Site icon savanaparadise.com

Pemprov NTT Gagal Urus DOB Baru

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p><img src&equals;"http&colon;&sol;&sol;www&period;savanaparadise&period;com&sol;wp-content&sol;uploads&sol;2016&sol;06&sol;komisi-1024x576&period;jpg" alt&equals;"komisi" width&equals;"670" height&equals;"377" class&equals;"aligncenter size-large wp-image-222662" &sol;> &NewLine; &NewLine;<br &sol;>&NewLine;Kupang&comma; Savanaparadise&period;com&comma;- Pemerintah Provinsi NTT dinilai masih gagal mengurus Daerah Otonomi Baru &lpar;DOB&rpar; yang telah diusul oleh Pemerintah Kabupaten&sol;Kota&period; Dari delapan DOB yang diusulkan&comma; hingga saat ini belum ada progress yang berarti&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kedelapan usulan DOB yang diusulkan adalah Kabupaten Adonara&comma; Kota Maumere&comma; Kabupaten Amfoang&comma; Kabupaten Pantar&comma; Kabupaten Amanatun&comma; Kabupaten Pahunga Lodu&comma; Kabupaten Sumba Timur Jaya&comma; dan Kabupaten Sumba Selatan<&sol;p>&NewLine;<p>Penilaian ini datang dari Komisi I DPRD NTT dalam rapat bersama Biro Tata Pemerintahan &lpar;Tatapem&rpar; Setda Provinsi NTT&comma; rabu&comma; 22&sol;06 di ruang Komisi I DPRD NTT&period;<br &sol;>&NewLine;Anggota Komisi I&comma; Jonatan Kana&comma; mengatakan dirinya merasa terganggu kalau dalam lima tahun duduk di DPRD NTT tidak ada Daerah Otonomi Baru yang berhasil dilaksanakan&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>&&num;8221&semi; kami berada di DPRD NTT sangat terganggu kalau DOB tidak terlaksana satu pun juga&comma;&&num;8221&semi; jelasnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ketua Komisi I&comma; Kasintus Ebu Toh mengatakan Pemrov NTT harus mempunyai target yang terukur sehingga bisa perhatikan&period; Dijelaskanya dalam kurun waktu 3 tahun harus ada berapa daerah otonom yang di hasilkan sehingga tidak hanya sebatas diskusi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8221&semi; Harus ada grand desain agar kita bisa presentasikan ke komisi II dan Kementerian Dalam Negeri kalau tidak ada&comma; maka kita tidak akan berprestasi&comma;&&num;8221&semi; jelasnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sementara anggota Komisi I lainnya Hamdan Saleh Bajo mengatakan fasilitasi pemekaran yang menggunakan anggaran besar belum terelasisaai bahkan menimbulkan Silpa yang besar&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8221&semi; DPRD Komisi I harus berada berada bersama tim dari Tatapem untuk membantu proses pemekaran DOB&period; Harus mempunyai grand desain untuk menyeselsaikan proses DOB dan harus ada prioritas usulan sehingga bisa terwujud&comma;&&num;8221&semi; paparnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Karo Tata Pemerintahan&comma; Silvester Banfatin mengatakan akan ada rencana aksi perjuangan terhadap usulan DOB di pemerintah pusat&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;&comma; Kami masih mencari informasi dan konsultasikan secara desain yang menurut pemeritah pusat&comma; tinggal tunggu pengesahannya&comma;&&num;8221&semi; kata Banfatin&period;&lpar;SP&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version