ada begitu banyak calon siswa yang tidak bisa tertampung di sekolah tersebut&period; Untuk hal ini&comma; perlu kesiapan sekolah-sekolah swasta terutama menyiapkan sarana belajar yang memadai&period; Dengan demikian&comma; tidak terjadi kekurangan siswa di sekolah swasta tersebut&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Kita tegaskan&comma; tidak boleh pakai fasilitas lain seperti laboratorium aula untuk dijadikan sebagai ruang kelas&comma;” tandas Piter&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Tentang zonasi penerimaan siswa baru&comma; Piter menyatakan&comma; sebenarnya sudah terimplisit dalam juknis yang telah dikeluarkan tentang penerimaan siswa baru&period; Memang dalam konteks zonasi&comma; sebenarnya lebih mengarah pada jarak antara sekolah dan pemukiman penduduk&period; Dimana tiga kilometer untuk SD&comma; enam kilometer untuk SMP dan 12 kilometer untuk SMA&sol;SMK&period; Idealnya&comma; setiap kecamatan minimal ada satu SMA atau SMK&period; Namun hal ini sangat bergantung pada sekolah pendukung di kecamatan tersebut&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Intinya&comma; kebijakan soal zonasi ini lebih mengatur pada aspek penerimaan siswa baru agar tidak terjadi penumpukan siswa pada sekolah tertentu&comma;” ungkap Piter&period;&lpar;SP&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version