Site icon savanaparadise.com

Prima Sikka Kecam Akan Narasi Politik Identitas Ketua DPRD Kota Kupang

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; center&semi;"><strong><em>Ketua DPK PRIMA Sikka&comma; Laurensius Ritan &lpar;Foto&colon; Istimewa&rpar;<&sol;em> <&sol;strong><&sol;p>&NewLine;<p><strong>Maumere&comma; Savanaparadise&period;com<&sol;strong>&comma;- Partai Rakyat Adil Makmur &lpar;PRIMA&rpar; Kabupaten Sikka mengecam akan narasi politik identitas dari Ketua DPRD Kota Kupang&period; &&num;8220&semi;Hentikan politik identitas yang tidak patut dan berbahaya bagi persatuan dan demokrasi&&num;8221&semi;&comma; tegas Ketua Dewan Pimpinan Kabupaten Partai Rakyat Adil Makmur Sikka &lpar;DPK PRIMA SIKKA&rpar;&comma; Laurensius Ritan melalui keterangan tertulis yang diterima Redaksi SP&comma; Sabtu&comma; &lpar;29&sol;5&sol;21&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sebelumnya&comma; sebuah rekaman suara diduga milik Ketua DPRD Kota Kupang&comma; Yeskiel Loudoe&comma; ramai beredar di group WhatsApp&comma; pada Sabtu &lpar;29&sol;5&sol;2021&rpar;&period; Mungkin&comma; rekaman itu adalah reaksi Yeskiel&comma; yang juga merupakan Ketua DPC PDIP Kota Kupang&comma; terhadap Aliansi Sikap Warga Kota &lpar;SIKAT&rpar; yang berdemonstrasi di Kantor Kantor DPRD Kota Kupang&comma; pada Kamis &lpar;27&sol;5&sol;2021&rpar;&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Dalam rekaman yang berdurasi 1&colon;05 menit yang bersangkutan secara terbuka menuding demonstran yang tergabung dalam Aliansi Sikap Warga Kota &lpar;SIKAT&rpar;&comma; yang berdemonstrasi di Kantor Kantor DPRD Kota Kupang&comma; pada Kamis &lpar;27&sol;5&sol;2021&rpar;&comma; berasal dari Flores&comma; mayoritas di antaranya adalah orang Manggarai dan beragama Katholik&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Jadi ini semua dari Flores ya&period; Lebih banyak orang Manggarai&comma; agama pun Katholik&comma;” tutur suara dalam rekaman itu&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Mosi para pendemo bertujuan untuk menjatuhkannya sebagai Ketua DPRD Kota Kupang&comma; yang berasal dari Rote Ndao dan beragama Kristen Protestan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Jadi memberikan mosi kepada Yeskiel Loudoe&comma; agama kristen protestan&comma; tapi saya perlu sampaikan bahwa ini yang betanggung jawab dalam demo ini&comma; seluruhnya&comma; hampir keseluruhan orang Flores dan agama katholik&period; Untuk menjatuhkan ketua DPR Kota Kupang&comma; Yeskiel Loudoe&comma; asal Rote&comma; agama Kristen Protestan”<&sol;p>&NewLine;<p>Lebih lanjut Laurensius Ritan mengatakan apabila kepemilikan suara itu benar&comma; Partai Rakyat Adil Makmur &lpar;PRIMA&rpar; memandang bahwa pernyataan itu harus dinilai sebagai cerminan penggunaan politik identitas yang tidak patut dan berbahaya bagi persatuan dan demokrasi&period; Dan hanya pendisiplinan organisasi secara proporsionallah yang mampu mencegah kesalahan serupa terjadi kembali di waktu mendatang&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Selain itu&comma; Laurensius Ritan juga berpandangan bahwa masyarakat Indonesia hidup dalam ikatan toleransi jauh sebelum kemerdekaan&period; Mereka begotong royong merebut kemerdekaan dan membangun Indonesia tanpa mempersoalkan perbedaan suku&comma; etnis dan agama&period; Justru yang merusaknya tatanan persatuan ini adalah elit kekuasaan yang menggunakan isu-isu identitas agama dan etnis&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Rakyat Indonesia hidup bertolerasi sajak dahulu kala&comma; jauh sebelum kemerdekaan&period; Mereka bergotong royong tanpa mempersoalkan keyakinan mereka akan Tuhan karena mereka semua percaya bahwa keyakinan itu urusan pribadi setiap individu kepada Tuhannya&period; Tapi&comma; soal kehidupan sosial dan negara adalah kewajiban mereka untuk menjaganya lewat gotong-royong&period; Justru&comma; yang merusak tatanan kehidupan negara ini adalah politisi pemecah-belah&comma; membuat lemah bangsa seperti sekarang ini dengan isu-isu konflik identitas&comma;” jelas Lorens&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Lorens mempertanyakan&comma; jika benar suara dalam rekaman itu mengacu pada Ketua DPRD Kota Kupang&comma; yang juga adalah politis PDIP&comma; mengapa partai berhaluan nasionalis itu menggunakan narasi memecah belah untuk berlindung dari kritik publik&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Mengapa partai nasionalis kok memecah belah sebagai defence terhadap kritik publik&comma;” tanyanya dengan nada keluh&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Tidak patut bagi siapapun&comma; apalagi elit penguasa&comma; pengemban jabatan publik selevel Ketua DPRD Kota Kupang&comma; menggunakan politik identitas yang tidak patut dan bebahaya bagi persatuan dan demokrasi&comma;” lanjut Lorens&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Menurut Ketua DPK PRIMA Sikka ini&comma; &OpenCurlyDoubleQuote;sebagai partai politik yang berazas pancasila dan UUD RI 1945&comma; PRIMA memiliki platfrom nasionalis&comma; religius dan kerakyatan&comma; sudah sepatutnya kami menetang berbagai bentuk praktik politik yang mengangkangi nilai-nilai luhur bangsa ini&period; Karena itu&comma; menjadi tanggung jawab semua parpol untuk mencegah politik pecah belah&period;”<&sol;p>&NewLine;<p>Ia kemudian mendesak PDIP untuk menyelidiki dan jika terbukti benar&comma; maka harus diberikan disiplin yang tegas sebab politik pecah belah sama tercelannya dengan korupsi Bansos&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Sebagai sesama parpol yang seharusnya mencegah politik pecah belah&comma; PRIMA mendesak PDIP menyelidiki dan jika benar&comma; partai perlu memecat yang bersangkutan dari keanggotaan parpol&period; Narasi pecah belah seperti ini sama tercelannya dengan korupsi Bansos&comma;” demikian tegas ungkap Lorens&comma; menyikapi rekaman kontroversial ini&period; &lpar;Red&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version