Site icon savanaparadise.com

Pengamat Apresiasi BRI Terbitkan Green Bond Rp5 Triliun untuk Biayai Proyek Ekonomi Hijau

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>Jakarta&comma; Savanaparadise&period;com&comma; – Upaya dalam memitigasi perubahan iklim semakin ditunjukan oleh PT Bank Rakyat Indonesia &lpar;Persero&rpar; Tbk&period; Komitmen ini dibuktikan salah satunya lewat aksi korporasi terbaru&comma; yakni merilis green bond atau obligasi berwawasan lingkungan berkelanjutan I Bank BRI&period; Adapun target penghimpunan dana sebesar Rp15 triliun dengan jumlah emisi Tahap I Tahun 2022 sebanyak-banyaknya Rp5 triliun&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ali Darwin&comma; Chairman and Executive Director of the National Center for Sustainability Reporting &lpar;NCSR&rpar; mengatakan&comma; semangat BRI merilis obligasi hijau tersebut seiring dengan tren industri perbankan global&period; Menurutnya&comma; surat utang ini akan menjadi modal bagi BRI dalam membiayai proyek-proyek ekonomi hijau&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Prospek green bond itu menarik sekali saat ini&period; Proyek hijau semakin banyak dan bank butuh sumber pendanaan yang besar&comma;” katanya&comma; Kamis&comma; 23 Juni 2022&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Dengan menerbitkan green bond&comma; kata Ali&comma; artinya bank sudah berkomitmen kuat untuk menyalurkan pembiayaan ke proyek-proyek tersebut&period; Seperti diketahui&comma; Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 60&sol;POJK&period;04&sol;2017 mengatur&comma; obligasi hijau hanya dapat diterbitkan untuk pembiayaan dan&sol;atau pembiayaan Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan &lpar;KUBL&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Lebih lanjut&comma; KUBL yang dimaksud adalah proyek yang berkaitan dengan energi terbarukan hingga bangunan hijau&period; Menurut catatan Otoritas Jasa Keuangan&comma; estimasi terkait pembiayaan iklim di Indonesia pada 2016–2030 diperkirakan mencapai US&dollar;458 miliar&period; Energi terbarukan dan bangunan hijau akan berkontribusi paling besar&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Senada&comma; Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance &lpar;INDEF&rpar; Eko Listiyanto juga menilai prospek green bond sangat menarik&period; Secara global&comma; green bond memiliki basis investor yang kuat&period; Dalam beberapa contoh&comma; surat utang lingkungan itu tetap terserap optimal meskipun menawarkan kupon yang lebih rendah dibandingkan dengan obligasi konvesional dengan peringkat yang sama&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Obligasi hijau dinilai memberikan kesempatan bagi investor untuk ikut berkontribusi terhadap upaya membuat bumi lebih layak huni&period; Sementara bagi bank&comma; hal ini akan menjadi nilai tambah dari segi citra&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Perusahaan akan mendapatkan persepsi yang lebih baik&period; Terlebih saat ini banyak investor semakin peka terhadap isu lingkungan&comma;” katanya&period;<&sol;p>&NewLine;<p><strong>BRI Menjadi Market Leader ESG Company di Indonesia<&sol;strong><&sol;p>&NewLine;<p>Komitmen BRI dalam mendorong pembiayaan hijau tecermin dari realisasi kredit berkelanjutan perseroan&period; Hingga Maret 2022&comma; BRI telah memberikan pembiayaan kepada kegiatan usaha yang berkelanjutan mencapai Rp639&comma;9 triliun&comma; setara dengan 65&comma;6&percnt; dari total pinjaman&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Jumlah tersebut meningkat 13&comma;4&percnt; jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2021 yang sebesar Rp564&comma;0 triliun atau dengan proporsi 62&comma;9&percnt; dari total pinjaman&period; Pencapaian tersebut menjadikan BRI sebagai market leader ESG company di Indonesia&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dari total Rp639&comma;9 triliun pembiayaan berkelanjutan tersebut&comma; sebanyak Rp71&comma;5 triliun atau 7&comma;2 persen disalurkan kepada usaha yang berwawasan hijau atau green project&period; BRI sangat berkomitmen untuk<br &sol;>&NewLine;mengimplementasikan aspek-aspek ESG pada setiap aktivitas perbankan&comma; baik dari sisi aset&comma; liabilities&comma; corporation&comma; human capital&period; Komitmen ini juga dapat dilihat dari pencapaian pada masing-masing aspek ESG&period;&lpar;SP&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version