Site icon savanaparadise.com

Pemerintah dan Gereja Perang Gerilya Lawan Covid-19

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Kupang&comma; Savanaparadise&period;com&comma;- UPACARA tahbisan Uskup Ruteng&comma; Mgr&period; Siprianus Hormat&comma; Pr&comma; Kamis &lpar;19&sol;3&sol;2020&rpar;&comma; usai sudah&period; Meski ada banyak pro dan kontra terhadap upacara tahbisan itu&comma; terutama karena berlangsungnya acara tersebut&semi; ketika bangsa ini sedang konsentrasi penuh dan ekstra kerja dalam menghadapi intaian Corona Virus Disease atau Covid-19&period;<&sol;p>&NewLine;<p><img class&equals;"aligncenter size-full wp-image-374157" src&equals;"https&colon;&sol;&sol;www&period;savanaparadise&period;com&sol;wp-content&sol;uploads&sol;2020&sol;03&sol;IMG-20200323-WA0013&period;jpg" alt&equals;"" width&equals;"768" height&equals;"960" &sol;> &NewLine; &NewLine;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Lupakan pro kontra itu&period; Tak perlu menambah komentar lagi dari aneka perspektif&period; Toh&comma; semua komentar&comma; pernyataan dan juga sikap terhadap peristiwa bersejarah itu hanya post factum&period; Mengomentari apa yang telah terjadi dan tidak terulang lagi&period; Apa yang sudah berlalu&comma; biarkan berlalu&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sekarang mari kita lihat ke depan&period; Melihat peristiwa tahbisan Uskup Ruteng itu dari perspektif pembangunan gereja lokal dan juga pembangunan di Provinsi Nusa Tenggara Timur &lpar;NTT&rpar;&period; Melihat peristiwa itu tidak lagi dengan kacamata iman tetapi dengan kacamata membangun&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dalam perspektif seperti itulah kita bisa melihat ada benang merah&comma; ada tali rantai antara Gereja dan pemerintah&period; Gereja &lpar;institusi&rpar; dan pemerintah &lpar;birokrasi&rpar; itu satu semangat&comma; satu mision karena punya visi yang juga satu dan sama&comma; yakni membangun&period;<br &sol;>&NewLine;Gereja membangun iman umat&comma; pemerintah membangun kesejahteraan rakyat&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Pemerintah menyiapkan infrastruktur untuk rakyat&comma; Gereja mengawal moral umat&period; Suka atau tidak suka&comma; setuju atau tidak setuju&comma; di Provinsi NTT&semi; Gereja dan pemerintah tidak bisa dipisahkan&period; Riwayat tualang Gereja adalah juga riwayat tualang pemerintah&period;<br &sol;>&NewLine;Dari sejarah kita paham&comma; di Provinsi NTT&semi; Gereja Katolik melalui misi dan Gereja Protestan melalui zending telah meletakkan dasar-dasar pembangunan umat dan rakyat&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Misi dan zending membuka sekolah&comma; membuka rumah sakit&comma; membuka kursus-kursus keterampilan di mana-mana untuk kebutuhan rakyat&period; Dengan kata lain&comma; peradaban sudah dimulai oleh Gereja jauh sebelum negeri ini mereguk kemerdekaannya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Maka&comma; sebetulnya apa yang dilakukan pemerintah sekarang ini merupakan kelanjutan dari jejak-jejak pembangunan yang telah diletakkan Gereja&period; Tak terbayangkan wajah Nusa Tenggara Timur hari ini tanpa kehadiran Gereja jauh sebelumnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Itu sebabnya setiap peristiwa gerejani&comma; baik yang terjadi di Gereja Katolik maupun di Gereja Protestan&comma; selalu mendapat perhatian pemerintah&period; Peresmian atau pemberkatan gereja baru&comma; tahbisan imam baru&comma; uskup baru&comma; pendeta baru pasti pejabat penting pemerintahan diundang&period; Kehadiran pejabat pemerintahan di acara-acara Gereja meski cuma simbol&comma; tetapi makna di baliknya jauh dan dalam&period; Dengan kehadiran pejabat pemerintah itu terbaca kesadaran bahwa pemerintah tidak bisa jalan sendiri tanpa Gereja&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Di tingkat provinsi kesadaran ini sudah berjalan lama&period; Sudah dari dulu kepala daerah bakal hadir di acara-acara Gereja&period; Gubernur NTT periode lalu bahkan mengagendakan pertemuan rutin setiap tiga bulan dengan para pimpinan agama&period; Dalam pertemuan itu semua uskup di NTT hadir&period;Semua pendeta utusan dari beragam denominasi Gereja Protestan hadir&period; Pimpinan dan pemuka agama Islam&comma; Hindu&comma; Budha juga hadir&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Praktek positif ini terus berlanjut di era kepemimpinan Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat &lpar;VBL&rpar; dan Wakil Gubernur Josef A Nae Soi sekarang&period; Secara rutin digelar rapat atau pertemuan dengan para pemimpin agama&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Gubernur VBL hadir dan memberi pandangannya pada Pertemuan Pastoral &lpar;Perpas&rpar; Regio Nusa Tenggara yang dihadiri semua uskup di wilayah Nusa Tenggara &lpar;Atambua&comma; Kupang&comma; Larantuka&comma; Maumere&comma; Ende&comma; Ruteng&comma; Sumba&comma; Denpasar&rpar;&comma; akhir Juli 2019 lalu di Atambua&period; Gubernur VBL juga hadir dan memberi pandangannya pada Sidang Raya XVII PGI di Waingapu&comma; November 2019 lalu&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Apa artinya ini &quest; Mengapa Gubernur VBL dan juga pejabat pemerintahan musti hadir &quest; Tentu banyak hal yang didapat pemerintah dari pertemuan itu&period; Dengan posisinya yang dipandang lebih dekat dengan umat&comma; para pemimpin Gereja pasti mengetahui lebih baik aneka kebutuhan masyarakat&comma; apa kesulitan yang mereka hadapi&comma; apa yang masih mendera mereka&comma; apa harapan mereka untuk meraih kesejahteraan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kolaborasi antara Gereja dengan pemerintah&comma; bagaimana pun juga bisa melahirkan energi positif yang luar biasa untuk membangun daerah ini&period; Pentingnya kolaborasi ini sering dikatakan Gubernur VBL di banyak tempat dalam kunjungannya&period; &OpenCurlyDoubleQuote;Kalau para pastor&comma; suster&comma; para pendeta dan tokoh agama ikut membangun NTT&comma; maka tugas pemerintah jadi ringan&period;” Begitu yang sering dikatakan Gubernur VBL&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Gubernur VBL pasti sangat paham&comma; pemerintah tidak bisa jalan sendiri membangun daerah ini&period; Pemerintah sangat membutuhkan Gereja di dalam setiap jejak langkahnya&period; Sebaliknya Gereja juga sadar bahwa medan misi dan perutusannya adalah dunia dengan segala macam dinamika dan problemnya&period; Misi Gereja tak lain adalah menjalankan karya pelayanannya baik ke dalam maupun keluar&period; Ke dalam artinya untuk pengembangan iman dan kehidupan rohani jasmani umat sendiri&comma; sedangkan pelayanan keluar artinya untuk masyarakat luas&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dengan medan bakti seperti ini&comma; yang berubah dan berkembang seiring jalannya roda zaman&comma; Gereja sangat membutuhkan pemerintah&period; Di jalan tugas yang sama itulah terletak kesatuan Gereja dan pemerintah&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kolaborasi dan kesatuanitu hari-hari ini sangat tampak ketika Gereja dan pemerintah satu spirit menghadapi ancaman penularan Corona Virus Disease &lpar;Covid-19&rpar;&period; Gubernur VBL tidak main-main dengan virus maut ini&period; Untuk dan atas nama kepentingan&comma; kemaslahatan dan keselamatan seluruh rakyat NTT&comma; Gubernur VBL bersikap tegas &colon; melarang semua aktivitas sosial kemasyarakatan yang melibatkan banyak manusia dan melahirkan kerumunan massa&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Merespon sikap tegas Gubernur VBL itu&comma; baik Gereja Katolik maupun Gereja Protestan bersepakat untuk meniadakan seluruh aktivitas di gereja dan perayaan kerohanian&period; Kita musti membayangkan&comma; hari-hari ini&comma; umat Katolik dan Protestan lagi bersiap-siap menyongsong Pesta Paskah&period; Ada latihan koor&comma; ada katekese&comma; ada pembinaan umat&comma; ada seminar&comma; ada pawai paskah&comma; ada bazar&comma; pasar murah dan sebagainya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Uskup Agung Kupang&comma; Mgr&period; Petrus Turang sudah mengeluarkan instruksi untuk meniadakan seluruh perayaan kerohanian&comma; seperti jalan salib&comma; katekese&comma; misa terhitung mulai hari Minggu &lpar;22&sol;3&sol;2020&rpar; hingga Minggu &lpar;29&sol;3&sol;2020&rpar; nanti sambil melihat perkembangan dan situasinya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Uskup Agung Ende&comma; Mgr&period; Vinsentius Sensi Potokota juga sudah mengimbau umat di Keuskupan Agung Ende untuk tidak mengikuti proses Semana Santa di Larantuka tahun ini&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ketua Sinode GMIT&comma; Ibu Pendeta Dr&period; Mery Kolimon pun meminta semua kegiatan kerohanian dibatasi&period; Kita mendengar kabar dari Larantuka&comma; Uskup Larantuka bersepakat dengan seluruh suku Semana Santa untuk meniadakan prosesi Semana Santa tahun ini di Larantuka Kabupaten Flores Timur&period;<&sol;p>&NewLine;<p><img class&equals;"aligncenter size-full wp-image-374155" src&equals;"https&colon;&sol;&sol;www&period;savanaparadise&period;com&sol;wp-content&sol;uploads&sol;2020&sol;03&sol;IMG-20200323-WA0010&period;jpg" alt&equals;"" width&equals;"768" height&equals;"960" &sol;><&sol;p>&NewLine;<p>Sesungguhnya semua kegiatan kerohanian ini adalah ritual keagamaan resmi dan tidak ada alasan berarti untuk meniadakannya&period; Kegiatan-kegiatan sosial karitatif semisal basar&comma; donor darah juga sangat bermanfaat untuk kepentingan banyak orang&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Tetapi pilihan menyelamatkan manusia adalah pilihan moral yang jauh lebih penting&period; Dan pilihan moral itulah yang diambil Gubernur VBL&period; Maka rakyat NTT patut berterima kasih kepada Gubernur VBL yang begitu berani &OpenCurlyQuote;melawan’ tradisi keagamaan yang sudah menyatu dan berakar kuat di dalam sanubari umat&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dengan pilihan sikap seperti ini&comma; Gubernur VBL sesungguhnya tengah mempraktekkan cara beragama dan cara beriman secara rasional&period; Gubernur VBL sadar bahwa praktek hidup beragama dengan membiarkan dan bahkan meninggalkan aneka masalah yang mendera manusia adalah cara beragama yang perlu dikoreksi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Agama dan juga iman tidak pernah dihayati dalam sebuah kevakuman&period; Sebaliknya iman dan agama dihayati dalam sejarah manusia dengan sekian banyak problematikanya&period; Maka sudah benar sikap tegas Gubernur VBL melarang semua aktivitas apa pun yang mengakibatkan kerumunan manusia&comma; termasuk aktivitas keagamaan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Gubernur VBL benar ketika dia menempatkan keselamatan manusia di atas semua kepentingan&period; Karena itu tidak ada alasan bagi kita semua untuk tidak ikut perang gerilya melawan Covid-19&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT&comma; Dr&period; Jelamu Ardu Marius&comma; M&period;Si pun dalam banyak kesempatan selalu mengatakan&comma; berbagai kebijakan yang diambil Gubernur VBL dalam menyikapi penanganan Covid-19 di Provinsi NTT sesungguhnya sedang menyelamatkan martabat kehidupan dan kemanusiaan itu sendiri&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p><img class&equals;"aligncenter size-full wp-image-374159" src&equals;"https&colon;&sol;&sol;www&period;savanaparadise&period;com&sol;wp-content&sol;uploads&sol;2020&sol;03&sol;IMG-20200323-WA0012&period;jpg" alt&equals;"" width&equals;"1152" height&equals;"560" &sol;><&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Itulah spirit kepemimpinan Gubernur VBL yang musti didukung oleh seluruh stake holders yang ada di daerah ini&comma;” pinta doctor penyuluh pertanian lulusan IPB Bogor&period; &lpar;<strong>kerja sama Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT dengan www&period;Savanaparadise&period;com&rpar;<&sol;strong>&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version