Site icon savanaparadise.com

Rapat Paripurna III DPRD Ende, Ini Penjelasan Pemerintah Soal Insetif Nakes Sukarela dan Honor GTT

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p><strong>Ende&comma; Savanaparadise&period;com<&sol;strong>&comma;- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah &lpar;DPRD&rpar; Kabupaten Ende kembali menggelar Rapat Paripurna III&comma; dengan agenda tanggapan Pemerintah atas pandangan Fraksi-fraksi di DPRD Ende atas Nota Keuangan dan penjelasan 5 buah Ranperda&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Rapat Paripurna III&comma; kembali di pimpin oleh Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Ende&comma; Erikos Emanuel Rede&comma; yang dihadiri oleh Bupati Kabupaten Ende&comma; Djafar Achmad dan sejumlah pimpinan OPD&period; Rapat itu sendiri diselenggarakan di ruang Rapat Paripurna&comma; Senin &lpar;16&sol;8&sol;21&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Selanjutnya&comma; Bupati Djafar Achmad melalui Asisten III Setda Kabupaten Ende&comma; Hiparkus Hepi&comma; menyampaikan tanggapan Pemerintah atas persoalan yang disorot oleh sejumlah Fraksi DPRD Ende mengenai insetif Nakes sukarela dan honor Guru Tidak Tetap &lpar;GTT&rpar;&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Di dalam Rapat Paripurna III&comma; Asisten III Setda Ende ini menjelaskan&comma; bahwa untuk tenaga sukarela di puskesmas-puskesmas telah di alokasikan anggaran melalui dana Bantuan Operasional Kesehatan atau dana BOK dari kementrian kesehatan RI&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sedangkan untuk sopir ambulance di puskesmas yang non PNS dibiayai dengan APBD Kabupaten&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dikatakannya&comma; tenaga sukarela lainnya yang tidak di biayai dari dana BOK&comma; menjadi tenaga pendukung&comma; yang insetifnya dibiayai dari pelaksanaan program&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Terkait honor GTT yang sejauh ini belum di bayar oleh Dinas teknis&comma; dihadapan para Ketua Fraksi dan Anggota&comma; Bupati Djafar melalui Asisten III menjelaskan&comma; karena terkendala dokumen administrasi sebagai persyarat pembayaran honor GTT di maksud&comma; namun sampai akhir bulan Juli 2021&comma; masih terdapat beberapa kekurangan dokumen administrasi dari para Guru Tidak Tetap&comma; sehingga menghambat proses pembayarannya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Karena pengajuan pencairan dana Bosda untuk kegiatan tersebut&comma; dilakukan secara kolektif&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Pemerintah memastikan pembayaran honor GTT akan dilakukan secepatnya&&num;8221&semi;&comma; tegas Bupati yang disampaikan Hiparkus Hepi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Untuk diketahui&comma; dalam pemberitaan sebelumnya&comma; Anggota DPRD Kabupaten Ende&comma; Vinsensius Sangu  mendesak Pemerintah Kabupaten Ende segera realisasikan honor Guru Tidak Tetap &lpar;GTT&rpar; dan insetif tenaga kesehatan sukarela&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Vinsen Sangu menyampaikan pernyataan ini pada saat Rapat Paripurna I&comma; Masa Sidang III DPRD Kabupaten Ende&comma; Tahun Sidang 2020&sol;2021&comma;  yang di gelar&comma; Senin &lpar;9&sol;8&sol;21&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Vinsen menilai&comma; Pemerintah sepertinya mengabaikan nasib Guru Tidak Tetap yang telah mencerdaskan anak bangsa&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Ada apa di Ende ini&comma; kalau urus proyek cepat sekali&comma; tapi kalau nasib para Guru yang telah mencerdaskan anak bangsa dan meningkatkan mutu pendidikan di daerah ini di abaikan &OpenCurlyDoubleQuote;&comma; kritik Vinsen&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Vinsen juga menyentil Pemerintah yang sulit membedakan mana kebutuhan yang perlu di prioritaskan dan mana yang diabaikan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Memangnya begitu sulitkah kita membedakan yang mana perlu di prioritaskan&quest;”&comma; tanya Vinsen&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Karena itu&comma; Vinsen meminta agar Bupati segera perintahkan Dinas P dan K untuk segera merealisasikan honor para GTT&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Saya minta&comma; usai ini&comma; Bapak Bupati segera perintahkan Kadis P dan K untuk segera realisasikan honor GTT”&comma; tegas Vinsen&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Selain menyoroti honor GTT yang sudah 6 bulan belum di bayar Pemerintah&comma; Vinsen juga menyoroti insetif Nakes sukarela yang kurang diperhatikan Pemerintah&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Vinsen mengatakan para Nakes sukarela juga turut ambil bagian mempertaruhkan nyawanya dalam mencegah dan memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19&comma; namun sayangnya kesejahteraan mereka kurang diperhatikan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Tolong perhatikan insetif tenaga sukarela&period; Tidak bisa lagi mereka yang bertarung nyawa di garda terdepan&comma; kemudian tidak ada perhatian terhadap nasib mereka”&comma; pungkasnya<&sol;p>&NewLine;<p><strong>Penulis&colon; Chen Rasi<&sol;strong>&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version