Site icon savanaparadise.com

Proses Pemberian Ijin LKF Mitra Tiara Patut Diusut

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>Kupang&comma; Savanaparadise&period;com&comma;- Kepolisian Daerah &lpar;POLDA NTT&rpar;&comma; harus segera mengusut porses pemberian ijin LKF Mitra Tiara yang dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah Flores Timur&period; Demikian salah satu simpulan dari diskusi panel yang digelar oleh Komunitas Diskusi dan Advokasi &lpar;KODA&rpar; Nusa Bunga&comma; pada hari rabu tanggal 12 February 2014&comma;bertempat di aula UPT Perkebunan&comma; jalan Polisi Militer-Kupang&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Diskusi Panel yang bertemakan Telaah Atas Fenomena Investasi Bodong di Kabupaten Flores Timur&comma;menghadirkan tiga orang panelis &colon; Dr&period;Thomas Ola Langodai&comma; menelaah fenomena investasi bodong dari perspektif ekonomi&semi; Lasarus Jehamat&comma;S&period;sos&period;MA&comma; menelaah fenomena investasi bodong dari perspektif Sosiologis&semi; dan Kasmirus Kopong&comma;S&period;pd&comma; menelaah perbandingan antara credit union dengan LKF Mitra Tiara dalam pemberdayaan ekonomi rakyat&period; Diskusi yang berlangsung sekitar 3&comma;5 jam ini&comma; dimoderatori oleh Emanuel Antoni Muli&comma; dengan peserta yang terdiri atas Aktivis Mahasiswa &comma;Orang Tua Lamaholot yang berdomisi di Kupang&comma; dan Pers&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Fenomena Investasi Bodong Mitra Tiara menegaskan bahwa masyarakat Flores Timur sedang diguncang oleh arus besar Neoliberalisme&period; Pemberian ijin operasi LKF Mitra Tiara&comma;mengindikasikan telah terjadi persekongkolan antara Negara yang terpesonifikasi melalui Pemerintah Daerah Flores Timur&comma; dengan kepentingan modal dalam hal ini LKF Mitra Tiara&period; <&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Kaki Neoliberalisme telah menampak dalam berbagai bentuk&comma;sampai ke level lokal sekalipun&period; Kasus investasi bodong Mitra Tiara di Flores Timur kental menunjukan hal ini&period; Di sini&comma; kekuatan modal dalam langgam invisible hand – Adam Smith&comma; telah bersekongkol and berselingkuh dengan Negara dalam langgam Pemerintah Daerah Flores Timur”&comma; urai Jehamat dari perspektif sosiologis&period; <&sol;p>&NewLine;<p>Untuk mengenali praktek investasi bodong&comma; Kasmirus Kopong menguraikan ciri-ciri investasi bodong antara lain adalah modal bisnisnya tidak jelas&comma; profit yang tidak masuk akal&comma; janjikan bagi hasil yang tidak realistik&comma; dan administrasinya tidak jelas&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Credit union menawarkan dua cara dalam pengelolaan keuangan yakni kembali ke akarnya dimana yang ditekankan adalah kepercayaan local dan cara yang ke dua yakni dengan memberikan pendidikan Financial Literacy”&comma; ujar Kasmirus&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Modus investasi bodong dapat dikenali dalam tiga skema&comma;yakni Skema Ponzi&comma;Skema Pasar Modal dan yang terakhir adalah skema informasi asimetris&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Terkait Lembaga Keuangan Financial &lpar;LKF&rpar; Mitra Tiara&comma; dari segi nama Lembaga keuangan Financial&comma;telah menunjukan bahwa telah terjadi asymmetry information&period; Nama itu hanya dipahami oleh manajemen&comma; sementara mungkin kebanyakan nasabah tidak memahaminya&period; Mereka hanya memahami bahwa uang yang disimpan dapat menjadi 2 x lipat dalam waktu 10 bulan&period; Suatu jumlah yang luar biasa jika dibandingkan dengan menyimpan di bank atau koperasi” jelas Ola&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Selain mengusut proses pemberian izin LKF Mitra tiara&comma; beberapa<br &sol;>&NewLine;simpulan lain dari diskusi panel ialah mendesak pihak POLDA NTT untuk segera menangkap Niko Ladi pemilik LKF MItra Tiara&semi; bagi pemerintah daerah flores timur&comma; mendesak pemda flotim untuk memperketat pengeluaran izin dan mengevaluasi keberadaan Lembaga Keuangan Non Bank yang berada di flotim&semi; bagi masyarakat perlu diberikan edukasi dan informasi terkait pengembangan Sumber Daya Manusia &lpar;SDM&rpar; bagaimana membaca peluang usaha pada sector Agraris-Maritim-Merhantilis &lpar;AMM&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Simon Kiwang Tabi sebagai coordinator Koda Nusa Bunga&comma; dalam sambutannya menyampaikan bahwa KODA Nusa Bunga hadir dan merasa terpanggil melihat fenomena-fenomena sosial yang hadir dan mendera masyarakat Flores Timur&period; Dan salah satu fenomena yang cukup mendera masyarakat Flores Timur saat ini adalah munculnya beberapa lembaga keuangan bodong berkedok koperasi dan Lembaga Kredit Financial &lpar;LKF&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Kami heran&comma;kenapa kasus-kasus ini terus bermunculan&comma;dan tidak ada pencegahannya&comma;pemerintah dalam hal ini terkesan tutup mata dan bahkan secara tahu dan mau memberikan izin operasinal terhadap lembaga-lembaga bodong tersebut&period; Bahkan kasus LKF Mitra Tiara yang kini mencuat&comma;dan telah dibawa ke ranah hukum&comma;belum juga ada kejelasannya”&comma;ujar Tabi di sesi yang berbeda&period;&lpar;bosco ritan&sol;CJ&sol;SP&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version