Site icon savanaparadise.com

Pdt. Mery : Pengungkapan Tragedi HAM 1965 – 2005 Bukan Motif Ideologi

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>Kupang&comma; Savanaparadise&period;com&comma;- Koalisi Keadilan dan Pengungkapan Kebenaran &lpar;KKPK&rpar; bersama Jaringan Perempuan Indonesia Timur &lpar;JPIT&rpar; berkomitmen mengungkap kasus-kasus pelanggaran hak asasi manusia &lpar;HAM&rpar; yang terjadi di NTT dari kurun waktu 1965 hingga 2005&period; Pengungkapan pelanggaran tersebut akan di lakukan dalam dengar kesaksian oleh korban pelanggaran HAM di NTT&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Pengungkapan tragedi pelanggaran HAM 1965 hingga 2005 bukan dengan motif ideologi tetapi sebagai motif kemanusian&period; Motif kemanusian sebagai warga indonesia dan indonesia sebagai rumah bersama&comma;&&num;8221&semi; ujar Pdt Mery Kolimon&comma; dalam jumpa pers dengan wartawan di rumah makan dapur nekamese&comma; 25&sol;04&comma; di kupang<&sol;p>&NewLine;<p>Pdt Mery yang adalah koordinator panitia dengar kesaksian mengatakan kesaksian tersebut kemudian menjadi dasar bagi pemahaman publik atas pelanggaran yang di lakukan atas mereka&period; Proses dengar kesaksian tersebut tidak di maksudkan untuk sebagai alat investigasi melainkan sebagai sebuah proses pendidikan&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p> Pdt&period; Mery Kolimon didampingi Wakil Majelis Warga&comma; Romo Leo Mali&comma; kegiatan dengar kesaksian tersebut menjadi salah satu kegiatan utama dalam tahun kebenaran&comma; tahun 2013 ini&period; Tahun kebenaran di gagas oleh KKPK untuk memunculkan momentum baru&comma; sebelum pemilu 2014 bagi penataan ulang kehidupan berbangsa dan bernegara berdasarkan nilai keadilan&comma; HAM dan demokrasi substantif&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote; Gagasan tahun kebenaran itu sendiri adalah sebuah konsensus yang di capai dari dialog panjang diantara masyarakat sipil dan komunitas korban&period; Inisiatif ini di gagas untuk kepentingan bangsa secara luas dan landasan bagi kepemimpinan generasi masa depan&period;”&comma; ujar Pdt Mery&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dalam konteks NTT tema tragedi &OpenCurlyDoubleQuote;65” masih menjadi tema yang enggan di bicarakan secara terbuka&period; Korban dan penyintas tragedi &OpenCurlyDoubleQuote;65” masih banyak yang memilih untuk menyimpan ceritanya sendiri&period; dalam penelitian&comma; JPIT menyadari bahwa tragedi &OpenCurlyDoubleQuote;65” bukan satu-satunya pelanggaran HAM di NTT&period; <&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;tragedi &OpenCurlyDoubleQuote;65” bukan satu-satunya pelanggaran ham di NTT&period; Polah kekerasan masih terus berlanjut hingga hari ini&comma;”&comma; ujar Pdt Mery&period;<&sol;p>&NewLine;<p>KKPK saat ini terdiri dari 31 organisasi dan individu dalam masyarakat sipil&comma; termasuk kelompok korban pelanggaran HAM yang memperjuangkan penyelesaian secara tuntas atas kasus pelanggaran HAM masa lalu&period; Sementara JPIT merupakan lembaga lintas agama dan budaya yang berfokus pada studi perempuan&comma; agama dan budaya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Seperti diberitakan sebelumnya Koalisi Keadilan Dan Pengungkapan Kebenaran &lpar;KKPK&rpar; bersama Jaringan Perempuan Indonesia Timur &lpar;JPIT&rpar; melakukan dengar kesaksian untuk pengungkapan korban ham dan kekerasan dari kurun waktu tahun 1965 hingga 2005&period; Dengar kesaksian tersebut di laksanakan di aula Fakultas Teologia&comma; Universitas Kristen Artha Wacana&comma; 27&sol;04&comma; di Kupang&period; &lpar;Elas&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version