Site icon savanaparadise.com

Pasca Siklon Tropis Seroja Melanda di NTT, Polda Amankan 3 Pelaku Usaha Nakal

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p><strong>Kupang&comma; Savanaparadise&period;com&comma;<&sol;strong> &&num;8211&semi; Direktur Kriminal Khusus Kepolisian Daerah &lpar;Polda&rpar;  NTT&comma;  Kombes Pol Johannes Bangun mengatakan pihaknya saat ini telah mengamankan tiga orang pelaku usaha bahan bangunan&comma; yang tidak sesuai harga standar&comma; pasca warga Kota Kupang dan sekitarnya dilanda Siklon Tropis Seroja&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Ya&comma; saat ini Polda telah mengamankan ketiga pelaku usaha bahan bangunan yang menaikan harga tidak sesuai standar&&num;8221&semi;&comma; jelas Kombes Pol Johannes kepada wartawan&comma; Rabu &lpar;7&sol;4&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kombes Pol Johannes Bangun mengatakan&comma; ketiga  pelaku yang diamankan adalah&comma; MM&comma; AN dan AKRB&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Ia menjelaskan MM merupakan pemilik UD SJL di Jalan WJ Lalamentik nomor 47&comma; Oebobo dan Jalan H&period;R Koro&comma; Oepura&period; Pelaku menjual paku payung harga normal Rp 27&period;000 per kilogram&comma; menjadi Rp 45&period;000 per kilogram&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sedangkan untuk NA kata Kombes Pol Johannes&comma; merupakan pemilik UD DP di Jalan Fetor Foenay&comma; Maulafa&period; Pelaku menjual seng 0&comma;20 merek gajah duduk&comma; yang harga normalnya Rp 53&period;000 per lembar&comma; lalu dijual dengan harga Rp 68&period;000 per lembar&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Berikutnya seng 0&comma;30 merek Calisco harga normal Rp&period;70&period;000&comma; dijual dengan Rp&period;90&period;000 per lembar&period; Sama hal pun dengan Paku payung harga normal Rp&period; 27&period;000 per kilogram&comma; menjadi Rp&period; 40&period;000 per kilogram&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Untuk pelaku AKRB jelasnya&comma; merupakan pemilik UD KS di Jalan Surdiman Kuanino&period; Pelaku menjual Triplex 6 mm yang harga normal Rp&period; 78&period;000 per lembar&comma; dijual menjadi Rp100&period;000 per lembar&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Ketiga pelaku diduga melanggar UU nomor 05 Tahun 1999 tentang larangan praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat&comma; dengan ancaman hukuman lima bulan atau denda minimal lima milyar dan maksimal 25 milyar&&num;8221&semi;&comma; jelasnya<&sol;p>&NewLine;<p>Lebih lanjut Kombes Pol Johannes Bangun menambahkan ketiga pelaku juga diduga melanggar UU nomor 08 Tahun 1999&comma; tentang perlindungan konsumen&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Pasal 8 dan 9 tentang dilarang menaikkan harga sebelum obral&comma; dengan ancaman hukuman dua tahun&comma; denda 500 juta&&num;8221&semi;&comma; terangnya<&sol;p>&NewLine;<p>Karena itu&comma; Dirinya mengimbau kepada pelaku usaha maupun masyarakat umum&comma; agar tidak meraup untung sendiri disaat terjadi bencana alam&comma; karena akan ditindak tegas oleh pihak kepolisian&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Kita sangat berharap agar pelaku usaha dan masyarakat agar tidak meraup untuk disaat terjadi bencana alam&comma; sebab pasti akan ditindak oleh pihak kepolisian&&num;8221&semi;&comma; tegasnya&period; &lpar;SP&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version