Site icon savanaparadise.com

Penerapan Teknik Pertanian Konservasi di TTU Berhasil

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<figure id&equals;"attachment&lowbar;263859" aria-describedby&equals;"caption-attachment-263859" style&equals;"width&colon; 800px" class&equals;"wp-caption aligncenter"><a href&equals;"Bupati "><img class&equals;"size-full wp-image-263859" src&equals;"http&colon;&sol;&sol;www&period;savanaparadise&period;com&sol;wp-content&sol;uploads&sol;2017&sol;03&sol;JAGUNG-PANTAE&period;jpeg" alt&equals;"Bupati TTU&comma; Raymundus Sau Fernandez ketika melakukan panen jagung perdana di desa pantae" width&equals;"800" height&equals;"450" &sol;><&sol;a><figcaption id&equals;"caption-attachment-263859" class&equals;"wp-caption-text">Bupati TTU&comma; Raymundus Sau Fernandez ketika melakukan panen jagung perdana di desa pantae&period; Foto Humas Setda TTU<&sol;figcaption><&sol;figure>&NewLine;<p><strong> <&sol;strong><&sol;p>&NewLine;<p>Kefamenanu&comma; Savanaparadse&period;com&comma;- Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia atau FAO melalui Yayasan Mitra Tani Mandiri &lpar;YMTM&rpar; telah memfasilitasi 276 Kelompok Tani di Kabupaten TTU&period; Kemitraan ini sudah dimulai sejak tahun 2014&period; terhitung 5&period;265 petani anggota menerapkan teknik-teknik Pertanian Konservasi &lpar;PK&rpar; yang tersebar  di 49 desa  dan  13  kecamatan di Kabupaten TTU&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Melalui pendekatan Sekolah Lapangan&comma; kelompok-kelompok tani  tersebut menyediakan lahan khusus untuk belajar teknik-teknik pertanian konservasi&comma; dan kemudian mengadopsi teknik-teknik pertanian konservasi di lahan mereka masing-masing&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Tercatat sebanyak 4&period;586 dari 5&period;265 anggota kelompok tani di TTU telah menerapkan teknik pertanian konservasi di lahan mereka masing-masing&period; Mereka telah mengalami manfaat yang luar biasa&comma; terutama pada rata-rata peningkatan hasil panen jagung yang dua kali lebih banyak dibandingkan dengan metode tradisional untuk luas lahan yang sama&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Untuk musim panen tahun 2017 ini&comma; rata-rata hasil panen jagung dengan teknik pertanian konservasi adalah 4&period;1 ton per hektar&comma; sedangkan dengan metode tradisional hasilnya adalah 2&period;0 ton per hektar&period; Artinya terjadi peningkatan 100 persen hasil panenan jagung  bagi  petani yang  menerapkan teknik-teknik pertanian konservasi&period; Para Petani juga mendapatkan manfaat dari penanaman kacang-kacangan berupa kacang pancang&comma; kacang merah dan kacang nasi yang dapat meningkatkan persediaan dan pilihan konsumsi rumah tangga&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Bupati TTU&comma; Raymundus Sau Fernandes mengatakan teknik pertanian konservasi merupakan salah satu solusi bagi usaha tani lahan kering dengan karakteristik tanah yang kering dan kritis seperti sebagian besar wilayah TTU&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Dengan menerapkan teknik pertanian konservasi&comma; para petani diharapkan dapat memperkirakan&sol;menghitung  berapa banyak hasil panen dalam setiap kali  tanam&comma; karena dalam teknik pertanian konservasi diterapkan pola tanam baris yang memudahkan petani untuk menghitung berapa jumlah tanaman yang dapat ditanam pada satu hektarare lahan garapan&comma;” kata Ray ketika melakukan  panen simbolis jagung di Desa Pantae&comma; Kecamatan Biboki Selatan&comma; belum lama ini&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Desa Pantae ini merupakan salah satu dari 43 desa di Kabupaten TTU yang sudah menerapkan teknik-teknik pertanian konservasi dengan luas lahan mencapai  2&comma;57 hektar&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ketua Wilayah FAO Provinsi NTT Ujang Suparman mengakui bahwa dalam penerapan pertanian konservasi di TTU sejak tahun 2014&comma; Pemerintah Kabupaten TTU telah menunjukkan dukungan dan komitmen terhadap para petani dalam upaya meningkatkan hasil panen jagung dan taraf penghidupan para petani&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dukungan tersebut&comma; menurut Suparman ditunjukkan antara lain melalui keterlibatan aktif para penyuluh dalam mendampingi para petani untuk mendapatkan hasil maksimal dari penerapan pertanian konservasi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Selain itu&comma; Pemerintah Kabupaten TTU pada tataran kebijakan pun telah menunjukkan komitmen untuk mengintegrasikan pertanian konservasi dalam stategi pengembangan pertanian di Kabupaten TTU&period; Dengan adanya dukungan dan komitmen tersebut&comma; Ujang Suparman berharap Kabupaten TTU dapat menjadi pusat pengembangan pengolahan lahan kering di Provinsi NTT&period;<strong>&lpar;BHP&rpar;<&sol;strong>&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version