Site icon savanaparadise.com

Pertumbuhan Laba Diiringi Penguatan Pencadangan, BRI Terapkan Manajemen Risiko Yang Prudent

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Jakarta&comma; Savanaparadise&period;com&comma;– Kinerja keuangan yang impresif berhasil dicatatkan oleh PT Bank Rakyat Indonesia &lpar;Persero&rpar; Tbk pada tahun 2022&comma; hal tersebut digambarkan dari pertumbuhan laba yang mencapai 67&comma;15&percnt; secara tahunan &lpar;yoy&rpar; menjadi sebesar Rp51&comma;4 triliun&period; Seiring dengan pertumbuhan laba&comma; BRI pun tetap memperkuat pencadangan sebagai langkah antisipasi dan mitigasi risiko menghadapi tantangan ekonomi kedepan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Keberhasilan BRI mencatatkan kinerja gemilang tersebut tidak terlepas dari manajemen risiko yang prudent&period; Hal ini tercermin dari dari rasio NPL BRI secara konsolidasian yang manageable dilevel 2&comma;67&percnt;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Disamping itu&comma; BRI menyiapkan pencadangan yang cukup dengan NPL Coverage tercatat sebesar 305&comma;73&percnt;&comma; dimana angka ini meningkat dibandingkan dengan NPL Coverage di akhir tahun 2021 yang sebesar 281&comma;16&percnt;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Pencadangan yang memadai tersebut merupakan langkah antisipatif dan upaya mitigasi risiko menghadapi ketidakpastian perekonomian global&comma; kenaikan inflasi dan suku bunga&comma; serta potensi perlambatan ekonomi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Kualitas kredit yang baik dan pencadangan yang memadai tersebut juga diiringi dengan pertumbuhan kredit yang positif dengan total kredit dan pembiayaan BRI Group tercatat mencapai Rp1&period;139&comma;08 triliun pada akhir Desember 2022&comma; dimana secara khusus portofolio kredit Mikro BRI tumbuh double digit sebesar 13&comma;9&percnt; yoy&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Kemampuan BRI dalam menyalurkan kredit dan pembiayaan juga didukung dengan likuiditas yang memadai dan permodalan yang kuat&period; Hal ini terlihat dari rasio LDR secara konsolidasian yang terjaga di level 87&comma;09&percnt; dengan Capital Adequacy Ratio &lpar;CAR&rpar; sebesar 25&comma;54&percnt;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Direktur Manajemen Risiko BRI Agus Sudiarto mengungkapkan bahwa kemampuan perseroan dalam membukukan kinerja yang cemerlang harus diimbangi dengan pengelolaan risiko bisnis yang prudent&period; Oleh karena itu&comma; menurutnya&comma; top management perseroan selalu mengambil langkah strategis dengan menyiapkan pencadangan yang memadai&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Pada akhir 2022&comma; BRI menyiapkan NPL Coverage sebesar 305&comma;73&percnt;&comma; naik sekitar 24&comma;57&percnt; dari posisi akhir 2021 sebesar 281&comma;16&percnt;&period; ”Rasio pencadangan itu sangat memadai&period; Kami memiliki alasan kuat untuk menaikkan pencadangan tersebut&period; Ini sebagai langkah antisipatif dan upaya mitigasi risiko menghadapi tantangan ekonomi tahun ini seperti ketidakpastian perekonomian global&comma; kenaikan inflasi&comma; suku bunga yang naik&comma; serta potensi perlambatan ekonomi&comma;” ujarnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Terlihat dari data perseroan sejak 2019&comma; BRI selalu meningkatkan dana pencadangan&period; Pada tahun tersebut BRI menyiapkan pencadangan sebesar 166&comma;59&percnt;&comma; tahun berikutnya pada saat pandemi pencadangan BRI naik pesat menjadi 247&comma;98&percnt;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>”Dengan upaya mitigasi risiko&comma; menjadi komitmen nyata perseroan untuk menjaga bisnis yang sehat dan berkelanjutan&period; Ini merupakan salah satu value dari kami untuk stakeholders sehingga trust dari seluruh stakeholders dapat selalu kami jaga dengan bukti konkret yang tercermin dari kinerja secara menyeluruh&comma;” lanjutnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Terpisah&comma; pengamat perbankan Lando Simatupang mengemukakan pendapat senada&period; Lando mengatakan kebijakan pencadangan adalah upaya bank memitigasi atas segala potensi eksternal&period; &OpenCurlyDoubleQuote;Dengan pembentukan cadangan yang cenderung tinggi&comma; ini bentuk mitigasi bank atas potensi resesi global yang akan mempengaruhi domestik&comma;” katanya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Lando yang pernah menjabat sebagai Kepala Riset Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia &lpar;LPPI&rpar; ini menilai pada 2023 bank berpotensi kembali mempertebal pencadangan&period; Akan tetapi bila Indonesia dapat mengatasi gejala resesi global dengan baik&comma; maka tentu hal itu tidak perlu dilakukan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Misal ekspor komoditas masih bertumbuh&comma; maka industri perbankan bisa jadi masih bisa tumbuh dan membukukan &lbrack;pertumbuhan&rsqb; laba&comma;” ujarnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Indonesia sendiri diproyeksikan mampu menghadapi tantangan ekonomi global&period; Hal ini terlihat dari optimisme berbagai pihak&period; Riset media ekonomi terkemuka dunia&comma; Bloomberg&comma; menyatakan kemungkinan resesi Indonesia sangat tipis tahun ini yang hanya sekitar 3&percnt;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Bank Indonesia juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional berada di kisaran 4&comma;5&percnt;-5&comma;3&percnt; pada 2023&period; Sementara itu&comma; Otoritas Jasa Keuangan &lpar;OJK&rpar; memproyeksikan kredit perbankan tahun ini tumbuh sekitar 10&percnt;–12&percnt;&comma; yang didukung oleh pertumbuhan dana pihak ketiga &lpar;DPK&rpar; sekitar 7&percnt; – 9&percnt;&period; &lpar;SP&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version