Site icon savanaparadise.com

Ray Fernandez : Masyarakat Harus Disadarkan Tentang Perdagangan Orang

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<figure id&equals;"attachment&lowbar;254996" aria-describedby&equals;"caption-attachment-254996" style&equals;"width&colon; 570px" class&equals;"wp-caption aligncenter"><img class&equals;"size-full wp-image-254996" src&equals;"http&colon;&sol;&sol;www&period;savanaparadise&period;com&sol;wp-content&sol;uploads&sol;2016&sol;11&sol;ray-fernandez&period;jpg" alt&equals;"Raymundus Sau Fernandez&sol;Foto &colon; Istimewa" width&equals;"570" height&equals;"321" &sol;><figcaption id&equals;"caption-attachment-254996" class&equals;"wp-caption-text">Raymundus Sau Fernandez&sol;Foto &colon; Istimewa<&sol;figcaption><&sol;figure>&NewLine;<p>Ende&comma; Savanaparadise&period;com&comma; Bupati Timor Tengah Utara &lpar;TTU&rpar; Raymundus Sau Fernandez bertekad memerangi human trafficking &lpar;Perdagangan Orang&rpar; di Nusa Tenggara Timur &lpar;NTT&rpar;&period; Hal itu merupakan niat murni karena panggilan nurani sehingga dia rela berkeliling dari desa ke desa untuk menyadarkan masyarakat tentang perdagangan orang&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Banyak isteri tinggalkan suami dan suami tinggalkan isteri hanya untuk menjadi TKW dan TKI kemudian pulang dengan HIV dan AIDS&comma;” kata Raymundus saat membahas penanganan buruh migran di ruang Redaksi Harian Umum Flores Pos&comma; Kamis &lpar;3&sol;11&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dalam diskusi itu&comma; Bupati TTU dua periode ini menyeringkan pengalaman dalam menangani masalah buruh migran melalui Koalisi Gereja Peduli Migran Perantau&comma; antara lain TKI atau TKW dan masalah human trafficking &lpar;perdagangan orang&rpar; yang marak di Nusa Tenggara Timur &lpar;NTT&rpar; saat ini&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Kedatangan Bupati Raymundus ke Kantor Harian Umum Flores Pos didampingi isteri&comma; Nyonya Kristiana Muki Fernandez disambut oleh Redaktur Pelaksana Flores Pos Pater Avent Saur&comma; SVD dan beberapa staf redaksi Flores Pos&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Hadir dalam diskusi itu&comma; Koordinator Sosial Serikat Yesus&comma; Romo Beny Hari Juliawan SJ&comma; Direktur Pusat Kajian dan Advokasi Masyarakat NTT Kasimirus Bara Bheri&comma; dan Koordinator Koalisi Gereja Peduli Migran Perantau NTT yang juga Kepala Desa Ranggatalo&comma; Kecamatan Lio Timur&comma; Kabupaten Ende Irminus Deni&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Bupati Raymundus menegaskan&comma; pemerintah berperan besar untuk menangani para buruh migran dari keberangkatan sampai mereka pulang bahkan sampai mereka memiliki usaha di kampung mereka&period; Menurutnya&comma; ada mafia besar dalam buruh migran dan dirinya menyatakan siap memberantas mafia ini&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Kasus human trafficking semakin meningkat dan dalam tiga bulan terakhir adan tiga korban buruh migran asal TTU yang meninggal di Malaysia&period; Saya sangat prihatin dengan kasus kematian di negeri Jiran tersebut sehingga mendorong saya untuk gencar melakukan sosialisasi tentang kasus human trafficking&comma;” katanya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Salah satu korban TKW di Malaysia&comma; adalah Dolfina Abuk yang meninggal dengan kondisi tubuh peuh jahitan&period; Melihat kondisi jasad Dolfina Abuk ini&comma; Bupati Raymundus langsung bertindak tegas untuk membentuk tim khusus demi mengusut tuntas kasus ini dan menghentikan sementara pengiriman tenaga kerja ke luar negeri&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Selanjutnya Bupati Raymundus mengungkapkan&comma; dalam upaya untuk memerangi human trafficking&comma; ada banyak tantangan muncul&period; Dirinya pernah diancam untuk dibunuh dan ditawarkan sejumlah uang&period; Namun karena komitmennya pada kemanusiaan dan kecintaan pada rakyatnya&comma; bupati tidak takut dan gentar dengan semua ancaman dan menolak sejumlah tawaran meskipun sangat menggiurkan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Untuk memerangi human trafficking tidak mudah&period; Banyak tantangan dan godaan&period; Saya pernah diteror dan ditawarkan sejumlah uang&period; Namun saya tidak takut dan tergiur dengan semua tawaran itu&period; Hanya satu komitmen saya&comma; saya lakukan semua ini karena rasa cinta dan keselamatan rakyat saya&comma;” ujar Raymundus&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ia menjelaskan&comma; ada sejumlah solusi dilakuka untuk menyiapkan tenaga kerja berkualitas yang siap untuk dengan baik&comma; salah satu satunya dengan membangun balai latihan kerja &lpar;BLK&rpar;&period; Timnya mendata sejumlah tenaga kerja yang berminat dan mereka dilatih secara intensif oleh instruktur yang berkompeten di bidangnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Bupati Raymundus juga berkoalisi dengan Gereja untuk memberikan penyadaran dan bimbingan rohani kepada para tenaga kerja&period; Bupati berharap&comma; mudah- mudahan dengan adanya BLK ini&comma; di tahun 2018 mampu menghasilkan tenaga kerja yang terampil dan juga siap secara mental&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Koordinator Sosial Serikat Yesus&comma; Romo Beni Hari Juliawan SJ dalam diskusi tersebut juga menjelaskan&comma; sosialisasi tentang migrasi ini harus berawal dari desa&period; Menurutnya&comma; desa merupakan awal dan akhir proses migrasi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Menurut Romo Beny&comma; dibutuhkan komitmen bersama dan tegas untuk menangani buruh migran ini&period; Masalah buruh migran ini banyak terjadi di NTT&period; Karena itu NTT merupakan daerah yang menjadi fokus untuk memerangi masalah buruh migran ini&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Kami punya koneksi dengan rumah perlindungan Kementerian Soial &lpar;Kemensos&rpar;&period; Setiap kali ada TKI yang dideportase ditampung di Kemensos&comma; kebanyakan orang NTT&period; Hampir sebulan sekali ada korban&period; Fokus untuk memerangi masalah buruh migran ke NTT ini&comma; awalnya bersifat emosional&period; Kenapa NTT selalu jadi korban&quest; Masalah buruh migran tidak akan selesai kalai hanya omong&period; Butuh komitmen bersama dan tindakan nyata dan tegas&period; Dan peran media sangat vital dalam menangani masalah ini&comma;” kata Romo Beny&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Redaktur Pelaksana Flores Pos&comma; Pater Avent Saur SVD mengatakan&comma; media Flores Pos dalam menjalankan tugas jurnalistiknya selalu berpihak pada nilai seperti nilai kemanusiaan dan keadilan&period; Karena itu&comma; keberpihakan terhadap orang kecil adalah sebuah kewajiban moral dan misioner&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Selama ini&comma; Flores Pos selalu memberitakan masalah dan penanganan masalah migran&period; Dengan begitu&comma; masyarakat dicerahkan untuk memikirkan secara bersama masalah ini&comma;” ujarnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Menurut Pater Avent&comma; Flores Pos juga mendukung pelbagi pihak&comma; baik kelompok sosial maupun pemerintah dalam pelbagai upaya pembangunan di daerah&period; Namun dukungan itu dilakukan secara kritis sehingga media tidak terjebak dalam kongkalikong&comma; sebaliknya mengedepankan nilai&period; &lpar;Dis Amalo&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version