Site icon savanaparadise.com

Opini; Mampukah Pemimpin Ende Baru Mendayu Sampan Menuju Jakarta?

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; center&semi;"><em><strong>Oleh&colon; Marianus Y&period; Laka&comma; SE<&sol;strong><&sol;em><&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; center&semi;"><em><strong>Sekretaris Pemuda Pancasila Ende<&sol;strong><&sol;em><&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Sekitar 283&period;806 jiwa penduduk Ende yang menanti kepastian dalam cemas&period; Penantian tersebut terkait status Hari Lahir &lpar;Harlah&rpar; Pancasila yang dirayakan setiap 1 Juni&comma; belum mendapatkan kepastian status terhadap pengakuan Negara secara de &&num;8211&semi; jure&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sudah 10 kali ganti pemimpin di Kabupaten Ende dari Winokan&comma; Aroebusman&comma; Gadi Djou&comma; Johanes Pake Pani&comma; Paulinus Domi&comma; Don Bosco Wangge&comma; hingga Marsel Petu dan Ahmad Djafar&comma; sudah maksimal membangun kabupaten Ende dengan latar belakang pengetahuan yang dimiliki mereka masing &&num;8211&semi; masing&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Namun sejarah telah tertulis dalam dokumen perjuangan bahwa baru di era &&num;8211&semi; Bupati Marsel dan Bupati Djafar&comma; mendapat pengakuan Negara secara de &&num;8211&semi; fakto terhadap status Harlah Pancasila di Kabupaten Ende&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Terlepas secara de &&num;8211&semi; jure belum tiba pada harapan sejatinya masyarakat Ende&period; Tapi tak bisa disangkal jejak history ke dua pemimpin sebelumnya patut diapresiasi&period; Karena baru di era mereka berdua pengakuan Negara terkait Harlah mendapat pengakuan secara defakto&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Nah&comma; kini 283&period;806 jiwa menanti gebrakan baru dari pemimpin &&num;8216&semi;Ende Baru&&num;8217&semi; yakni Bupati Tote dan Wabup Domi&comma; kira-kira mampukah dua pemimpin &&num;8216&semi;Ende Baru&&num;8217&semi; ini memperjuangkan status Harlah untuk diakui secara de-jure oleh Pemeritah Pusat&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Pertanyaan reflektif tersebut tentu tak mudah dijawab oleh Pemimpin &&num;8216&semi;Ende Baru&&num;8217&semi; yang diakui memiliki segudang jejaring dengan Pemerintah Pusat &lpar;networking&rpar;&comma; bahwa dari total penduduk yang mendiami Kabupaten Ende&comma; terdapat ada harapan yang sama meratap dalam cemas yang sudah berpuluh &&num;8211&semi; puluh tahun terkubur dalam ke tidak pastian terkait status&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Nah&comma; Lima tahun kepemimpinan Bupati Tote dan Wabup Domi jika tidak mampu perjuangan maka pemimpin &&num;8216&semi;Ende Baru&&num;8217&semi; hanyalah pemimpi di siang bolong yang berharap mampu mendayu Sampan menuju Ibu Kota jakarta&period; Jika mimpi itu menjadi nyata maka alhasil siapapun nahkodanya bakal tenggelam di tengah lautan samudera penipuan berjemaah&period;<&sol;p>&NewLine;<p><strong>&ast;Ende Bukan Meksiko&ast;<&sol;strong><&sol;p>&NewLine;<p>Pak Marsel dan Pak Djafar telah membangun jalan tani perjuangan agar pemimpin -pemimpin setelah mereka tidak kesasar&period; Namun apa boleh buat pemimpin &&num;8216&semi;Ende Baru&&num;8217&semi; malah membuka jalan baru perjuangan yang dinilai amat kontroversial&period; Dimana&comma; perayaan sakral Katolik dikonsolidasi ke dalam urusan Pesta Kebangsaan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Konon katanya&comma; pemimpin &&num;8216&semi;Ende Baru&&num;8217&semi; akan menggagas Ende sebagai kota kembar Meksiko&period; Lantas apa korelasi historikal yang tersambung antara Gua Dalupe dengan Harlah Pancasila&period; Padahal kita ketahui bahwa tidak adanya jejak sejarah yang terpintal antara Ende dan Meksiko&quest;<&sol;p>&NewLine;<p>Artinya&comma; jangan paksakan Ende disamakan dengan Meksiko&period; Ya&comma; kalau mau jujur&comma; sejatinya kita tidak menolak Ine Maria&comma; tapi yang kita tolak adalah perayaan sakral Katolik dijadikan sebagai alat politik untuk kepentingan Lima tahunan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Harusnya&comma; semua kita ingat bahwa masyarakat Ende hidup dan berkembang dalam keberagaman yang kental akan toleransi&period; Jadi&comma; jangan mengabaikan suluh solidaritas keberagaman meredup dalam sentimen &&num;8211&semi; sentimen kepentingan yang hanya akan memperbesar luka dalam sukma&period;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version