Site icon savanaparadise.com

PDIP-Unwira Gelar Seminar Ideologi Pancasila

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p><img src&equals;"http&colon;&sol;&sol;www&period;savanaparadise&period;com&sol;wp-content&sol;uploads&sol;2016&sol;06&sol;Pdip-ntt-1024x545&period;jpg" alt&equals;"Pdip ntt" width&equals;"670" height&equals;"357" class&equals;"aligncenter size-large wp-image-213763" &sol;> &NewLine; &NewLine;<&sol;p>&NewLine;<p>Kupang&comma; Savanaparadise&period;com&comma;-Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan &lpar;PDIP&rpar; Nusa Tenggara Timur akan menggelar seminar dengan tema &&num;8220&semi;Pancasila Ideologi Dasar Negara dan Fenomena Implementasi&comma;&&num;8221&semi; di Kampus Universitas Katolik Widia Mandira &lpar;Unwira&rpar; Kupang&comma; Sabtu &lpar;4&sol;6&rpar; nanti&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Seminar itu dilaksanakan atas kerjasama PDIP NTT dan Unwira Kupang&period; Seminar akan dilakukan pada tanggal Sabtu&comma; 04&sol;06&period; Dengan mengevaluasi perjalanan sejarah bangsa&comma; Pancasila belum didaraskan dalam kehidupan sehari-hari&comma;&&num;8221&semi; kata Wakil Ketua DPD PDIP NTT Gusty Beribe&comma; Kamis &lpar;2&sol;6&rpar;&period; <&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Salah satu alasan digelarnya seminar itu karena Pancasila belum dibawah ke working ideologi bangsa&period; Oleh karena itu&comma; melalui seminar itu akan dikaji lebih dalam karena berkaitan dengan momentum hari lahirnya Pancasila sebagai dasar negara&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Gusty mengisahkan dalam sejarah bangsa ini&comma; NTT adalah tempat dicetuskan Pancasila yakni di Ende oleh Bung Karno&period; Atas dasar itulah&comma; sebagai warga NTT harus menemukan gagasan dalam kaitan dengan lahirnya Pancasila itu&period; &&num;8220&semi;Melalui kegiatan seminar itu akan muncul gagasan dan program yang berpihak pada rakyat&comma;&&num;8221&semi; kata Gusty&period; <&sol;p>&NewLine;<p>Gusty mengatakan&comma; PDIP memilih Kampus Unwira sebagai tempat diselenggarakannya seminar karena Unwira dikenang sebagai basis gerakan bangkitnya reformasi tahun 1998&period; Semangat reformasi itu harus tumbuh agar ideologi Pancasila harus membumi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dia menjelaskan&comma; seminar itu tidak bermakna politis&comma; namun karena demokrasi harus berdiri di dalam ruang publik maka tidak salah PDIP bekerja sama dengan Kampus Unwira untuk menyelenggarakan seminar tersebut&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Koordinator Pelaksana Kegiatan yang juga Ketua Jurusan Ilmu Pemerintahah Rodriques Servatius menambahkan diakhir reformasi ini banyak carut-marut karena belum ditemukan intisari dari ideologi Pancasila&period; <&sol;p>&NewLine;<p>Karena itu&comma; melalui seminar tersebut akan ada gagasan dan ide-ide cemerlang yang dihasilkan dalam kaitan dengan Pancasila&period; &&num;8220&semi;Diakhir reformasi ini banyak carut-marutnya karena belum ditemukan intisari dari ideologi Pancasila&comma;&&num;8221&semi; katanya&period; <&sol;p>&NewLine;<p>Sementara itu&comma; Ketua Pelaksana Max Ladjab menyebutkan peserta seminar berjumlah 250 orang dari kalangan guru-guru pengajar Pendidikan Kewarganegaraan &lpar;PKN&rpar;&comma; mahasiswa&comma; dan juga pelajar SMA&period;&lpar;SP&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version