Site icon savanaparadise.com

Petani Rempah di Danau Toba Naik Kelas Berkat KUR BRI

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>Danau Toba&comma; Savanaparadise&period;com&comma;– Tanah Air terkenal kaya akan rempah-rempah nusantara&period; Salah satunya rempah Andaliman atau bernama latin zanthoxylum acanthopodium yang merupakan rempah khas Danau Toba&comma; Sumatera Utara&period; Rempah yang memiliki rasa pedas&comma; getir&comma; panas&comma; mentol&comma; dan aroma harum seperti bau jeruk ini dapat diolah menjadi bumbu masak serta dapat pula dibuat keripik&comma; bandrek&comma; dan berbagai makanan-minuman lainnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Marandus Sirait&comma; salah satu pelaku usaha rempah Andaliman di Desa Sionggang Utara&comma; Kecamatan Lumban Julu&comma; Kabupaten Toba&comma; Sumatera Utara menjadi yang pertama kali membudidayakan Andaliman di Lumban Julu&period; Inisiatifnya tersebut menginspirasi masyarakat sekitarnya turut serta membuat usaha yang sama&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sirait memulai usaha andaliman pada 2017 dengan nama UMKM CV Andaliman Mangintir dengan membudidayakan dan menjual rempah Andaliman&comma; baik yang masih segar maupun dalam kemasan&comma; serta produk-produk turunannya ke dalam dan luar negeri&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Usaha Andaliman Sirait memiliki modal awal sebesar Rp50 juta&period; Modal tersebut dipakai untuk membeli bibit&comma; alat-alat produksi&comma; menyewa lahan untuk menanam&comma; dan kebutuhan lainnya&period; Andaliman sendiri&comma; kata Sirait&comma; membutuhkan waktu 1 tahun untuk tumbuh&period; Masa panennya dimulai di bulan Maret hingga Juni&period; Selepas bulan tersebut&comma; produksi Andaliman akan terus berkurang&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Saat stok Andaliman sedang normal&comma; eceran Andaliman memiliki harga paling murah Rp15&period;000 per kilogram&period; Namun&comma; ketika stok sedang sedikit&comma; harga Andaliman bisa mencapai Rp250&period;000 sampai Rp300&period;000 per kilogram&comma;” ujarnya&period; Ia pun dapat meraup omzetnya sekitar Rp20 juta tiap bulannya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Berkat keunikan dan kekhasan rempah tersebut&comma; UMKM-nya juga pernah mengikuti pameran makanan di luar negeri&comma; yakni di Swiss&comma; Spanyol&comma; dan Polandia&period; Kendati usahanya berjalan mulus&comma; namun pada 2020 ketika pandemi Covid-19 ia menemui sebuah tantangan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Saat pandemi Covid 19&comma; tidak ada pasar sama sekali sementara tanaman kami lagi panen raya&comma; jadinya banyak Andaliman yang mati&period; Itulah masa anjloknya Andaliman dan kelompok tani Andaliman&comma;” terangnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Peristiwa tersebut yang menjadi titik awal kerja sama antara usahanya dengan PT Bank Rakyat Indonesia &lpar;Persero&rpar; Tbk&period; Ketika masa sulit&comma; BRI hadir membantu memberi modal usaha dan kebutuhan untuk produksi seperti&colon; angkong&comma; alat pelindung diri &lpar;APD&rpar;&comma; serta bibit andaliman&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Demi mengangkat kembali citra Andaliman yang terbenam saat masa pandemi&comma; BRI pun mengajak kerja sama pengusaha andaliman untuk ikut dalam program Beli Kreatif Danau Toba 2021&period; Selepas itu&comma; BRI juga terus mengajak pengusaha andaliman untuk membuka stan jualan di ragam acara mereka di berbagai daerah agar produk andaliman semakin meluas namanya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;BRI sangat membantu masyarakat&period; Karena usaha tanpa ada modal&comma; ya repot juga apalagi di masa krisis seperti dahulu&period; Kami sangat tertolong banyak dalam usaha UMKM ini&period; Prosesnya juga tidak ribet&comma;” sebutnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Pada kesempatan terpisah&comma; Direktur Bisnis Mikro BRI Supari mengatakan bahwa BRI bersama pemerintah memiliki komitmen untuk mendorong para nasabah KUR naik kelas&period; Ia mengungkapkan mayoritas KUR BRI disalurkan kepada sektor produksi&comma; dengan proporsi mencapai 55&comma;95&percnt;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Secara umum&comma; strategi bisnis mikro BRI di tahun 2024 akan fokus pada pemberdayaan berada di depan pembiayaan&period; BRI sebagai bank yang berkomitmen kepada UMKM telah memiliki kerangka pemberdayaan yang dimulai dari fase dasar&comma; integrasi&comma; hingga interkoneksi&comma;&&num;8221&semi; kata Supari&period;<&sol;p>&NewLine;<p>BRI optimistis dapat memenuhi penyaluran KUR untuk tahun ini senilai Rp165 triliun pada bulan September 2024&period; hal tersebut dapat tercapai dengan adanya percepatan graduasi atau upaya untuk membuat nasabah eksisting naik kelas&period; Di sisi lain&comma; penyaluran KUR juga didorong dengan perluasan jangkauan penerima baru&period;&lpar;SP&rpar;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version