Site icon savanaparadise.com

Pemprov NTT Masih Kaji Rencana Penutupan Penerbangan dan Pelayaran di NTT

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>Kupang&comma; Savanaparadise&period;com&comma;- Bentuk perhatian dan masukan yang disampaikan berbagai kalangan termasuk Perhimpunan Ikatan Dokter Umum Indonesia Provinsi NTT agar Gubernur NTT&comma; Viktor Bungtilu Laiskodat &lpar;VBL&rpar; menutup jalur penerbangan dan pelayaran dari dan ke Kupang dan sejumlah bandara serta pelabuhan lainnya di Provinsi NTT mendapat tanggapan pihak Pemerintah Provinsi NTT&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Barang dan jasa ke Provinsi Nusa Tenggara Timur &lpar;NTT&rpar;&comma; kita harapkan tetap berjalan&period; Mengingat NTT sangat bergantung pada wilayah lain di luar NTT&semi; sembako dan sebagainya&period; Juga memang salah satu cara memutus mata rantai penyebaran Covid-19 adalah mungkin membatasi penerbangan&comma;” tandas Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT&comma; Dr&period; Jelamu Ardu Marius&comma; M&period;Si kepada pers di depan pelataran Kantor Dinas Kesehatan Provinsi NTT&comma; Minggu &lpar;22&sol;03&sol;2020&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Pemerintah Provinsi NTT kata Marius&comma; harus bijak dalam menyikapi berbagai masukan&comma; usul dan saran dari berbagai pihak terkait penanganan Covid-19 di Provinsi NTT&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Tetapi ketika kita menyelesaikan itu tentu dampak yang lain akan muncul&period; Karena khusus untuk NTT&semi; kita membutuhkan sarana prasarana kesehatan&comma; membutuhkan Alat Pelindung Diri &lpar;APD&rpar;&comma; fasilitas obat-obatan dan sebagainya&semi; yang harus cepat didistribusi dari luar ke NTT&comma; termasuk ketika kita mengirim sampel darah pasien ke Jakarta ke Litbang Kementerian Kesehatan RI tentu membutuhkan kecepatan yaitu transportasi udara sangat dibutuhkan&comma;” ucap Marius&comma; berargumen&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Selain alasan-alasan sosial ekonomi lainnya&comma; sebut mantan Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT tetapi juga dari sisi lainnya yakni khusus untuk pelabuhan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Kita tetap membuka jalur-jalur kapal yang masuk ke NTT&semi; kapal barang dan sebagainya&period; Karena memang kebutuhan masyarakat NTT 60 – 70 prosesn masih berasal dari luar&period; Kita belum mandiri secara ekonomi untuk memenuhi semua kebutuhan itu sepertii gula&comma; garam&comma; beras dan sebagainya&comma;” ucap dia&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dia berjanji akan mengkaji hasil pemikiran dari para pengamat&comma; para dokter tetapi juga perlu menjelaskan secara keseluruhan agar dapat dipahami oleh publik&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Jadi kita tidak melihat dari satu variabel saja tetapi banyak variable&semi; dan akan dianalisis lalu dari hasil analisis tersebut kita membuat dan memutuskan sebuah kebijakan&period; Tentu maksudnya baik tetapi kita juga menganalisis dari berbagai variabel yang lain&comma;” kata doktor penyuluh pertanian lulusan IPB Bogor&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Perlu Dipikirkan<&sol;p>&NewLine;<p>Di tempat yang sama&comma; Kadis Perhubungan Provinsi NTT&comma; Isyak Nuka&comma; ST&comma; MM mengaku&comma; mengetahui adanya permintaan tersebut dari media&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Hari-hari terakhir ini di media kita baca paling tidak ada permintaan untuk penghentian penerbangan yang diminta oleh Persatuan Dokter Umum Indonesia wilayah Kupang&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Terkait penutupan ini tentu tidak serta merta misalnya kita melarang penumpang dari kota-kota yang masuk ke NTT&period; Misalnya dari Jakarta&comma; Surabaya&comma; Denpasar&comma; Makasar&period; Masuknya kemana Bandara El Tari&comma; Tambolaka&comma; Bandara Komodo&comma; dan Frans Seda&period; Itu tidak bisa serta merta kita tutup&period; Hal ini tentu perlu dipikirkan&comma;” jelas dia&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sementara itu GM Angkasa Pura Bandara El Tari Kupang&comma; Barata belum berani mengambil keputusan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Kita belum putuskan&period; Namun&comma; untuk sementara mengantisipasi ini karena data memang menunjukkan ODP terbanyak itu berasal dari beberapa kota seperti Dempasar terbesar jumlahnya&comma;” kata GM Angkasa Pura Bandara El Tari Kupang&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Berdasarkan data itu lanjut dia&comma; pihaknya akan coba mencari jalan keluar yang terbaik&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Karena kalau kita tutup&comma; itu sama saja dengan kita lockdown&period; Namun hal itu bukan tidak mungkin&period; Mungkin saja&period; Namun perlu kita diskusikan secara baik dengan semua stakeholder&period; Tidak bisa langsung&comma; katakan saja dinas perhubungan&comma; bandara maupun pihak maskapai&comma;” jelas dia yang juga diamini Kepala Kesehatan Pelabuhan Wilayah Kupang&comma; Putu Sudarma&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Kami di KKP&comma; berlakukan yang namanya HAC &lpar;Health Allert Card&rpar; atau Kartu Kewaspadaan Kesehatan&period; Ini sudah dilakukan&comma;” kata Putu Sudarma&period; &lpar;Valeri Guru&sol;Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version