Site icon savanaparadise.com

Relawan Dompet Dhuafa Buka Dapur Umum Untuk Korban Banjir Bandang di Adonara

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p><strong>Waiwerang&comma; Savanaparadise&period;com<&sol;strong>&comma;- Akibat banjir bandang yang meporak porandakan Wilayah kecamatan Adonara Flores Timur&comma; banyak warga yang hingga kini masih mengungsi&period; Baik di rumah kerabat yang tidak terdampak genangan banjir maupun pos-pos pengungsian&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Hujan deras yang mengguyur sejak kamis &lpar;1&sol;4&rpar; hingga sabtu&lpar;3&sol;4&rpar; telah mengakibatkan sebagian besar wilayah Adonara Timur tepatnya di Desa Waiburak dan Kelurahan Waiwerang Kota masih terendam banjir&comma; bahkan hingga hari 12&period;30 masih banyak titik genangan air pada banjir lupur batu kayu&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kejadian tersebut tentu menggerakkan sejumlah relawan untuk terjun dalam proses evakuasi dan penanganan banjir kali ini&comma; salah satunya Dompet Dhuafa&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Pemantauan lapangan&comma; para relawan yang tergabung dalam Dompet Dhuafa&comma; membuka 4 titik posko yang menjadi konsentrasi penanggulangan bencana yakni Man waiwerang 163 jiwa&comma; Pondok wahidyah 20&comma; Kantor Desa Lamahala 30 jiwa SD Inpres 41 Jiwa&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Muhidur Rahman Dai Dompet Dhuafa ketika di temui media SP di posko Man Waiwerang mengatakan bawah Dompet Dhuafa meyediakan minum hangat berupa penyedian kopi teh dan air hangat serta cemilan&period; Dompet Dhuafa terus bergerak merespon banjir di Waiwerang Kecamatan Adonara Timur&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Hingga berita ini diturukan Arelawan Dompet Dhuafa sudah membuka dapur umum dan mulai menyiapkan makan malam untuk Warga yang mengungsi di empat posko<&sol;p>&NewLine;<p>Salah satu korban banjir badang Hilarius Belawa Werang&comma; Warga RT&period;19&sol;RW&period; 08 Lingkungan Riang Muko ketika disambangi media&comma; ia mengatakan bahwa kami sangat berterimakasi kepada Dompet Dhuafa yang sudah dua hari membantu kami&comma; melayani kami di posko Man Waiwerang&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Semoga amal dan kebaikan teman-teman selau diberi rejeki dari Tuhan yang Maha Esa&&num;8221&semi;&comma; tuturnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Lanjut Hila bahwa kami sangat berharap kepada pemeritah untuk memberikan respon kepada korban banjir badang&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Kami sangat membutukan pakian baju&comma; celana&comma; perlengkapan mandi&comma; obat-obat&comma; kebutuhan anak dan logistik berupa bahan makanan&comma; kami sangat membutukan karena kami hidup dari nol rumah dan harta beda kami sudah tidak ada lagi&&num;8221&semi;&comma; ungkap Hila<&sol;p>&NewLine;<p>Sementara itu Bapak Johan juga berharap agar respon pemerintah cepat tangap darurat bencana banjir badang karena sudah hari kedua ini belum ada tanda-tanda angin segar dari pemerintah&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Fasilitas yang serba terbatas membuat para pengungsi mulai mengalami masalah kesehatan&period; Bahkan beberapa pengungsi yang menderita sakit-sakit yang menyebabkan pasien tersebut harus di dilakukan perawat khusus&&num;8221&semi;&comma; tutup Johan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Pantauaan media&comma; nampak di posko Man Waiwerang warga banyak yang tidak memiliki masker padahal masih dalam keadan Pandemi &period;<&sol;p>&NewLine;<p><strong>Penulis&colon; Pangke Lelangwayan<&sol;strong>&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version