Site icon savanaparadise.com

Pengamat Hukum Nilai Kejati NTT Serahkan Kasus OTT Kadis PUPR Kota Kupang Ke Inspektorat Tidak Tepat 

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Kupang&comma; Savanaparadise&period;com&comma;- Pengamat Hukum Mikael Feka menilai tindakan tim Satgas Pidsus&comma; Kejaksaan tinggi NTT yang menyerahkan hasil operasi tangkap tangan &lpar;OTT&rpar; ke Inspektorat tidak Tepat Sasaran&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sebelumnya&comma; beredar informasi bahwa Kejati Pada Tanggal 07&sol;04&sol;22 Kejaksaan tinggi NTT melakukan operasi Tangkap Tangan &lpar;OTT&rpar;  terhadap terduga Kadis PUPR Kota Kupang&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Jaksa kemudian menyerahkan ke Inpektorat Daerah  Kota Kupang untuk diproses Hukum&period; Kendati demikian Pengamat Hukum sekaligus Dosen Hukum Unwira ini Memberi Tanggapan Atas Insiden OTT yang Menimpa Kadis PUPR Kota Kupang itu&period; Ia mengatakan OTT adalah tindakan lanjutan dari penyadapan atau intelejen atau tindakan lain yang sudah memastikan adanya dugaan suatu tindak pidana&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Dengan demikian setelah OTT dan diserahkan ke inspektorat maka tidak tepat&period; Koordinasi antar lembaga merupakan hal lumrah tapi tidak dengan hasil OTT&period; Ia Menambahkan bahwa OTT dalam Kuhap Pasal 1 angka 19 disebut dengan tertangkap tangan yakni&colon;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>1&period; Pada waktu sedang melakukan tindak pidana atau&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>2&period; Dengan segera sesudah beberapa saat tindak pidana itu dilakukan&comma; atau&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>3&period; Sesaat kemudian diserukan oleh khalayak ramai sebagai orang yang melakukannya&comma; atau<&sol;p>&NewLine;<p>4&period; Apabila sesaat kemudian padanya ditemukan benda yang diduga keras telah dipergunakan untuk melakukan tindak pidana&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ia menilai  tindakan Yang diambil oleh Kejaksaan tinggi NTT Dalam Kasus ini yang Kemudian diserahkan ke Inspektorat Kota Kupang ia menilai Bahwa OTT kurang akurat dan menurunkan kualitas OTT&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Penulis &colon;Dule Dubu&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version