Site icon savanaparadise.com

Polda NTT SP3 Kasus Ijasah Palsu Ali Oemar Fadaq

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>Kupang&comma; Savanaparadise&period;com&comma;- Kepolisian Daerah NTT telah mengeluarkan Surat Pemberhentian Penyidikan &lpar;SP3&rpar;&comma; kasus ijasah palsu anggota DPRD Kabupaten Sumba Timur&comma; Ali Oemar Fadaq&comma; karena tidak memenuhi unsur-unsur dalam proses penyidikan terhadap kasus dilaporkan mengenai pemalsuan ijasah tersebut&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kabid Humas Polda NTT AKBP Okto Riwu&comma; kepada wartawan mengatakan Pemberhentian proses penyelidikan kasus ijasah palsu itu kewenangan penyidik untuk memberhentikan proses penyelidikan&period; Kalau penyidik mengeluarkan Sp3 itu kewenangan penyedik&comma; setelah penyidik melakukan penyelidikan dan pertimbangan berbagai alasan sesuai dengan undang-undang yang berlaku&period;<&sol;p>&NewLine;<p> &OpenCurlyDoubleQuote; Pemberhentian proses penyelidikan kasus penyidik memiliki berbagai pertimbangan hukum&comma; yakni pertimbangan pertama&comma; Tersangka meninggal dunia&comma; kedua Perkara yang sama sudah ada keputusan terdahulu&comma; ketiga Tidak cukup bukti&comma; Keempat bukan tindakan pidana&comma; kelima Kasus sudah kadarluarsa dan ke enam pencabutan pengaduan itu kalau delik aduan”&comma; ujarnya&comma; ketika di temui wartawan&comma; Kamis&comma; 5&sol;12&comma; di Kupang&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Dikatakannya&comma; SP3 kasus oleh penyidik telah diberitahukan kepada pihak terkait yakni tembusan kepada jaksa&comma; Tembusan kepada pelapor dan terlapor&period; <&sol;p>&NewLine;<p>sebelumnya juga kata Riwu&comma; kasus Ali Oemar Fadaq&comma; terkait kasus yang sama pernah di SP3 di Polres Sumba Timur&period; <&sol;p>&NewLine;<p>Dari informasi yang dihimpun oleh savanaparadise&period;com&comma; SP3 telah keluar sejak tanggal 13 November lalu yang ditandatangi oleh Kombes Pol Sam Yulianus Kawengian&comma; selaku direkskrimum Polda NTT&period; <&sol;p>&NewLine;<p>Dari dokumen yang diperoleh&comma;surat pemberhentian penyelidikan&comma; No&period;SP-Sidik&sol;90&sol;XI&sol;2013&sol;Direskrimum Polda NTT telah menerapkan dua poin dalam SP3 Kasus Ali Oemar Fadaq&comma; satu&comma; Laporan Polisi &colon; LP&sol;83&sol;IV&sol;2013&sol;SPKT&sol;09 April 2013&period; Kedua Surat Perintah Pemberhentian Penyidikan Nomor &colon;SP-Sidik&sol;123&sol;2013&sol;Direskrimum pada tanggal 09 April 2013&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ali Oemar Fadaq yang dihubungi melalui pertelepon membenarkan bahwa dirinya sudah menerima surat SP3 dari penyidik Polda NTT&period;<br &sol;>&NewLine;&&num;8220&semi;surat SP3 sudah saya terima dari penyidik Polda NTT”&comma; ujar singkat&period;&lpar;SP&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version