Site icon savanaparadise.com

Pasien Kemoterapi Di RSUD Johanes Hanya Dilayani Satu Tenaga Medis

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>Kupang&comma; Savanaparadise&period;com&comma;- Pasien yang menjalani Kemoterapi akibat penyakit Hodgkin&&num;8217&semi;s Lymphoma atau sejenisnya di Rumah sakit umum daerah &lpar;RSUD&rpar; Prof&period; W&period;Z&period; Yohanes Kupang hanya bergantung pada satu orang tenaga medis terampil&period; Akibatnya jika seorang tenaga medis yang biasa menangani pasien tersebut berhalangan maka pelayanan pun ikut macet total&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Hal ini terungkap ketika anggota DPRD NTT melakukan Sidak di RSUD tersebut&period; Turut serta dalam sidak tersebut anggota DPRD lainnya&comma; Jefry Banunaek&comma; Jonathan Kana&comma; Laurens tari Wungo&comma; Yanto Umbu Pati&comma; Jimmy Sianto&comma; Muhammad Ansor&comma; Jiimy Sianto serta Tomas Tiba&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Pelayanan khusus kemoterapi di rumah sakit itu hanya dikendalikan oleh satu tenaga medis&period; Sementara tenaga medis tersebut dikabarkan sedang sakit sehingga tidak berkantor selama 12 hari&comma; akibatnya beberapa orang pasien yang menghuni ruangan itu tidak mendapatkan pelayanan&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Muhammad Ansor&comma; dari Fraksi Golkar mengatakan bahwa rumah sakit sekelas Rumah sakit Yohanes harusnya memiliki tenaga medis yang memadai sehingga benar-benar memberikan pelayanan yang baik dan benar kepada masyarakat&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Kalau masalahnya seperti ini&comma; hanya ada satu orang tenaga medis kemoterapi yang meracik obat yang ditempatkan disini maka ini sangat tidak efisien&period; Rumah sakit ini kan milik daerah&comma; kalau kurang biaya minta kepada pemerintah&comma;&&num;8221&semi; ujar Ansor&comma; Selasa&comma; &lpar;30&sol;9&rpar;&period;<br &sol;>&NewLine;Ansor menduga&comma; kejadian itu dipicu oleh manajemen yang amburadul di lembaga itu&period; <&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Bisa jadi ini karena manajemen yang tidak benar&comma; sehingga hanya satu orang yang menangani pasien kemoterapi&period; Setidaknya harus dua orang atau lebih&comma;&&num;8221&semi; pungkasnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sementara pasien kemoterapi&comma; Marselina Manafe &lpar;52&rpar; mengaku dirinya telah menunggu hingga 12 hari untuk mendapatkan pelayanan&period; Tetapi hingga hari ini dirinya rela menghuni ruangan itu tanpa mendapatkan pelayanan medis&period; Lebih lanjut dia menuturkan bahwa alasan pihak rumah sakit&comma; medis yang menangani peracikan obat sedang sakit&period; <&sol;p>&NewLine;<p>Lantaran kunjungan mendadak dari tim anggota dewan pihak managemen dengan cepat mengatakan bahwa esok&comma; Selasa 1 Oktober ruangan Kemoterapi akan diambil alih oleh perawat untuk memberikan pelayanan kepada pasien&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Selama ini memang hanya satu orang tenaga medis disini&comma; saat ini tenaga medis tersebut masih sakit jadi belum bisa maksimal memberikan pelayanan&comma; tetapi mulai esok akan kami alihkan ke perawat yang lain&comma;&&num;8221&semi; tutur Wakil direktur keuangan dr&period; Ari Ondok sekaligus selaku Plt&period; Direktur karena Direktur umum&comma; dr&period; Alfonsius Ana Paku&comma; sedang sakit dan di rawat di Surabaya&period;&lpar;RM&sol;SP&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version