Site icon savanaparadise.com

Pemerintah Tidak Responsif Persoalan Tambang di NTT

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>Waingapu&comma; Savanaparadise&period;com&comma; Pasca kerusuhan antara warga yang menolak aktivitas pertambangan&sol;eksplorasi oleh pihak PT&period; Fathi Resources di Desa Wahang&comma; Kecamatan Pinu Pahar&comma; Sumba Timur&comma; Nusa Tenggara Timur &lpar;NTT&rpar;&comma; pada 18 Juli lalu&comma; Formadda &lpar;Forum Pemuda Penggerak Perdamaian dan Keadilan NTT&rpar; mendesak Pemerintah agar sesegera mungkin menyelesaikan konflik tersebut dengan cerdas dan bijaksana&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Peristiwa ini adalah bentuk frustrasi sosial masyarakat lingkar tambang terhadapat kebijakan pemerintah di sektor pertambangan&comma;&&num;8221&semi; ujar Ketua Formadda NTT Kupang&comma; Melkior Nahar&comma; &comma; kepada Savanaparadise&comma; 27&sol;07&comma; melalui pertelepon &period;<&sol;p>&NewLine;<p>Menurut dia&comma; masyarakat lingkar tambang sudah berupaya melakukan berbagai cara untuk menyelesaikan persoalan ini secara formal dan damai&comma; namun tidak pernah direspons dengan baik oleh Pemerintah&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Dalam konteks ini&comma; pemerintah tidak cerdas mengatasi persoalan konflik SDA sektor pertambangan&period; Pemerintah sama sekali tidak berpihak dan mendengar suara rakyat&period; Berhadapan dengan ketidakcerdasan Pemerintah&comma; rakyat punya cara sendiri untuk menyelesaikan persoalannya&comma;&&num;8221&semi; terang Melky&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Untuk itu&comma; Melky meminta agar Pemerintah harus menyelesaikan persoalan itu secara cerdas dan bijak&period; &&num;8220&semi;Stop kriminalisasi terhadap rakyat lingkar tambang&period;&&num;8221&semi;<br &sol;>&NewLine;Pada kesempatan yang sama&comma; Hery Naif&comma; Direktur Walhi NTT&comma; meminta Gebernur NTT dan Bupati Sumba Timur segera mencabut izin tambang emas PT&period; Fathi Resources&period;<br &sol;>&NewLine;Kejadian yang berlangsung skitar pukul 10&period;00 Wita ini&comma; telah mengakibatkan empat orang mengalami luka-luka dan salah seorangnya dirujuk ke rumah sakit di Kota Waingapu&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Selain itu&comma; dua unit sepeda motor dan sebuah mobil milik perusahaan dilempari dan dirusak massa&period; Tak hanya itu&comma; 5 rumah warga termasuk didalamnya yang menjadi basecamp PT&period; Fathi juga rusak berat&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Awalnya&comma; warga hanya akan menemui kepala desa untuk mempertanyakan kenapa perusahan tetap masuk padahal sudah ada surat penolakan oleh warga&period; Tapi karena tidak mendapat tanggapan baik dari kepala desa&comma; maka warga kecewa&comma; dan secara spontanitas melakukan penyerangan&comma;&&num;8221&semi; terang Hery&comma; sambil menyodorkan catatan kronologis kejadian&period; <&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Kejadian ini akibat provokasi yang dilakukan oleh pihak perusahan dengan melakukan aktivitas pra eksplorasi di desa mereka&period; Warga kian marah karena titik-titik eksplorasi dilakukan di dekat gereja dan rumah mereka&comma; yang hanya berjarak sekitar 50-100 meter&comma;&&num;8221&semi; tambahnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Saat ini kondisi di kampung Wahang masih dijaga oleh aparat keamanan dari Polres Sumba Timur untuk mencegah terjadinya kegiatan pengrusakan lain oleh massa&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sedangkan Kepala Desa Wahang tengah di Kantor polres Waigapu untuk mengadukan kejadian yang terjadi dan melaporkan sejumlah warga yang dituduh melakukan pengrusakan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Kabarnya&comma; ada sekitar 24 orang warga yang dilaporkan oleh Kepala Desa tersebut&comma;&&num;8221&semi; jelas Umbu Wulang&comma; staf peneliti Walhi di Sumba&period;&lpar;Elas&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version