Site icon savanaparadise.com

Polres Ende Tahan 2 Tersangka TPPO

Kasat Reskrim Polres Ende, Iptu Yance Kadiaman bersama Tersangka TPPO (Foto: Humas Polres Ende)

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p><strong>Ende&comma; Savanaparadise&period;com<&sol;strong>&comma;- Kepolisian Resor &lpar;Polres&rpar; Ende menahan dua tersangka Tindak Pidana Perdagangan Orang &lpar;TPPO&rpar;&period; Kedua tersangka dimaksud ditangkap Satgas Gakum Polres Ende pada tanggal 05 Juni 2023&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Informasi ini disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Ende&comma; Iptu Yance Kadiaman kepada media ini&comma; Minggu &lpar;18&sol;06&sol;2023&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Menurut Yance&comma; kedua tersangka tersebut&comma; DO alias DOA dan Y alias Mama Lia diduga melakukan perekrutan tenaga kerja dan akan dikirim ke Arab Saudi dengan menggunakan Visa Ziarah&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Dari tangan tersangka&comma; terang Yance&comma; dalam proses penyidikan&comma; Penyidik telah melakukan penyitaan terhadap barang bukti berupa&comma; 2 &lpar;dua&rpar; unit Handphone&comma; 2 &lpar;dua&rpar; buah buku rekening Bank&comma; 2 &lpar;dua&rpar; buah kartu ATM&comma; dan 1 &lpar;satu&rpar; buah buku Pasport&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Kedua Tersangka mengirim tenaga kerja ke Arab saudi dengan cara melakukan perekrutan dengan menawarkan Pekerja Migran Indonesia &lpar;PMI&rpar; untuk dikerjakan di Arab Saudi dengan gaji Rp 3&period;000&period;000&comma;- s&sol;d Rp 4&period;000&period;000&comma;-&sol;bulan&&num;8221&semi;&comma; jelas Yance&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Yance menambahkan setelah disetujui maka tersangka meminta data pribadi PMI berupa KTP dan Kartu Keluarga lalu mengurus Kartu Vaksin sebagai persyaratan dokumen yang harus dibawa ke Jakarta&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Setelah data tersebut diperoleh&comma; sambungnya&comma; maka selanjutnya PMI siap diberangkatkan ke Jakarta dan di sana PMI di tampung selama 3 &&num;8211&semi; 4 minggu di tempat penampungan yang telah disiapkan oleh HMB dan Y sambil menunggu pengurusan Pasport dan Visa untuk diberangkatkan ke Arab Saudi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Seandainya berhasil memberangkatkan PMI maka kedua tersangka ini akan memperoleh keuntungan sebesar Rp 2&period;000&period;000&comma;- s&sol;d Rp 5&period;000&period;000&comma;- &sol;PMI&&num;8221&semi;&comma; terang dia&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Yance juga menjelaskan dari hasil pengakuan tersangka kepada penyidik&comma; selama bekerja keduanya telah mengirim PMI ke Arab Saudi dari tahun 2021 s&sol;d Tahun 2023&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dan selama kurun waktu tersebut&comma; tambah dia&comma; untuk tersangka DO alias DOA telang mengirim 13 orang PMI&comma; sementara Y alias MAMA LIA telah mengirim 20 orang PMI&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Saat ini kedua tersangka telah kami tahan di Mapolres Ende karena telah melanggar pasal 2 ayat &lpar;1&rpar; UU RI No&period; 21 tahun 2017 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang atau pasal 4 UU RI No&period; 21 tahun 2017 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang atau pasal 10 UU RI No&period; 21 tahun 2017 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang&&num;8221&semi;&comma; jelasnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Dan keduanya diancam dengan hukuman pidana penjara paling singkat 3 &lpar;tiga&rpar; tahun dan paling lama 15 &lpar;lima belas&rpar; tahun dan pidana denda paling sedikit Rp&period; 120&period;000&period;000&comma;00 &lpar;seratus dua puluh juta rupiah&rpar; dan paling banyak Rp&period; 600&period;000&period;000&comma;00 &lpar;enam ratus juta rupiah&rpar;&&num;8221&semi;&comma; tutupnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p><strong>Penulis&colon; Chen Rasi<&sol;strong>&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version