Site icon savanaparadise.com

Program Desa Mandiri Anggur Merah Berhasil Menciptakan Lapangan Kerja Baru

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p><strong>Kupang&comma; Savanaparadise&period;com&comma;<&sol;strong> Sebuah Program yang digalakkan oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur &lpar;NTT&rpar;&comma; Frans Lebu Raya dan Wakil Gubernur NTT&comma; Esthon L Foenay&comma; telah memberikan lapangan kerja dan mengurangi angka pengangguran di NTT&comma; karena program tersebut dinilai telah berhasil memberikan dampak yang baik dari berbagai aspek kehidupan masyarakat NTT yang berada di desa-desa&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sesuai pantaun wartawan di Lewoleba dan Flores Timur pada pekan lalu yang selama ini mengelolah  budidaya  rumput laut dan bekerja sebagai nelayan serta petani di dua kabupaten itu&period; menurut  Ahmad&comma; seorang petani dan nelayan Desa Dikesare Kecamatan Leba Tukan Kabupaten Lembata&comma; Desa yang mendapat bantuan dana sebesar Rp 250 juta dari program Desa Mandiri Anggur Merah di Kabupaten Lembata&period; Ahmad&comma; berterima kasih kepada Gubernur NTT dan bersyukur  karena program tersebut telah menyelamatkan kami dari pengangguran&period; &OpenCurlyDoubleQuote;Sebelumnya kami hanya bisa merantau ke Malaysia mencari kerja untuk membiayai kehidupan keluarga dan biaya sekolah anak&period; Hal tersebut mendapat banyak masalah di Negeri jiram itu&period; tetapi kini kami telah mendapat pekerjaan yang mendatangkan keuntungan besar lewat program ini&comma;” jelas Ahmad&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ahmad&comma; mengatakan&comma; kami sebanyak 10 orang dalam satu kelompok menanam rumput laut dan hasilnya sangat bagus&period; Disamping itu kami tetap sebagai nelayan mencari ikan&period; Kami sangat berterima kasih karena kami diberi berkah melalui program tersebut&period; Masyarakat  tidak lagi merantau ke Malaysia&period; Sebab kalau merantau maka akan kehilangan kesempatan untuk berusaha di kampungnya sendiri&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Masyarakat berlomba &&num;8211&semi; lomba berusaha karena dana sudah disiapkan di Desa&period; Kalau mau berusaha bisa pinjam dengan bunga yang sangat rendah&period; &OpenCurlyDoubleQuote;Merasakan sendiri sebab kami mendapat pinjaman&comma; dalam waktu yang singkat  atau satu kali panen saja kami langsung melunasi pinjaman itu&period; kami disini bisa menanam tiga sampai empat kali&period; Saat ini anak kami bisa sekolah ada juga kuliah di Kupang&comma; beli motor&comma; pasang listrik di rumah&comma; perbaiki rumah dan kebutuhan rumah tangga terpenuhi&comma;” ungkap Ahmad&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ahmad&comma; menambahkan&comma; ada pemberitaan dimedia cetak yang mengatakan desa mandiri anggur merah itu tidak baik&comma; itu menandakan bahwa orang itu malas dan mau harap gampang&comma; atau orang itu tress atau tidak waras&period; &OpenCurlyDoubleQuote;Saya ini sudah empat kali merantau di Malaysia&period; Kita bekerja di Malaysia ya sama mencari uang&period; Kalau malas ya tidak mendapat uang&period; Kalau saat ini pemerintah telah menyiapkan dana&comma; lapangan kerja sudah ada&comma; kenapa kita tidak mau bekerja&period; Malah menghujat Gubernur dan Wakil Gubernur kita&period; Nyatanya banyak masyarakat di sini yang berusaha sukses&period; Seperti ternak kambing&comma; babi dan sapi sudah sukses&period; Hanya orang malas saja yang memvonis Gubernur kalau tidak mau berusaha maka menjadi sampah masyarakat&period; kemana saja kau bekerja tapi malas maka tidak dipakai&comma;” tambah Ahmad sambil mengancang kalau media yang selalu memberitakan menghujat Gubernur NTT tentang program Anggur Merah&comma; kalau datang di kampungnya akan berhadapan dengannya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Program Desa Mandiri Anggur Merah telah membantu di 585 Desa yang menyebar di wilayah  NTT dengan jumlah tenaga kerja sebagai fasilitator atau penyuluh sebanyak 585 orang&period; Desa  yang mendapat program Desa Mandiri Anggur Merah akan terus bertambah karena program itu memberikan dampak secara langsung kepada masyarakat dan masih banyak desa yang sangat membutuhkan program itu&period; Program tersebut sudah direplikasi oleh para Bupati dengan tujuan yang sama membantu masyarakat di NTT&comma; Kata Gubernur NTT&comma; Frans Lebu Raya&comma; saat melakukan jumpa pers di ruang kerjanya&comma; Kamis &lpar;19&sol;7&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Frans Lebu Raya&comma; meminta dukungan pers untuk mengsukseskan program ini karena program tersebut untuk mengentasan kemiskinan di daerah ini&period; Disamping itu pengembangan desa pariwisata terus di kembangkan serta peningkatan pertanian&comma; peternakan dan nelayan demi memperkuat ketahanan pangan di wilayah ini sehingga masyarakatnya sejahtera&comma; kata Frans Lebu Raya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>NTT secara administrasi pemerintahan sampai dengan tahun 2011&comma; Provinsi NTT terdiri dari 21 Kabupaten &sol;Kota&comma; 298 kecamatan&comma; 316 Kelurahan dan 2&period;664 Desa selalu menanti datangnya program tersebut untuk menyentu secara langsung ekonomi masyarakat&period;&lpar;<strong>Elas<&sol;strong>&rpar;&period;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version